Polytron Fox 350 Diuji 136 Km, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 19:05 WIB
Polytron Fox 350 diuji hingga 136 km dengan sisa baterai 4 persen. Simak performa, fitur, kenyamanan, dan kekurangannya.(pinterest)
Polytron Fox 350 diuji hingga 136 km dengan sisa baterai 4 persen. Simak performa, fitur, kenyamanan, dan kekurangannya.(pinterest)

JAKARTA - Polytron Fox 350 menjadi penerus Fox R yang sebelumnya disebut sebagai motor listrik terlaris Polytron. Setelah dipakai lebih dari sepekan, motor ini mampu menempuh 136 kilometer dalam pengujian dengan mode D dan kecepatan maksimal sekitar 50 km/jam.

Polytron Fox 350 membawa sejumlah perubahan dibanding Fox R. Performa dasarnya masih serupa, tetapi Polytron memberikan sejumlah peningkatan pada sistem penggerak, kenyamanan berkendara, fitur, hingga desain bodi.

Motor ini juga ditawarkan dengan skema sewa baterai. Dengan skema tersebut, harga awal kendaraan menjadi lebih terjangkau karena baterai tidak termasuk dalam pembelian awal.

Berdasarkan penjelasan dalam video, sejak Fox pertama kali diperkenalkan pada 2023, seluruh seri Fox telah terjual sekitar 40.000 unit. Fox R sendiri disebut menyumbang sekitar 70 persen atau sekitar 28.000 hingga 30.000 unit.

Performa Masih Serupa, Respons Gas Lebih Baik

Secara spesifikasi performa, Polytron Fox 350 masih memiliki motor listrik 3 kW dengan tenaga puncak 6,4 kW. Torsi puncaknya mencapai 187 Nm, sedangkan kecepatan maksimal diklaim 95 km/jam.

Baca Juga: Turnamen Bahlil Mini Soccer Zona 4 Kediri Bakal Sengit, Peserta Diminta Junjung Sportivitas

Jarak tempuh yang disebut mencapai 135 kilometer juga masih sama seperti Fox R. Namun, versi terbaru mendapatkan sejumlah penyempurnaan.

Salah satunya regenerative brake. Sistem tersebut memberikan efek pengereman ketika gas dilepas sekaligus membantu mengisi kembali energi ke baterai.

Fox 350 juga dinilai memiliki respons bukaan gas yang lebih baik. Pada Fox R, terdapat jeda ketika gas kembali dibuka setelah berhenti. Di Fox 350, respons sejak bukaan awal terasa lebih langsung dan mengalir hingga ke kecepatan tinggi.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah performa ketika kapasitas baterai mulai berkurang. Menurut pengujian, respons motor masih relatif konsisten saat baterai berada di 100 persen, 50 persen, maupun 25 persen.

Mode S dapat digunakan hingga baterai tersisa 20 persen. Setelah berada di bawah angka tersebut, motor otomatis berpindah ke mode D. Bahkan ketika baterai tinggal 5 persen, motor masih dapat melaju hingga sekitar 60 km/jam dalam kondisi tertentu.

Fox 350 juga sudah dilengkapi hill start assist atau HSA. Fitur tersebut dapat aktif setelah rem ditekan selama sekitar tiga sampai empat detik. Sistem kemudian menahan motor agar tidak langsung bergerak ketika rem dilepas di tanjakan.

Jarak Tempuh Tembus 136 Kilometer

Pengujian jarak tempuh menjadi salah satu bagian menarik dari review Polytron Fox 350. Motor diisi hingga 100 persen, kemudian digunakan dalam mode D dengan kecepatan tidak lebih dari 50 km/jam.

Baca Juga: Samsung Galaxy S27 Ultra Dikabarkan Ubah Desain Kamera, Telefoto 3x Jadi Sorotan

Perjalanan dilakukan di rute Jakarta dan Bogor. Motor sempat melewati kawasan Tajur, kemudian kembali menuju Jakarta hingga Pondok Indah dan Kebayoran.

Hasilnya, Fox 350 mampu menempuh 136 kilometer dengan sisa baterai 4 persen. Pengujian dilakukan dengan kondisi jalan relatif datar dan gaya berkendara santai.

Dalam pengujian lain, motor digunakan penuh dengan mode S dan akselerasi lebih agresif. Hasilnya, jarak tempuh mencapai 92,7 kilometer.

Motor ini menggunakan baterai lithium iron phosphate atau LFP yang ditempatkan di bagian tengah. Baterai tidak dapat dilepas dan pengisian dilakukan melalui charger onboard.

Waktu pengisian baterai sekitar empat sampai lima jam. Tersedia pula opsi fast charging yang disebut mampu menambah jarak tempuh sekitar 10 kilometer dalam 10 menit. Namun, perangkat tersebut dijual terpisah.

Riding Position Lebih Nyaman, Suspensi Masih Jadi Catatan

Dibanding Fox R, posisi berkendara Fox 350 dinilai lebih nyaman. Dek dibuat lebih rendah sehingga kaki tidak terlalu tinggi. Posisi stang juga dibuat lebih pendek sehingga terasa lebih sporty.

Namun, posisi kaki masih dianggap terlalu lebar. Setelah berkendara sekitar 30 hingga 45 menit, bagian paha dalam bisa terasa pegal. Jok depan juga disebut empuk, tetapi busanya tidak terlalu tebal sehingga kurang nyaman untuk perjalanan panjang.

Handling menjadi salah satu sisi yang mendapat penilaian positif. Fox 350 terasa cukup lincah untuk digunakan di kemacetan. Peleknya kini lebih kecil, dari 3,5 inci menjadi 3 inci, sementara ban tetap berukuran 110.

Kekurangan lainnya ada pada suspensi. Suspensi terasa lebih empuk dibanding generasi sebelumnya, tetapi dinilai terlalu lembut dengan kompresi yang cepat. Kondisi tersebut membuat suspensi mudah mentok ketika melewati polisi tidur, lubang, atau saat pengereman.

Dari sisi fitur, Fox 350 sudah menggunakan sistem keyless, alarm, remote, cruise control, mode mundur, USB Type-C, serta bagasi yang mampu menampung helm open face.

Dengan harga sekitar Rp15 jutaan, Polytron Fox 350 dinilai masih menarik karena menawarkan jarak tempuh lebih dari 100 kilometer dalam penggunaan tertentu, performa yang relatif konsisten, dan sejumlah peningkatan dibanding Fox R.

Editor : Maylanni Diana Fitri
fox r otomotif motor listrik Polytron polytron fox 350 motor listrik