JAKARTA - Gesits kembali mencuri perhatian sebagai motor listrik buatan Indonesia yang menawarkan tenaga 5 kW, kecepatan maksimal 70 km/jam, dan jarak tempuh hingga 100 kilometer dengan dua baterai. Motor ini dikembangkan melalui kolaborasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan industri nasional.
Gesits diperkenalkan sebagai kendaraan listrik karya anak bangsa. Motor tersebut dibuat di pabrik Cileungsi, Jawa Barat, dengan klaim sekitar 85 persen komponennya merupakan produk lokal.
Komponen yang disebut menggunakan kandungan lokal mencakup bodi, motor listrik, hingga perangkat lunak pada dashboard. Kehadiran Gesits menjadi bagian dari perkembangan kendaraan listrik nasional yang kembali mendapat perhatian ketika tren motor listrik semakin kuat.
Baca Juga: GESITS 2026 Makin Modern, Motor Listrik Buatan Indonesia Ini Punya Sejumlah Pembaruan
Tenaga 5 kW dan Jarak Tempuh 100 Km
Dari sisi performa, Gesits dibekali motor listrik berdaya 5.000 watt atau 5 kW. Tenaga tersebut disebut setara dengan motor bensin 125 cc ke atas.
Kecepatan maksimalnya mencapai 70 km/jam. Dalam video tersebut, akselerasi 0-50 km/jam diklaim dapat ditempuh sekitar lima detik.
Gesits menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 72 volt 20 Ah. Dengan satu baterai, jarak tempuh yang disebutkan mencapai 50 kilometer.
Pengguna dapat memasang dua baterai untuk meningkatkan jarak tempuh hingga sekitar 100 kilometer. Baterai juga dirancang bisa dilepas sehingga dapat diganti tanpa harus selalu mengisi daya langsung pada motor.
Motor listrik ini memiliki tiga mode berkendara, yakni Eco, Urban, dan Sport. Tersedia pula mode mundur yang membantu ketika kendaraan digunakan untuk parkir, termasuk di area yang memiliki kemiringan.
Untuk menunjang keselamatan, Gesits dilengkapi rem cakram pada roda depan dan belakang. Sistem pencahayaan menggunakan lampu full LED.
Panel instrumen digital juga menjadi bagian dari perlengkapan motor. Di dalamnya terdapat indikator suhu baterai yang memberikan informasi mengenai kondisi baterai saat digunakan.
Harga Mulai Rp21 Jutaan
Gesits juga menawarkan fitur dashboard pintar yang disebut dapat terhubung dengan aplikasi smartphone. Melalui koneksi tersebut, pengguna bisa memantau status baterai, jarak tempuh, serta notifikasi error melalui ponsel.
Dari sisi harga, terdapat beberapa varian yang disebut dalam video. Gesits Raya dibanderol sekitar Rp21 juta, sedangkan Gesits Electric berada di kisaran Rp21,9 juta.
Varian lainnya adalah Gesits G1X dengan harga sekitar Rp29,75 juta. Harga tersebut disebut masih dapat lebih rendah jika konsumen memenuhi ketentuan program subsidi pemerintah.
Selain harga pembelian, efisiensi menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan. Biaya listrik disebut hanya sekitar Rp1.000 untuk setiap 10 kilometer, meski angka lengkap pada bagian transkrip tersebut tidak terdengar jelas.
Gesits juga dinilai menawarkan sejumlah keuntungan lain, seperti bebas emisi saat digunakan, bebas aturan ganjil-genap, serta dukungan suku cadang dan layanan purnajual yang disebut mulai berkembang.
Meski demikian, motor listrik ini masih memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah waktu pengisian baterai yang membutuhkan sekitar tiga hingga empat jam.
Keterbatasan lainnya berkaitan dengan infrastruktur penukaran baterai. Meski baterai dapat dilepas dan diganti, stasiun swap baterai disebut belum tersedia secara merata.
Kapasitas baterainya juga disebut masih kalah dibandingkan sejumlah motor listrik asal China. Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan bagi calon konsumen yang membutuhkan kendaraan dengan jarak tempuh lebih jauh.
Gesits sendiri bukan pemain baru di pasar kendaraan listrik. Motor ini diperkenalkan sejak 2019 dan disebut kembali mendapatkan momentum pada 2025 seiring menguatnya tren kendaraan listrik.
Dengan kombinasi harga, efisiensi, kandungan lokal, serta pilihan baterai, Gesits diarahkan sebagai kendaraan harian yang menawarkan alternatif terhadap motor konvensional. Kehadirannya juga membawa pesan bahwa industri dalam negeri tidak hanya menjadi pasar, tetapi mulai mengembangkan produk kendaraan listrik sendiri.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Taro Speedzone