JAKARTA - Gesits Raya tahun 2023 kini bisa ditemukan di pasar motor bekas dengan harga sekitar Rp10 juta. Penurunan harga yang sangat besar menjadi sorotan dalam sebuah ulasan, meski motor listrik ini dinilai punya posisi berkendara nyaman, suspensi empuk, dan konsumsi baterai lebih irit.
Gesits Raya merupakan motor listrik yang memiliki karakter berbeda dari Gesits G1. Perbedaan utamanya berada pada motor penggerak dan controller. Gesits Raya menggunakan dinamo 1.500 watt dengan controller EM50, sedangkan G1 memakai motor dan controller dengan spesifikasi lebih tinggi.
Motor listrik ini juga mengusung desain yang menyerupai skuter matik. Setangnya menggunakan model telanjang dan panel instrumennya sudah full digital.
Baca Juga: GESITS 2026 Makin Modern, Motor Listrik Buatan Indonesia Ini Punya Sejumlah Pembaruan
Pada bagian depan, Gesits Raya menggunakan rem cakram dengan kaliper double piston. Peleknya juga memiliki desain yang disebut menyerupai Honda Vario. Sistem pengereman belakang menggunakan cakram.
Dinamo Mid Drive dan Baterai Bisa Dua Unit
Salah satu keunggulan Gesits Raya dalam ulasan tersebut adalah penggunaan sistem mid drive. Motor listrik tidak berada langsung di bagian roda seperti sistem hub drive.
Sistem tersebut membuat penggantian pelek lebih mudah jika mengalami kerusakan. Penggerak menggunakan belt atau panbel yang masih bisa diganti dengan komponen lain, termasuk rantai.
Bagian kaki-kaki juga mendapat penilaian positif. Suspensi depan memang disebut sempat menimbulkan suara glodak, tetapi karakter peredamannya tetap empuk.
Suspensi belakang bahkan menjadi salah satu bagian yang paling dipuji. Saat digunakan berkendara, suspensi disebut terasa sangat lembut sehingga membuat posisi berkendara lebih nyaman.
Jok Gesits Raya juga tergolong lebar. Posisi kaki memungkinkan pengendara sedikit selonjor sehingga terasa santai ketika digunakan untuk perjalanan dalam kota.
Gesits Raya menggunakan baterai yang menjadi standar pada model tersebut. Dalam ulasan disebutkan satu baterai memiliki klaim jarak tempuh hingga 60 kilometer.
Namun, jarak efektifnya diperkirakan berada di kisaran 50 kilometer lebih, tergantung pemakaian. Kapasitas baterai dapat ditambah hingga dua unit.
Di bawah jok juga tersedia ruang untuk komponen kelistrikan, termasuk MCB dan tempat charger. Terdapat pula kompartemen yang bisa digunakan untuk membawa barang kecil serta port USB.
Harga Bekas Jadi Sorotan
Hal yang paling menarik dari ulasan Gesits Raya adalah harga bekasnya. Motor keluaran 2023 yang sebelumnya dibanderol sekitar Rp23 juta hingga hampir Rp25 juta kini disebut bisa didapat dengan harga sekitar Rp10 juta.
Penurunan tersebut dinilai cukup besar. Pengulas kemudian membandingkan penyusutan harga Gesits Raya dengan motor bensin sekelasnya.
Dalam perhitungan yang disampaikan, penghematan biaya bahan bakar sekitar Rp300 ribu per bulan belum tentu mampu menutup penyusutan harga kendaraan dalam waktu kurang dari dua tahun.
Pengulas menyebut contoh motor bensin yang dibeli pada 2023 dengan harga hampir Rp25 juta masih memiliki nilai jual bekas lebih tinggi. Karena itu, keuntungan dari sisi biaya operasional perlu dibandingkan dengan nilai penyusutan kendaraan.
Meski mengkritik aspek tersebut, pengalaman berkendara Gesits Raya justru mendapat penilaian positif. Motor disebut enak untuk selap-selip dan nyaman digunakan di jalan lingkungan maupun dalam kota.
Tarikannya memang tidak dianggap istimewa. Dengan dinamo 1.500 watt, performanya disebut cukup untuk kebutuhan harian dan tidak sekuat Gesits G1.
Keunggulan lainnya adalah pengguna tidak perlu melakukan penggantian oli mesin maupun servis CVT seperti pada motor bensin. Namun, pengulas juga menyoroti aspek lingkungan dengan menyebut sumber listrik pembangkit masih menjadi bagian dari persoalan emisi.
Secara keseluruhan, Gesits Raya dinilai menawarkan kombinasi handling yang baik, suspensi empuk, rem yang nyaman, jok lebar, serta konsumsi baterai yang relatif irit. Namun, calon pembeli motor bekas tetap perlu mempertimbangkan kondisi baterai, usia kendaraan, dan besarnya penyusutan harga.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Ikhsan Jumaris