Honda EM1 e Dites Harian di Bogor, Baterai 40 Km Langsung Habis

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 20:25 WIB
Honda EM1 e diuji harian di Bogor dan mampu menempuh 40 km hingga baterai 0 persen. Simak performa, mode berkendara, dan waktu pengisian.(pinterest)
Honda EM1 e diuji harian di Bogor dan mampu menempuh 40 km hingga baterai 0 persen. Simak performa, mode berkendara, dan waktu pengisian.(pinterest)

JAKARTA - Honda EM1 e diuji untuk pemakaian harian di Kota Bogor guna melihat sejauh mana kemampuan motor listrik tersebut digunakan sebagai kendaraan komuter. Hasilnya, satu baterai penuh mampu membawa motor menempuh sekitar 40 kilometer sebelum indikator menunjukkan 0 persen.

Pengujian dilakukan TMCBlog selama beberapa hari dengan pola pemakaian yang beragam. Honda EM1 e digunakan untuk perjalanan dalam kota, termasuk sebagai kendaraan penghubung menuju stasiun atau feeder, hingga melewati sejumlah tanjakan.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa jarak tempuh Honda EM1 e sangat bergantung pada karakter penggunaan. Dalam pengujian, baterai 100 persen akhirnya habis tepat ketika trip meter menunjukkan angka 40,0 kilometer.

Honda EM1 e sendiri memiliki dua mode berkendara, yakni Standard dan Eco. Keduanya memberikan karakter performa yang cukup berbeda.

Pada mode Standard, kecepatan maksimal yang dirasakan penguji berada di sekitar 49-50 kilometer per jam. Sementara mode Eco hanya mampu melaju sekitar 30-32 kilometer per jam.

Bagi pengendara yang terbiasa menggunakan motor bensin seperti Honda BeAT atau Honda Genio, performa tersebut membutuhkan penyesuaian. Penguji menilai akselerasi Honda EM1 e masih terasa kurang ketika digunakan untuk menyalip di jalan yang lebih besar.

Performa Tergantung Mode Berkendara

Perbedaan kedua mode semakin terlihat ketika Honda EM1 e digunakan di tanjakan. Pada mode Eco, motor membutuhkan waktu lebih lama untuk membangun kecepatan. Dalam salah satu pengujian tanjakan, kecepatannya hanya berada di sekitar 15-16 kilometer per jam.

Baca Juga: Samsung Galaxy A37 5G Disebut Kurang Menarik, A56 atau A57 Lebih Layak?

Ketika berpindah ke mode Standard, performanya meningkat. Motor dapat melaju hingga sekitar 20 kilometer per jam di tanjakan yang sama.

Karena itu, mode Eco dinilai lebih cocok digunakan ketika berada di lingkungan dengan lalu lintas ringan atau area permukiman. Sementara untuk jalan yang lebih besar dan membutuhkan respons tenaga lebih cepat, mode Standard menjadi pilihan yang lebih masuk akal.

Penguji juga mengingatkan bahwa Honda EM1 e berada pada level performa yang jika disetarakan dengan motor bermesin bensin kurang lebih seperti kelas 50 cc. Karena itu, pengguna yang sebelumnya terbiasa dengan motor 110 cc harus menurunkan ekspektasi terhadap akselerasi dan kecepatan.

Meski demikian, kemampuan pengeremannya dinilai sudah memadai untuk performa motor tersebut. Honda EM1 e menggunakan rem cakram di depan dan tromol di belakang. Lampu utama juga dinilai cukup terang ketika digunakan pada malam hari.

Baterai 100 Persen untuk 40 Km

Salah satu bagian paling penting dari pengujian adalah konsumsi baterai. Honda EM1 e diisi hingga 100 persen, kemudian digunakan selama beberapa hari untuk berbagai kebutuhan.

Baca Juga: Perbedaan Emas Antam UBS dan Galeri 24, Ini Kelebihan serta Kekurangannya

Penggunaan tersebut mencakup perjalanan menuju stasiun, perjalanan dalam kota, hingga berkendara melewati tanjakan dan turunan. Pada akhirnya, baterai mencapai 0 persen ketika jarak pada trip meter menyentuh 40 kilometer.

Ketika kapasitas baterai turun di bawah 10 persen, indikator mulai berkedip sebagai peringatan. Saat kapasitas berada di sekitar 5 persen, muncul ikon kura-kura pada panel instrumen.

Pada kondisi tersebut, performa motor ikut dibatasi. Kecepatan yang sebelumnya dapat mencapai sekitar 45 kilometer per jam turun menjadi sekitar 32 kilometer per jam. Karakternya menjadi mirip mode Eco.

Untuk pengisian daya dari 0 hingga 100 persen, Honda EM1 e membutuhkan waktu sekitar enam jam. Pengisian dilakukan menggunakan charger portabel yang harus dibeli secara terpisah. Dalam pengujian, harga charger tersebut disebut sekitar Rp6 juta.

Dari sisi kepraktisan, Honda EM1 e dinilai cukup cocok untuk kebutuhan komuter jarak dekat. Deknya luas sehingga memudahkan membawa barang, sementara ruang penyimpanan di bawah jok relatif terbatas karena sebagian besar area digunakan untuk baterai.

Penguji menilai motor ini lebih cocok untuk kebutuhan seperti berbelanja ke pasar atau perjalanan rutin dalam kota dengan jarak sekitar 10-15 kilometer sekali jalan. Namun, bagi pengguna yang membutuhkan akselerasi tinggi, kecepatan lebih dari 50 kilometer per jam, atau perjalanan jauh, keterbatasan performa dan jarak tempuh perlu menjadi pertimbangan.

Editor : Maylanni Diana Fitri
motor listrik Honda Honda EM1 e Honda EM1 e jarak tempuh TMCBlog motor listrik