Yadea Osta Resmi Meluncur, Punya Jarak Tempuh 150 Km dan Fitur Melimpah

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 21:15 WIB
Yadea Osta menawarkan jarak tempuh 150 km, baterai 45 Ah, GPS, cruise control, HDC, TCS, dan fitur pintar lainnya. (Gemini AI)
Yadea Osta menawarkan jarak tempuh 150 km, baterai 45 Ah, GPS, cruise control, HDC, TCS, dan fitur pintar lainnya. (Gemini AI)

JAKARTA - Yadea Osta menjadi motor listrik terbaru yang diperkenalkan Yadea di Indonesia. Model ini menawarkan jarak tempuh hingga 150 kilometer, baterai 45 Ah, serta sederet fitur pintar dan keselamatan yang terintegrasi dengan aplikasi.

Yadea Osta memiliki desain yang sekilas mengingatkan pada sejumlah skuter konvensional. Bagian lampunya disebut menyerupai Vespa Sprint, sementara lampu sein dan bagian belakangnya memiliki kemiripan dengan model skuter lain.

Dalam video ulasannya, Febri menilai desain dan kualitas rakitan Yadea Osta cukup baik. Ia menyebut setiap bagian motor terlihat menyatu, mulai dari batok, sepatbor, bodi hingga footstep belakang.

Baca Juga: Perbandingan Polytron, Yadea, dan Indomobil 2026: Mana Motor Listrik Terbaik?

Menurutnya, tidak terlihat bagian bodi yang penyok atau kurang presisi ketika motor diperiksa secara langsung. Warna bodinya juga disebut bukan hitam polos karena memiliki nuansa hijau.

Yadea sendiri merupakan merek asal China yang berdiri sejak 2001 dan fokus pada kendaraan listrik. Produknya mencakup motor listrik, sepeda listrik, dan skuter listrik.

Merek tersebut masuk ke Indonesia pada 2023. Dalam video, Yadea juga disebut telah mencatat penjualan lebih dari 100 juta unit secara global.

Baca Juga: Review Yadea G8S Pro Setelah 2 Tahun: Baterai Jadi Catatan Penting

Baterai 45 Ah, Jarak Tempuh 150 Km

Yadea Osta hadir dalam dua tipe, yakni H dan P. Varian P yang digunakan dalam pengujian merupakan tipe tertinggi dengan baterai 72 volt 45 Ah atau setara 3,24 kWh.

Kapasitas tersebut diklaim mampu memberikan jarak tempuh hingga 150 kilometer. Febri mengaku sempat membawa motor dari Tangerang Selatan menuju Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, kemudian kembali ke Tangerang Selatan.

Setelah perjalanan tersebut, baterai disebut masih tersisa cukup banyak. Kecepatan maksimum yang diklaim Yadea berada di angka 60 km/jam, tetapi hasil pengujian menunjukkan angka berbeda.

Baca Juga: Yadea G8S Pro Dipakai 2 Tahun, Biaya Listrik Cuma Rp50 Ribu tapi Ada Catatan Penting

Dalam mode Sport, kecepatan Yadea Osta yang dicoba Febri mencapai sekitar 71 km/jam. Menurutnya, kemampuan tersebut sudah cukup untuk penggunaan di jalan perkotaan.

Motor ini juga memiliki tiga mode berkendara, yakni Free, Sport, dan mode lainnya. Mode Free dapat disesuaikan melalui aplikasi Yadea.

Dari sisi kepraktisan, tersedia kompartemen depan yang cukup dalam. Area tersebut juga dilengkapi dua port USB-C dan satu USB-A. Selain itu, terdapat cantolan untuk membawa barang belanjaan.

Baca Juga: Review Yadea G8S Pro Setelah 2 Tahun: Baterai Jadi Catatan Penting

Yadea Osta menggunakan panel instrumen TFT yang menampilkan informasi seperti jam, indikator lampu, Bluetooth, kecepatan, trip, dan sisa baterai.

Menariknya, layar tersebut juga dapat menampilkan navigasi yang terintegrasi dengan aplikasi Yadea. Pengguna dapat memasukkan tujuan melalui Google Maps, kemudian petunjuk arah ditampilkan pada layar motor.

Fitur Pintar dan Keselamatan Jadi Andalan

Salah satu daya tarik Yadea Osta adalah integrasi dengan aplikasi. Pengguna dapat menyalakan atau mematikan motor dari aplikasi, membuka jok, memantau posisi kendaraan melalui GPS, serta melakukan pembaruan sistem secara gratis melalui OTA.

Baca Juga: 2 Tahun Pakai Yadea G8S Pro, Pengguna Bongkar Kelebihan dan Masalah Baterainya

Fitur keselamatannya juga cukup lengkap. Motor ini memiliki cruise control yang dapat diaktifkan pada kecepatan minimal 25 km/jam. Fitur tersebut dapat dilepas dengan menekan tombol atau menggunakan rem.

Ada pula Hill Descent Control (HDC) yang membantu menahan laju motor ketika melewati turunan curam. Sementara Traction Control System (TCS) membantu mengurangi risiko selip, termasuk ketika kendaraan melewati permukaan licin.

Yadea Osta juga mempunyai electronic fence atau pembatas area berkendara yang dapat diatur melalui aplikasi. Jika kendaraan keluar dari batas yang ditentukan, sistem akan bekerja sesuai pengaturan tersebut.

Baca Juga: Review Yadea G8S Pro Setelah 2 Tahun: Baterai Jadi Catatan Penting

Untuk keamanan, tersedia alarm serta sejumlah fitur lain seperti lost reporting mode, password unlock, emergency contact, dan pengaturan sensitivitas alarm.

Motor juga dibekali push assist untuk membantu ketika kendaraan didorong. Saat fitur tersebut digunakan, kecepatan dibatasi sekitar 5 km/jam.

Dari sisi perlindungan terhadap cuaca, Yadea Osta disebut memiliki sertifikasi IP7. Lampu utamanya menggunakan LED dan diklaim memiliki intensitas sekitar 32 candela sehingga memberikan penerangan yang terang saat malam.

Baca Juga: Bukan Cuma Hemat, Ini Pengalaman 2 Tahun Pakai Yadea G8S Pro hingga Ganti Baterai

Yadea Osta dijadwalkan meluncur pada 2 April 2026. Harga varian H mulai Rp19,9 juta, sedangkan tipe P dibanderol Rp24,8 juta.

Dengan kombinasi baterai besar, jarak tempuh hingga 150 kilometer, fitur pintar, serta perangkat keselamatan yang lengkap, Osta diposisikan sebagai salah satu produk Yadea dengan teknologi yang cukup melimpah.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : Halotomotif
Yadea Indonesia Yadea Osta motor listrik 150 km motor listrik Yadea motor listrik