Polytron Fox 350 Dipakai 350 Km, Simak Kelebihan dan Kekurangannya

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 17:40 WIB
Review Polytron Fox 350 setelah dipakai hampir 350 km mengungkap kelebihan, kekurangan, performa, baterai, fitur, dan biaya penggunaannya. (Gemini AI)
Review Polytron Fox 350 setelah dipakai hampir 350 km mengungkap kelebihan, kekurangan, performa, baterai, fitur, dan biaya penggunaannya. (Gemini AI)

JAKARTA - Polytron Fox 350 mendapat penilaian langsung setelah digunakan sekitar satu minggu dengan jarak hampir 350 kilometer. Dalam pemakaian tersebut, motor listrik ini dinilai punya sejumlah kelebihan, mulai dari tenaga, posisi duduk, kapasitas baterai, hingga biaya penggunaan. Namun, ada pula beberapa kekurangan yang dirasakan selama digunakan sehari-hari.

Review tersebut dilakukan Randi Walinugraha yang mendapat unit tes Polytron Fox 350 selama satu minggu. Selain membahas performa, ia juga mengungkap sejumlah detail yang baru terasa setelah motor digunakan untuk aktivitas harian.

Salah satu kekurangan yang paling awal disorot adalah speedometer Polytron Fox 350 yang belum dilengkapi jam. Menurutnya, keberadaan jam di panel instrumen akan memudahkan pengendara memantau waktu tanpa harus melihat perangkat lain.

Baca Juga: Polytron Fox 350 Cuma Rp15 Jutaan, Bisa Tempuh 136 Km Sekali Cas

Keluhan lain muncul dari bagian windshield. Saat motor melewati jalan bergelombang atau tidak rata, terdengar bunyi seperti berderit. Suara tersebut lebih mudah terdengar ketika pengendara tidak menggunakan helm.

Suspensi belakang juga dinilai masih terasa agak kaku. Penguji menyebut karakter tersebut mirip dengan model sebelumnya. Ia bahkan menyarankan opsi penggunaan shockbreaker aftermarket apabila pemilik ingin melakukan penyesuaian.

Bagian standar tengah juga menimbulkan suara ketika motor digunakan di jalan yang kurang rata dengan kecepatan cukup tinggi. Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari grup pengguna, masalah tersebut dapat diakali dengan menambahkan busa atau mengganti bagian standar.

Baca Juga: Polytron Fox 350 Resmi Gantikan Fox R, Bawa Desain Baru dan Fitur Lebih Lengkap

Kekurangan lainnya terdapat pada area sepatbor depan yang masih menyisakan bagian terbuka sehingga area bawah dapat terlihat dari atas. Ketika digunakan dalam kondisi macet pada kecepatan sekitar 7 sampai 8 kilometer per jam, penguji juga merasakan sensasi seperti getaran atau “geredek” yang terasa sampai ke setang.

Kualitas finishing plastik turut menjadi perhatian. Pada bagian laci, terdapat area yang dinilai masih agak kasar dan terasa cukup tajam sehingga pengguna disarankan berhati-hati, terutama jika ada anak kecil yang menyentuh bagian tersebut.

Sempat Muncul Kode Error Saat Menanjak

Pengalaman paling penting terjadi ketika Polytron Fox 350 digunakan melewati tanjakan yang diperkirakan memiliki kemiringan sekitar 15 hingga 17 derajat. Motor sempat harus berhenti karena kendaraan di depannya tidak mampu melanjutkan tanjakan.

Baca Juga: Review Polytron Fox 350: Jarak Tempuh 136 Km, Nyaman tapi Ada Catatan

Saat kembali melaju menggunakan mode S, motor dinilai masih mampu menanjak, tetapi membutuhkan tenaga besar. Setelah sampai di atas, bagian yang disebut BDC menjadi panas. Indikator kemudian berkedip merah dan muncul kode error E2.4 pada panel.

Menurut penguji, buku panduan menjelaskan kode tersebut berkaitan dengan kondisi belt atau dinamo yang terlalu panas sehingga perlu didiamkan terlebih dahulu. Setelah beberapa menit, motor tetap bisa digunakan. Sekitar satu kilometer kemudian dengan pemakaian lebih santai, indikator tersebut kembali normal.

Di balik kekurangan itu, Polytron Fox 350 memiliki sejumlah fitur yang dinilai praktis. Salah satunya suara sein yang dapat dimatikan. Motor juga bisa mati sendiri setelah beberapa menit ketika berada di standar samping.

Baca Juga: Review Polytron Fox 350, Motor Listrik Rp15 Jutaan dengan Jarak Tempuh hingga 136 Km

Kelebihan utama yang paling dirasakan adalah posisi duduk. Penguji menilai posisi berkendara kini lebih nyaman dibanding pendahulunya karena paha tidak lagi terlalu terangkat. Dengan tinggi badan 171 sentimeter, ia masih sedikit berjinjit, tetapi ketika menurunkan satu kaki, motor dinilai lebih mudah dikendalikan.

Dari sisi performa, Polytron Fox 350 menggunakan dinamo 3.000 watt. Kecepatan maksimal yang disebut dalam review mencapai 95 km/jam pada mode S, sedangkan mode D dibatasi hingga 61 km/jam.

Bagasi juga dinilai cukup menunjang aktivitas harian. Charger, kanebo, kabel ekstensi, sandal, hingga jas hujan ukuran 5XL disebut masih dapat dimasukkan.

Baca Juga: Polytron Fox 350 Diklaim Jadi Motor Listrik Terlaris, Harga Mulai Rp16 Jutaan

Baterainya berkapasitas 72 volt 52 Ah atau sekitar 3,7 kWh. Dalam penggunaan pergi-pulang sejauh 77,4 kilometer, baterai disebut masih tersisa 10 persen. Penguji menghitung biaya pengisian berdasarkan tarif listrik rumah yang disebut sebesar Rp1.699,53 per kWh, sehingga biaya pengisian sekitar Rp6.400.

Polytron Fox 350 juga menawarkan sistem sewa baterai. Dalam transkrip, harga motor tanpa baterai disebut sekitar Rp15 jutaan dengan biaya sewa baterai Rp200.000 per bulan. Alternatif lainnya adalah membeli motor sekaligus baterai dengan harga yang disebut sekitar Rp17 jutaan on the road Jakarta.

Untuk garansi, baterai dalam skema sewa disebut mendapat garansi selama masa sewa. Sementara baterai yang dibeli memiliki garansi tiga tahun. Dinamo dan kontroler masing-masing disebut mendapat garansi satu tahun.

Baca Juga: Polytron Fox 350 Resmi Gantikan Fox Air, Fitur Baru Jadi Andalan

Dengan kombinasi tenaga, baterai berkapasitas besar, fitur seperti hill assist, cruise control, keyless, fast charging, serta posisi duduk yang lebih nyaman, Polytron Fox 350 dinilai menawarkan paket yang cukup lengkap. Namun, pengalaman pemakaian 350 kilometer juga menunjukkan sejumlah detail yang masih perlu diperhatikan calon pengguna.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : randy waluya nugraha
Fox 350 kendaraan listrik motor listrik Polytron polytron fox 350 motor listrik