JAKARTA - Polytron Fox 350 menawarkan kombinasi harga awal yang terjangkau dan jarak tempuh yang cukup jauh. Dalam pengujian, motor listrik ini mampu melaju hingga 136 kilometer dengan sekali pengisian baterai menggunakan mode D dan kecepatan maksimal sekitar 50 km/jam.
Polytron Fox 350 merupakan penerus Fox R. Motor tersebut membawa sejumlah perubahan pada sistem penggerak, posisi berkendara, handling, hingga fitur pendukung.
Salah satu daya tarik utamanya adalah harga. Polytron Fox 350 ditawarkan mulai sekitar Rp15 jutaan dengan skema sewa baterai. Baterai tidak termasuk dalam harga pembelian awal sehingga banderol motor bisa ditekan.
Harga baterai yang disebut dalam review mencapai Rp17,5 juta. Sementara untuk skema sewa, pengguna dikenakan biaya Rp200.000 per bulan, di luar biaya pengisian listrik di rumah.
Skema tersebut memberikan keuntungan lain. Jika baterai mengalami penurunan performa, pengguna yang menyewa baterai dapat mengajukan klaim kepada Polytron untuk mendapatkan penggantian.
Sementara jika membeli baterai sekaligus, garansi baterainya disebut hanya tiga tahun. Untuk skema pembelian bersama baterai, harga motor dan baterai juga mendapat subsidi sehingga totalnya disebut sekitar Rp17,5 juta.
Diuji Sampai 136 Kilometer
Kemampuan jarak tempuh menjadi salah satu bagian utama dalam pengujian Polytron Fox 350.
Baca Juga: Xiaomi 17 Bawa Baterai 7.000 mAh, HP Compact Ini Makin Buas tapi Ada Satu Catatan
Motor diisi hingga 100 persen, kemudian digunakan dalam mode D. Kecepatan dibatasi tidak lebih dari 50 km/jam. Dalam perjalanan tersebut, motor mampu menempuh 136 kilometer dengan sisa baterai 4 persen.
Pengujian dilakukan melalui rute Jakarta dan Bogor. Motor sempat melewati kawasan Tajur sebelum kembali menuju Jakarta hingga Pondok Indah dan Kebayoran.
Dengan sisa baterai tersebut, motor dinilai masih berpotensi mencapai sekitar 140 kilometer. Namun, hasil tersebut sangat bergantung pada kondisi pemakaian.
Pengujian dilakukan dengan kecepatan relatif rendah, jalan yang cenderung datar, serta bukaan gas yang santai. Karena itu, hasil tersebut tidak bisa disamakan dengan penggunaan pada kecepatan tinggi secara terus-menerus.
Pengujian kedua dilakukan dengan mode S. Motor digunakan dengan gaya berkendara lebih agresif dan akselerasi lebih sering dibuka penuh.
Hasilnya, jarak tempuh mencapai 92,7 kilometer. Angka tersebut masih mendekati 100 kilometer meskipun motor digunakan dengan mode berkendara yang lebih boros energi.
Menariknya, mode S hanya dapat digunakan hingga kapasitas baterai tersisa 20 persen. Setelah melewati batas tersebut, sistem otomatis berpindah ke mode D.
Performa Tak Banyak Berubah
Dari sisi performa, Polytron Fox 350 masih memiliki karakter yang mirip dengan Fox R.
Baca Juga: Xiaomi 17 Buktikan HP Compact Tak Harus Kompromi, Baterai 6.330 mAh Jadi Senjata
Motor listriknya memiliki daya 3 kW dengan tenaga puncak 6,4 kW. Torsi puncak mencapai 187 Nm, sedangkan kecepatan maksimal disebut bisa mencapai 95 km/jam.
Perubahan justru terasa pada respons bukaan gas. Pada Fox R, terdapat jeda ketika gas kembali dibuka setelah berhenti. Pada Fox 350, respons gas dinilai lebih langsung sejak putaran awal.
Motor ini juga mendapatkan regenerative brake. Sistem tersebut memberikan efek pengereman ketika gas dilepas sekaligus membantu mengembalikan energi ke baterai.
Performa juga disebut relatif konsisten ketika kapasitas baterai menurun. Bahkan dengan baterai tersisa sedikit, respons motor masih terasa mirip.
Fox 350 menggunakan baterai lithium iron phosphate atau LFP. Baterai ditempatkan di bagian tengah motor dan tidak dapat dilepas.
Pengisian dilakukan melalui charger onboard dengan waktu sekitar empat hingga lima jam. Polytron juga menyediakan perangkat fast charging secara terpisah dengan harga sekitar Rp2,7 juta.
Lebih Nyaman dari Fox R
Selain efisiensi dan jarak tempuh, Polytron melakukan perubahan pada posisi berkendara. Dek dibuat lebih rendah dibanding Fox R sehingga posisi kaki terasa lebih nyaman.
Stang juga dibuat lebih pendek. Hasilnya, posisi berkendara terasa lebih sporty dan tidak terlalu tinggi.
Handling Fox 350 dinilai cukup lincah untuk digunakan di tengah kemacetan. Pelek depan juga diperkecil dari 3,5 inci menjadi 3 inci, sementara ban tetap berukuran 110.
Namun, kenyamanan belum sepenuhnya sempurna. Posisi kaki yang cukup lebar dapat membuat paha bagian dalam terasa pegal setelah berkendara sekitar 30 hingga 45 menit.
Suspensi juga menjadi catatan. Karakternya lebih empuk dibandingkan versi sebelumnya, tetapi dinilai terlalu lembut dan mudah mentok ketika melewati jalan berlubang, polisi tidur, atau saat melakukan pengereman.
Meski masih memiliki sejumlah kekurangan, Polytron Fox 350 dinilai menawarkan paket yang cukup menarik di kisaran harga Rp15 jutaan. Terutama bagi pengguna yang mengutamakan jarak tempuh, biaya awal pembelian, serta kepraktisan motor listrik untuk aktivitas harian.
Editor : Maylanni Diana Fitri