JAKARTA - Honda EM1 e menjadi salah satu motor listrik yang masuk ke Indonesia secara resmi melalui PT Astra Honda Motor (AHM). Motor listrik ini hadir dalam dua varian, yakni Honda EM1 e dan Honda EM1 e Plus, dengan perbedaan utama pada kelengkapan dudukan box di bagian belakang.
Honda EM1 e merupakan motor listrik murni yang seluruh penggeraknya menggunakan energi listrik. Dari sisi desain, motor ini tampil berbeda dari motor Honda bermesin bensin. Bentuknya ramping dengan desain futuristik, tetapi tetap memiliki dek yang cukup lebar sehingga terasa nyaman ketika digunakan.
Pada bagian pencahayaan, Honda EM1 e sudah menggunakan sistem full LED. Lampu utama ditempatkan pada bagian bawah, sedangkan lampu jauh berada di bagian atas. Motor ini juga dilengkapi daytime running light atau DRL serta lampu sein LED.
Desain Ringkas dengan Suspensi Nyaman
Secara dimensi, Honda EM1 e memiliki bentuk yang ramping dan sekilas mengingatkan pada Honda BeAT. Namun, bagian dek dibuat lebih lebar sehingga memberikan ruang pijakan yang cukup.
Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Ultra Dipakai Sebulan, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Di bagian depan terdapat suspensi teleskopik dengan ukuran yang terlihat cukup besar untuk motor berdimensi kompak. Pelek depan menggunakan ring 12 dengan ban berukuran 90/90. Sementara itu, bagian belakang menggunakan pelek ring 10 dengan ban 100/90.
Sistem pengereman depan sudah menggunakan cakram dengan perangkat dari Nissin. Sementara rem belakang masih menggunakan tromol. Honda EM1 e juga mendapatkan standar tengah dan standar samping seperti motor konvensional.
Pada bagian belakang, desain motor dibuat cukup unik dengan spakbor terpisah. Suspensi belakang menggunakan dua shockbreaker. Swing arm yang digunakan juga terlihat kokoh. Untuk penumpang, tersedia foot step berbahan aluminium.
Masuk ke area dashboard, Honda EM1 e masih menggunakan anak kunci konvensional dan belum memakai sistem keyless. Terdapat port USB 2,1 ampere serta dua kompartemen kecil di bagian depan. Salah satunya berukuran sangat kecil sehingga lebih cocok untuk menyimpan benda kecil seperti koin.
Panel instrumen menggunakan desain bulat dengan layar LCD. Informasi yang ditampilkan mencakup speedometer, odometer, trip meter, jam, indikator baterai, serta sejumlah informasi berkendara lainnya.
Kecepatan Maksimal 45 Km/Jam
Baterai Honda EM1 e hanya menggunakan satu unit yang ditempatkan di bawah jok. Bobot baterai disebut sekitar 10 kilogram. Pengisian daya dapat dilakukan dengan dua cara, yakni melalui sistem battery swap atau mengisi baterai sendiri di rumah.
Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan calon pembeli. Charger belum termasuk dalam paket penjualan sehingga pengguna yang ingin melakukan pengisian daya sendiri harus menyediakan unit charger secara terpisah.
Baca Juga: Perbedaan Emas Antam UBS dan Galeri 24, Ini Kelebihan serta Kekurangannya
Saat dikendarai, Honda EM1 e memiliki kecepatan yang tergolong terbatas. Klaim kecepatannya berada di angka 45 km per jam pada mode Standard. Dalam pengujian, motor tersebut masih mampu mencapai sekitar 49 km per jam.
Sementara ketika mode berkendara Eco dipilih, kecepatannya turun menjadi sekitar 30 km per jam. Meski tidak menawarkan performa tinggi, karakter tenaga Honda EM1 e dinilai halus. Tarikan motor tidak terasa menyentak ketika gas diputar.
Pengendaliannya juga disebut lincah dan nyaman untuk penggunaan sehari-hari. Suspensi depan dan belakang terasa cukup nyaman, bahkan dinilai lebih empuk dibandingkan Honda BeAT oleh reviewer.
Untuk harga, Honda EM1 e dan Honda EM1 e Plus disebut memiliki banderol sekitar Rp40 jutaan. Varian Plus memiliki selisih harga karena sudah dilengkapi dudukan untuk pemasangan box.
Dalam transkrip, harga tersebut juga disebut dapat berbeda setelah adanya subsidi pemerintah. Harga yang terlihat di marketplace bahkan bisa berada di kisaran Rp30 jutaan karena telah memperhitungkan potongan subsidi.
Dengan desain futuristik, handling lincah, suspensi nyaman, serta tenaga yang halus, Honda EM1 e lebih diarahkan sebagai kendaraan listrik untuk mobilitas harian. Namun, kecepatan maksimal yang rendah dan charger yang tidak termasuk paket penjualan menjadi hal yang perlu diperhitungkan sebelum membeli.
Editor : Maylanni Diana Fitri