Polytron Fox 350 Dipakai 1.500 Km, Pengguna Cerita Indikator M hingga Setir Putus

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 19:20 WIB
Pengguna Polytron Fox 350 membagikan pengalaman setelah 1.500 km, mulai indikator M berulang hingga setir disebut putus.(pinterest)
Pengguna Polytron Fox 350 membagikan pengalaman setelah 1.500 km, mulai indikator M berulang hingga setir disebut putus.(pinterest)

JAKARTA - Pengalaman menggunakan Polytron Fox 350 dibagikan seorang pengguna setelah sekitar tiga bulan pemakaian. Motor listrik yang dibeli seharga Rp16.550.000 itu disebut mulai mengalami masalah ketika jarak tempuh mencapai sekitar 1.500 kilometer.

Pengguna tersebut menceritakan pengalamannya melalui sebuah video. Ia menegaskan bahwa seluruh cerita yang disampaikan merupakan pengalaman pribadi dan tidak mewakili pengguna Polytron Fox 350 lainnya.

Motor dipesan pada 20 November 2025. Unit kemudian diterima pada 4 Desember 2025. Setelah motor datang, pengguna membayar biaya sewa baterai selama satu tahun sebesar Rp2,2 juta.

Masalah mulai muncul pada Februari 2026. Saat motor digunakan, indikator berupa huruf “M” di bagian indikator ECU disebut beberapa kali menyala.

Menurut pengguna, kemunculan indikator tersebut berdampak pada performa motor. Saat sedang berjalan, motor tiba-tiba tidak bisa digas sehingga harus berhenti terlebih dahulu.

Motor terkadang harus dimatikan dan dinyalakan kembali sebelum dapat digunakan secara normal.

Indikator M Kembali Menyala Setelah Home Service

Pengguna mengaku biasanya mengendarai motor dengan kecepatan sekitar 30–40 kilometer per jam. Ia juga menyebut motor tidak digunakan untuk berkendara dengan kecepatan tinggi.

Baca Juga: Xiaomi 17 Bawa Baterai 7.000 mAh, HP Compact Ini Makin Buas tapi Ada Satu Catatan

Masalah tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak service center (SC) Jember melalui marketing dan customer service.

Kendala muncul karena lokasi service center cukup jauh dari tempat tinggal pengguna. Jaraknya disebut sekitar 70 kilometer.

Pengguna mengatakan dirinya sempat diminta membawa motor langsung ke service center. Namun, menurutnya, hal tersebut sulit dilakukan karena motor justru sering kehilangan tenaga saat digunakan.

Setelah meminta home service, teknisi datang pada 9 Februari 2026. Salah satu komponen di bagian jok kemudian disebut diganti.

Setelah perbaikan, pengguna mencoba motor dengan berkeliling kompleks. Saat itu indikator disebut tidak kembali menyala.

Namun, masalah kembali muncul pada malam harinya setelah motor digunakan sekitar 5 kilometer. Keesokan paginya, indikator tersebut juga kembali menyala ketika motor digunakan untuk mengantar anak sekolah.

Pengguna kembali melaporkan masalah tersebut. Ia kemudian mendapat informasi bahwa peralatan untuk pemeriksaan tidak dapat dibawa sehingga motor perlu dibawa ke service center.

Setir Disebut Putus Saat Jarak Tempuh 1.500 Km

Masalah lain kemudian muncul ketika jarak tempuh motor mencapai sekitar 1.500 kilometer.

Baca Juga: Xiaomi 17 Buktikan HP Compact Tak Harus Kompromi, Baterai 6.330 mAh Jadi Senjata

Pengguna mengatakan bagian setir motor mengalami kondisi yang disebutnya “putus”. Ia menegaskan kondisi tersebut bukan sekadar setir longgar atau oblak.

Menurut pengguna, kejadian tersebut berpotensi membahayakan apabila terjadi ketika motor sedang melaju dalam kecepatan tinggi.

Ia kemudian menghubungi pihak terkait dan mengirimkan video mengenai kondisi setir tersebut.

Teknisi selanjutnya datang ke lokasi. Bagian setir yang bermasalah kemudian diganti.

Pada kesempatan tersebut, pengguna kembali menyampaikan masalah indikator “M” yang sebelumnya masih muncul. Namun, ia mengatakan kembali mendapat arahan agar motor dibawa ke service center Jember karena alat pemeriksaan tidak dapat dibawa.

Pengguna juga mempertanyakan apa yang harus dilakukan apabila motor kembali berhenti di tengah perjalanan menuju service center.

Dalam video tersebut, pengguna mengaku hingga saat pengalaman itu dibagikan, indikator “M” masih kembali menyala.

Pengguna Soroti Akses Service Center

Selain persoalan teknis, pengalaman tersebut membuat pengguna menyoroti akses layanan purnajual.

Menurutnya, keberadaan service center menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli motor listrik. Terlebih, ia mengaku harus menempuh perjalanan sekitar 70 kilometer untuk mendapatkan layanan di service center terdekat.

Ia juga menceritakan proses pengambilan STNK dan BPKB. Dokumen tersebut disebut dapat diambil sekitar satu bulan setelah pembelian, tetapi pengguna harus mengambilnya langsung ke service center yang berada di luar kota.

Di sisi lain, pengguna tetap mengakui bahwa penggunaan motor listrik memiliki keuntungan dari sisi pengeluaran bahan bakar. Ia tidak perlu membeli BBM seperti ketika menggunakan motor konvensional.

Namun, berdasarkan pengalamannya, penghematan tersebut diikuti tantangan lain ketika motor mengalami masalah.

Pengguna menegaskan kembali bahwa pengalaman tersebut bersifat subjektif. Ia tidak menyebut seluruh Polytron Fox 350 mengalami persoalan yang sama.

Menurutnya, pengguna lain bisa saja mendapatkan unit dengan kondisi berbeda dan pengalaman yang lebih baik.

Karena itu, ia menyarankan calon pembeli mempertimbangkan lokasi service center sebelum membeli. Pengalaman tersebut, kata dia, menjadi bahan pertimbangan agar calon konsumen lebih siap terhadap kemungkinan yang dapat terjadi setelah pembelian.

Bagi pengguna tersebut, Polytron Fox 350 bukan hanya menjadi alat transportasi. Pengalaman selama menggunakannya juga menjadi pelajaran mengenai kesabaran, waktu, dan kesiapan menghadapi kendala kendaraan.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Pengalaman pengguna service center Polytron motor listrik Polytron polytron fox 350 motor listrik