Yadea E8S Pro Bekas Lagi Naik Daun, Modal Modif Bisa Tembus Rp25 Juta

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 18:55 WIB
Yadea E8S Pro bekas kembali ramai dimodifikasi. Perubahan baterai, controller dan motor membuat performanya jauh berbeda. (Gemini AI)
Yadea E8S Pro bekas kembali ramai dimodifikasi. Perubahan baterai, controller dan motor membuat performanya jauh berbeda. (Gemini AI)

JAKARTA - Yadea E8S Pro bekas kembali ramai diperbincangkan setelah sejumlah pengguna memodifikasinya untuk meningkatkan performa. Motor listrik yang sebelumnya dibanderol sekitar Rp15,9 juta saat masih mendapat subsidi itu kini disebut bisa mengalami kenaikan harga di pasar bekas hingga beberapa juta rupiah.

Dalam video tersebut, tiga unit Yadea E8S Pro diperlihatkan dalam kondisi modifikasi berbeda. Ketiganya memiliki tampilan yang relatif sederhana hingga ekstrem, tetapi sudah mengalami perubahan pada baterai, controller, motor, pelek, pengereman, hingga sistem penggerak.

Salah satu pengguna menjelaskan, harga baru E8S Pro pernah berada di kisaran Rp8,5 juta untuk motor sekaligus baterai pada kondisi tertentu. Sementara harga motor tanpa baterai disebut dapat mengalami kenaikan sekitar Rp5 juta hingga Rp6 juta. Ia juga menyebut membeli unit tersebut pada 2023 dengan harga Rp15,9 juta.

Baca Juga: Yadea RS20 Dibanderol Rp16,6 Juta, Pajaknya Cuma Rp35 Ribu

Popularitas E8S Pro di kalangan pengguna modifikasi disebut salah satunya karena dimensinya memungkinkan untuk dilakukan peningkatan performa. Selain itu, baterai berada di bagian bawah sehingga ruang tersebut dapat dimanfaatkan untuk memasang baterai dengan kapasitas lebih besar.

Bagasi E8S Pro juga menjadi salah satu keunggulan. Dalam video, bagasi disebut cukup besar hingga bisa menampung helm full face.

Baterai Jadi Kunci Modifikasi

Versi standar menggunakan enam baterai SLA atau aki kering. Baterai tersebut memiliki bobot besar. Setelah diganti dengan baterai lithium, bobot baterai bisa jauh berkurang sekaligus meningkatkan kemampuan motor.

Baca Juga: Yadea Velux U Tembus 80 Km/Jam, Jarak Tempuh 130 Km

Salah satu unit menggunakan baterai dengan kapasitas 45 Ah. Pemiliknya menyebut penggantian baterai berpengaruh terhadap akselerasi, performa, dan jarak tempuh.

Controller juga menjadi bagian penting. Komponen tersebut mengatur seberapa besar arus yang ditarik serta berpengaruh terhadap kemampuan motor mencapai kecepatan tertentu.

Pada salah satu unit, controller dan baterai telah diganti. Dengan bobot pengendara sekitar 70 kilogram, motor disebut mampu mencapai jarak sekitar 150 kilometer dengan penggunaan santai. Kecepatan maksimalnya berada di kisaran 65-70 km/jam dalam mode tertentu.

Baca Juga: 2 Tahun Pakai Yadea G8S Pro, Pengguna Bongkar Kelebihan dan Masalah Baterainya

Namun, semakin berat beban yang dibawa, jarak tempuh motor listrik tersebut juga ikut terpengaruh.

Modifikasi pada unit lain lebih ekstrem. Motor tersebut sudah menggunakan sistem side drive, pelek berbeda, pengereman yang di-upgrade, serta motor dengan daya 3.000 watt. Baterainya menggunakan kapasitas 72 volt 50 Ah.

Pemiliknya menyebut jarak tempuh motor bisa mencapai sekitar 150 kilometer dengan bobot pengendara sekitar 70 kilogram. Bagasi tetap dipertahankan sehingga kapasitas penyimpanan tidak banyak berubah.

Baca Juga: Indomobil Yadea Cutie Pro Dibanderol Rp18 Juta, Jarak Tempuh 135 Km

Ada Unit dengan Baterai Lebih Kecil tapi Lebih Kencang

Unit ketiga menjadi yang paling ekstrem dalam rombongan tersebut. Kapasitas baterainya justru lebih kecil, yakni 27 Ah. Namun, baterai yang digunakan memiliki kemampuan mengeluarkan arus lebih besar.

Perbedaan tersebut membuat kapasitas baterai tidak bisa menjadi satu-satunya patokan performa. Jenis dan grade baterai juga berpengaruh terhadap kemampuan mengalirkan arus.

Baterai unit tersebut disebut mencapai sekitar Rp27 juta. Sementara modifikasi lain mencakup penggunaan arm CNC, motor 3.000 watt, controller yang lebih tinggi tingkatannya, serta berbagai komponen aftermarket.

Baca Juga: 2 Tahun Pakai Yadea G8S Pro, Pengguna Bongkar Kelebihan dan Masalah Baterainya

Dalam pengujian langsung, ketiga motor menunjukkan karakter berbeda. Unit pertama yang tampilannya masih standar mampu terus menarik hingga kecepatan sekitar 60 km/jam. Unit dengan side drive memberikan tarikan atas yang terasa lebih kuat.

Sementara unit berwarna kuning menjadi yang paling agresif. Saat dicoba dalam mode tiga, motor tersebut langsung memberikan akselerasi kuat. Penguji bahkan menilai tarikan dari kecepatan sekitar 20 km/jam terasa lebih cepat dibandingkan Vario miliknya.

Ketiga motor tersebut menunjukkan bagaimana Yadea E8S Pro dapat menjadi basis modifikasi motor listrik. Perubahan baterai, controller, motor, hingga sistem penggerak membuat karakter berkendara setiap unit berbeda, meski menggunakan basis motor yang sama.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : Den Dimas
Yadea E8S Pro motor listrik bekas modifikasi motor listrik Yadea motor listrik