JAKARTA - Honda EM1 e menawarkan pengalaman berkendara yang disebut berbeda dari motor listrik murah lainnya. Dengan harga sekitar Rp3 juta hingga Rp3,5 juta on the road Jakarta, motor listrik ini mengandalkan handling lincah, pengereman yang terasa natural, serta baterai 1,4 kWh dengan jarak tempuh sekitar 41 kilometer.
Dalam pengujian AutonetMagz, Honda EM1 e dinilai memiliki karakter berkendara yang lebih mendekati motor konvensional dibandingkan sepeda listrik. Motor ini memiliki posisi berkendara dengan tinggi jok 740 mm. Penguji dengan tinggi badan 167 cm masih dapat menapak dengan sempurna.
Dari sisi dimensi, Honda EM1 e menggunakan dek kaki yang cukup luas dan posisi berkendara yang disebut mirip Honda BeAT. Bobot kosongnya mencapai 94 kg untuk versi standar dan 96 kg untuk versi Plus, belum termasuk baterai yang memiliki bobot sekitar 10 kg.
Handling menjadi salah satu keunggulan yang paling ditekankan. Honda EM1 e terasa lincah ketika digunakan bermanuver dan berpindah jalur di dalam kota. Karakternya disebut mirip BeAT sehingga masih nyaman digunakan untuk kebutuhan komuter.
Suspensinya cenderung terasa kaku. Bagian depan menggunakan teleskopik, sedangkan belakang sudah memakai dual shock. Kenyamanan kemudian terbantu oleh jok yang empuk.
Tenaga Instan, Kecepatan Terbatas
Honda EM1 e menghasilkan tenaga 2,3 PS dengan torsi 90 Nm. Karakter motor listrik membuat torsi terasa instan sejak putaran awal.
Baca Juga: Logam Mulia Galeri 24 Pegadaian Layak Dibeli? Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Namun, kemampuan tersebut tidak diikuti kecepatan puncak yang tinggi. Dalam kondisi standar, top speed Honda EM1 e berada di 45 km/jam. Sementara mode Eco membatasi kecepatan sekitar 30 km/jam.
Karena itu, motor ini lebih cocok digunakan untuk perjalanan dalam kota dengan kecepatan relatif rendah. Penguji mengingatkan pengguna agar berhati-hati ketika membawa Honda EM1 e ke jalan raya yang membutuhkan kecepatan lebih tinggi.
Sektor pengereman menggunakan Combi Brake System. Ketika rem belakang ditarik, rem depan turut bekerja. Karakter pengeremannya disebut empuk dan mudah ditakar, seperti motor Honda bermesin bensin.
Hal lain yang menjadi perhatian adalah respons motor ketika pengereman dilakukan bersamaan dengan gas. Honda EM1 e tidak langsung memutus tenaga sehingga pengendara masih dapat mengatur gas dan rem ketika menikung. Karakter tersebut dinilai membuat pengalaman berkendara terasa lebih natural.
Motor ini juga menggunakan baterai yang memiliki rating IP65. Dalam pengujian melewati genangan air dengan kedalaman sekitar 30 sentimeter, baterai disebut tetap aman. Baterainya memiliki bobot sekitar 10,2 kg.
Baterai Jadi Tantangan Utama
Kapasitas baterai 1,4 kWh hanya mampu membawa Honda EM1 e menempuh sekitar 41 kilometer. Jarak tersebut menjadi salah satu kelemahan utama yang perlu dipertimbangkan calon pengguna.
Baca Juga: Perbedaan Emas Antam UBS dan Galeri 24, Ini Kelebihan serta Kekurangannya
Pengguna yang ingin mengisi daya baterai di rumah juga harus memperhitungkan charger secara terpisah. Dalam pengujian tersebut, harga charger disebut berada di kisaran Rp5 juta hingga Rp6 juta.
Sebagai alternatif, Honda menyediakan layanan penukaran baterai di dealer resmi yang mendukung sistem swap. Biayanya disebut sekitar Rp8.000 untuk setiap kali penggantian baterai.
Dari sisi penyimpanan, ruang bagasi Honda EM1 e tergolong kecil. Bagasinya hanya cukup untuk barang berukuran kecil seperti jas hujan. Tersedia pula kantong di bagian depan yang dapat menampung botol sekitar 600 ml.
Varian Plus menawarkan opsi pemasangan top box dengan perbedaan harga sekitar Rp500.000. Motor ini juga diklaim mampu membawa dua orang dengan total beban sekitar 170-180 kg.
Pada akhirnya, Honda EM1 e memiliki karakter yang cukup spesifik. Motor ini menawarkan riding quality yang terasa seperti motor konvensional, bukan sepeda listrik, dengan handling lincah dan pengereman yang mudah dikontrol.
Namun, harga sekitar Rp3 jutaan harus dibandingkan dengan jarak tempuh yang hanya sekitar 41 kilometer serta biaya charger yang relatif tinggi. Penguji juga menyoroti belum adanya suara artifisial pada motor yang dapat membantu pengguna jalan lain menyadari keberadaan kendaraan listrik tersebut.
Untuk tanjakan, mode Eco juga tidak disarankan. Pengguna dianjurkan beralih ke mode standar agar mendapatkan kecepatan maksimal 45 km/jam.
Editor : Maylanni Diana Fitri