Honda CUV e: Sempat Dijual Rp19 Juta, Ini Alasan Motor Listriknya Menarik

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 17:10 WIB
Honda CUV e: sempat mendapat diskon lebih dari 60 persen hingga Rp19 juta. Motor listrik ini menawarkan dua baterai dan layar digital canggih.(Pinterest)
Honda CUV e: sempat mendapat diskon lebih dari 60 persen hingga Rp19 juta. Motor listrik ini menawarkan dua baterai dan layar digital canggih.(Pinterest)

JAKARTA - Honda CUV e: sempat menjadi salah satu motor yang paling ramai diperbincangkan bukan karena desain maupun teknologinya, melainkan karena potongan harga yang sangat besar. Motor listrik Honda tersebut sempat ditawarkan sekitar Rp19 juta, padahal harga normalnya berada di kisaran Rp52 juta hingga Rp56 juta.

Dalam video yang menjadi sumber pembahasan, potongan harga Honda CUV e: disebut mencapai lebih dari 60 persen. Selisih harga tersebut bahkan lebih dari Rp30 juta dari harga normal, sehingga membuat motor listrik ini terlihat sangat menarik bagi konsumen yang sebelumnya menganggap harganya terlalu tinggi.

Namun, promo dengan harga sekitar Rp19 juta tersebut disebut sudah habis kuotanya. Konsumen yang ingin membeli Honda CUV e: kini harus kembali memperhitungkan harga normal atau menunggu jika Honda kembali memberikan program diskon.

Baca Juga: Redmi 17 Rp3 Jutaan, Baterai 7.500 mAh Jadi Senjata Utama

Desain Tidak Biasa di Lini Honda

Honda CUV e: memiliki desain yang cukup berbeda dibandingkan sejumlah motor Honda lainnya. Jika beberapa model Honda menggunakan banyak garis tajam, motor listrik ini justru tampil dengan lekukan yang lebih halus.

Bagian depan dilengkapi lampu LED yang dibuat menyambung. Di bawahnya terdapat lampu tambahan, sedangkan ukuran peleknya hanya 12 inci. Bentuk tersebut membuat Honda CUV e: terlihat lebih mungil sekaligus unik.

Dimensinya berada di antara Honda Beat dan Honda Vario. Dari belakang, desainnya juga terlihat sederhana karena tidak memiliki knalpot seperti motor bermesin bensin.

Motor ini menggunakan single swing arm sehingga bagian pelek belakang terlihat cukup terbuka. Kondisi tersebut juga membuat tampilan pelek lebih mudah terlihat apabila pemilik ingin mengganti atau memodifikasinya.

Sayangnya, kepraktisan bukan menjadi keunggulan utama. Bagasi Honda CUV e: tergolong kecil dan hanya cukup untuk barang berukuran terbatas. Membawa jas hujan atau barang yang lebih besar bisa menjadi tantangan.

Dua Baterai dengan Sistem Swap

Salah satu pembeda Honda CUV e: dengan motor listrik lainnya adalah sistem baterai yang dapat dilepas. Motor menggunakan dua battery pack yang bentuknya seragam dengan baterai yang digunakan pada lini motor listrik Honda.

Setiap baterai memiliki bobot hampir 10 kilogram. Pengguna tidak bisa sekadar mencolokkan charger biasa langsung ke motor seperti sebagian motor listrik lainnya.

Baterai harus dilepas dan dibawa ke docking untuk melakukan pengisian. Konsep ini sebenarnya memiliki keuntungan karena memungkinkan sistem battery swapping apabila stasiun penukaran baterai tersedia dalam jumlah banyak.

Masalahnya, dalam video disebutkan stasiun swapping Honda belum banyak. Akibatnya, pengguna kemungkinan lebih sering membawa baterai pulang untuk diisi. Dengan bobot yang cukup berat, aktivitas tersebut menjadi salah satu kekurangan sistem ini.

Dengan dua baterai, jarak tempuh yang disebut dalam pengujian berada di angka sekitar 82 kilometer. Angka tersebut cukup untuk penggunaan harian, tetapi bukan yang paling jauh di antara motor listrik.

Baca Juga: Chery QQ 2026 Bawa Fast Charging 16,5 Menit dan ADAS, Harga Mulai Rp170 Jutaan

Layar Jadi Salah Satu Keunggulan

Honda CUV e: memiliki panel instrumen digital yang menjadi salah satu bagian paling menarik. Layarnya menampilkan animasi, navigasi, informasi baterai, jarak tempuh, riding mode, serta berbagai informasi lainnya.

Layar tersebut juga dapat terhubung dengan smartphone untuk mendengarkan musik dan mengakses sejumlah fungsi. Pengoperasiannya dilakukan melalui tombol serta joystick yang berada di area setang kiri.

Motor menyediakan mode Standard dan Sport. Mode Sport memberikan respons tenaga yang lebih kuat sehingga terasa lebih sigap ketika digunakan untuk menyalip. Sebaliknya, mode Econ terasa sangat pelan dengan kecepatan maksimal sekitar 30 km/jam.

Dalam pengujian jarak pendek sekitar 20 meter, Honda CUV e: dalam mode Sport mampu mengungguli Yamaha Mio 125 standar. Namun, pengujian tersebut tidak dilakukan dalam jarak panjang sehingga hasilnya tidak bisa dijadikan patokan performa keseluruhan.

Honda CUV e: juga memiliki fitur mundur dengan kecepatan maksimal sekitar 2 km/jam. Fitur tersebut dinilai berguna ketika pengendara harus mengeluarkan motor dari tempat parkir.

Untuk kenyamanan, posisi berkendara disebut mirip Honda Vario. Suspensinya juga dinilai nyaman. Namun, sistem pengereman masih menggunakan combi brake, bukan rem cakram ganda.

Ada pula catatan mengenai indikator jarak tempuh dan baterai. Dalam pengujian, angka tersebut tidak langsung berubah ketika motor digunakan. Informasi baru diperbarui setelah motor dimatikan dan dinyalakan kembali.

Secara keseluruhan, Honda CUV e: memiliki kombinasi desain unik, teknologi layar, baterai swap, dan karakter berkendara yang nyaman. Harga Rp19 jutaan tentu membuatnya sangat menarik, tetapi kesempatan mendapatkan harga tersebut sudah berakhir. Jika kembali ke kisaran Rp52 juta, calon pembeli perlu menimbang kembali teknologi yang ditawarkan dengan harga yang harus dibayar.

 

Editor : Maylanni Diana Fitri
Sumber : Den Dimas
motor listrik Honda Honda CUV e Harga Honda CUV e Honda CUV e diskon motor listrik indonesia