JAKARTA - Yadea Osta menjadi motor listrik yang diuji untuk aktivitas harian seorang pekerja kantoran selama lebih dari satu minggu. Dari pemakaian tersebut, motor listrik ini dinilai unggul dalam kenyamanan, kapasitas baterai, fitur digital, serta biaya operasional yang rendah.
Pengalaman tersebut dibagikan Randi Walin Nugraha melalui video di kanal YouTube-nya. Ia menggunakan Yadea Osta untuk perjalanan pulang-pergi kantor dan merasakan langsung sejumlah kelebihan sekaligus kekurangannya.
Salah satu catatan utama berada pada performa. Menurut Randi, Yadea Osta masih terasa kurang kencang untuk motor listrik dengan harga sekitar Rp24,8 juta.
Baca Juga: Perbandingan Polytron, Yadea, dan Indomobil 2026: Mana Motor Listrik Terbaik?
Dalam mode Sport, kecepatan yang terlihat di speedometer berada di kisaran 75 km/jam tanpa beban. Saat digunakan di jalan menurun Juanda, kecepatannya tercatat sekitar 72 km/jam di speedometer.
Sementara itu, aplikasi Strava sempat mencatat kecepatan 78-79 km/jam. Namun, Randi menilai sensasi berkendaranya tidak terasa sekencang angka tersebut.
Yadea Osta sebenarnya memiliki mode Boost yang dapat diaktifkan dengan menarik gas dua kali. Dalam kondisi tanpa beban, kecepatannya bisa mencapai sekitar 81 km/jam.
Baca Juga: Review Yadea G8S Pro Setelah 2 Tahun: Baterai Jadi Catatan Penting
Meski demikian, tambahan tenaga tersebut dinilai belum memberikan perbedaan besar ketika digunakan di jalan. Randi berharap motor ini memiliki top speed sekitar 80-85 km/jam.
Dinamo 1.500 Watt Jadi Catatan
Performa menanjak juga menjadi salah satu kekurangan yang dirasakan. Yadea Osta menggunakan dinamo berdaya 1.500 watt.
Saat melalui tanjakan pengujian, kecepatannya disebut turun dari sekitar 34 km/jam menjadi hanya 12 km/jam. Kondisi tersebut membuat Randi merasa tenaga motor masih kurang.
Baca Juga: Review Yadea G8S Pro Setelah 2 Tahun: Baterai Jadi Catatan Penting
“Harapan gua dengan harga 24,8 mungkin bisa dikasih entah 2.000, 2.500 atau bahkan mungkin 3.000,” ujar Randi dalam videonya.
Suspensi depan juga masih memiliki sedikit bunyi ketika melewati polisi tidur yang cukup tajam dengan kecepatan lebih tinggi. Namun, ia menilai suspensi Yadea Osta sudah lebih nyaman dibandingkan generasi sebelumnya yang ia gunakan.
Kapasitas bagasi turut menjadi catatan. Ruang penyimpanan masih bisa menampung jas hujan, sandal, charger, kanebo, dan kabel extension. Namun, jas hujan berukuran 5XL miliknya tidak dapat dimasukkan.
Baca Juga: Bukan Cuma Hemat, Ini Pengalaman 2 Tahun Pakai Yadea G8S Pro hingga Ganti Baterai
Sektor pengisian daya juga belum memiliki informasi mengenai dukungan fast charging dari pabrikan. Yadea Osta yang digunakan memiliki baterai 45 Ah, sedangkan charger bawaan berdaya 6 ampere.
Dari pengalamannya, pengisian baterai dari 62 persen hingga 97 persen membutuhkan beberapa jam. Randi memperkirakan pengisian dari kondisi kosong hingga penuh membutuhkan sekitar enam sampai tujuh jam.
Baterai Besar dan Fitur Melimpah
Di sisi lain, Yadea Osta memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya cocok untuk mobilitas harian. Suspensi belakang menjadi salah satu bagian yang paling disukai karena terasa empuk dan nyaman.
Baca Juga: Yadea G8S Pro Dipakai 2 Tahun, Biaya Listrik Cuma Rp50 Ribu tapi Ada Catatan Penting
Posisi duduk juga dinilai lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. Dengan tinggi badan 171 sentimeter, Randi masih dapat menapak menggunakan kedua kaki dengan sempurna.
Deck yang luas juga memberikan ruang cukup untuk kaki. Menurutnya, area tersebut masih memungkinkan digunakan membawa barang seperti galon atau tabung gas.
Yadea Osta varian tertinggi yang digunakannya memiliki baterai 45 Ah. Sementara varian di bawahnya menggunakan baterai 30 Ah. Baterai pada unit yang digunakan juga mendapatkan garansi resmi selama tiga tahun.
Baca Juga: Yadea G8S Pro Dipakai 2 Tahun, Biaya Listrik Cuma Rp50 Ribu tapi Ada Catatan Penting
Fitur lain yang mendapat apresiasi adalah layar speedometer TFT. Layarnya disebut tajam dan mudah dibaca, sekaligus menampilkan informasi seperti jam, trip, dan persentase baterai.
Motor ini juga dapat terhubung dengan aplikasi Yadea. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat menyalakan motor, membuka jok, memantau lokasi melalui GPS, serta melihat riwayat perjalanan dan konsumsi baterai.
Aplikasi tersebut juga menyediakan pengaturan kendaraan, termasuk electronic fence, pengaturan respons gas, TCS, HDC, satuan jarak, volume kendaraan, hingga fitur mematikan motor secara otomatis setelah menggunakan standar samping.
Baca Juga: 2 Tahun Pakai Yadea G8S Pro, Pengguna Bongkar Kelebihan dan Masalah Baterainya
Namun, fitur navigasi pada unit yang digunakan Randi belum dapat dipakai. Ia tidak bisa mengakses menu pencarian lokasi, meski fitur tersebut terlihat tersedia pada aplikasi.
Yadea Osta juga dibekali cruise control dan HDC. Lampu utama menjadi fitur lain yang mendapat pujian karena dinilai sangat terang ketika digunakan pada malam hari.
Untuk perjalanan rumah-kantor sejauh sekitar 78 kilometer pulang-pergi, Randi menyebut pengisian ulang membutuhkan sekitar 2,9 kWh. Dengan tarif listrik rumah yang digunakannya, biaya pengisian tersebut disebut tidak sampai Rp5.000.
Baca Juga: 2 Tahun Pakai Yadea G8S Pro, Pengguna Bongkar Kelebihan dan Masalah Baterainya
Berdasarkan pengalaman tersebut, Yadea Osta dinilai cocok untuk pekerja kantoran dengan pola perjalanan rutin. Motor ini juga dianggap sesuai untuk aktivitas di sekitar kompleks, mengantar anak sekolah, atau berbelanja karena kapasitas baterainya cukup besar.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : randy waluya nugraha