JAKARTA - Yadea Velx U menjadi motor listrik yang mendapat perhatian karena menawarkan perpaduan bobot ringan, performa, kenyamanan, dan kualitas material yang dinilai tinggi. Dalam video ulasan Fid Aanif, varian tertinggi Yadea Velx U dibanderol Rp39 juta dan telah digunakan selama beberapa hari untuk merasakan langsung karakter berkendaranya.
Yadea Velx tersedia dalam tiga tipe. Varian U menjadi versi tertinggi sekaligus memiliki jarak tempuh paling panjang dan menggunakan baterai lithium. Sementara varian di bawahnya menggunakan baterai lead acid.
Salah satu hal yang paling mendapat sorotan dalam ulasan tersebut adalah build quality. Beberapa bagian motor dinilai terasa solid dan tidak seperti motor listrik yang dibuat dengan material seadanya.
Baca Juga: Yadea RS20 Dibanderol Rp16,6 Juta, Pajaknya Cuma Rp35 Ribu
Bagian kompartemen depan, misalnya, disebut memiliki konstruksi yang kokoh. Area tersebut juga dapat digunakan untuk menyimpan barang kecil. Di dalamnya tersedia port USB yang bisa dimanfaatkan untuk mengisi daya ponsel.
Punya Dua Baterai yang Bisa Dilepas
Yadea Velx U memiliki dua baterai yang dapat dilepas. Keduanya ditempatkan di area penyimpanan bawah jok. Ruang tersebut masih menyediakan tempat untuk membawa barang.
Area penyimpanan juga dilengkapi lampu sehingga lebih mudah digunakan ketika mengambil barang pada malam hari. Sementara lubang pada bagian bagasi memungkinkan kabel charger tetap terhubung tanpa harus membuka seluruh ruang penyimpanan.
Baca Juga: Perbandingan Polytron, Yadea, dan Indomobil 2026: Mana Motor Listrik Terbaik?
Charger bawaan turut mendapat penilaian positif. Desainnya disebut terlihat rapi dan kualitas pembuatannya dinilai baik.
Dari sisi ergonomi, posisi jok berada sekitar 720 mm dari permukaan bawah. Penguji dengan tinggi sekitar 170 cm menyebut kedua kakinya dapat menapak dengan sempurna. Jok juga terasa empuk, termasuk ketika digunakan berboncengan.
Motor ini menggunakan dek yang rata sehingga ruang kaki terasa lebih praktis. Bagian belakang juga memiliki footstep untuk penumpang. Behel belakang menggunakan material besi, bukan plastik.
Baca Juga: Perbandingan Polytron, Yadea, dan Indomobil 2026: Mana Motor Listrik Terbaik?
Tenaga Hampir 5 kW, Kecepatan Bisa 92 Km/Jam
Dari sisi performa, Yadea Velx U memiliki daya maksimal 4.900 watt atau hampir 5 kW. Pabrikan disebut membatasi kecepatan maksimalnya hingga 80 km/jam, meski dalam pengujian motor tersebut sempat mencapai 92 km/jam.
Namun, untuk mencapai angka 92 km/jam dibutuhkan waktu cukup lama dan kondisi jalan yang panjang. Penguji menilai kecepatan tersebut sudah lebih dari cukup untuk penggunaan sehari-hari.
Yadea Velx U menyediakan mode E dan S. Mode S memberikan respons akselerasi yang lebih agresif. Saat digunakan pada mode tersebut, putaran awal disebut terasa cepat meski tuas gas tidak ditarik terlalu dalam.
Sebaliknya, mode E memberikan karakter yang lebih kalem. Motor tetap dapat melaju kencang, tetapi responsnya tidak seagresif mode S.
Baca Juga: Yadea Osta Dipakai Seminggu, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Penguji juga menilai karakter utama Yadea Velx U ada pada bobotnya yang ringan dan kelincahan ketika bermanuver. Motor terasa mudah dikendalikan, termasuk ketika digunakan berboncengan.
Karakter tersebut dinilai dapat menjadi keuntungan bagi pengendara yang kurang nyaman menggunakan motor dengan bobot berat. Meski ringan, motor tetap terasa solid ketika dikendarai.
Untuk suspensi, bagian depan dan belakang dinilai masih terasa agak keras. Penguji menilai bagian belakang seharusnya dapat dibuat lebih empuk agar kenyamanan berkendara semakin baik.
Baca Juga: Bukan Cuma Hemat, Ini Pengalaman 2 Tahun Pakai Yadea G8S Pro hingga Ganti Baterai
Secara keseluruhan, Yadea Velx U dinilai menawarkan build quality yang menjadi salah satu keunggulan utamanya. Dengan harga Rp39 juta, dua baterai lithium yang dapat dilepas, tenaga hampir 5 kW, serta karakter berkendara yang ringan dan lincah, motor ini disebut memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan motor listrik pada umumnya.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Ridwan Hanif