JAKARTA - Yadea Kinis menjadi salah satu motor listrik yang menarik perhatian karena menawarkan desain motor laki-laki dengan performa yang cukup bertenaga. Namun, motor listrik ini kini sudah tidak tersedia untuk dibeli setelah hanya tiga unit dijual Yadea dalam ajang PRJ 2026.
Satu unit Yadea Kinis tersebut dipinjamkan kepada Randi Walin Guraha dari Dablong EV untuk digunakan selama dua hari. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bahan ulasan mengenai kenyamanan, performa, fitur, hingga konsumsi baterainya.
Menurut Randi, Yadea Kinis memiliki posisi berkendara yang berbeda dibanding motor listrik berbentuk skuter. Tinggi joknya mencapai 770 mm. Dengan tinggi badan 171 cm, kedua kakinya masih dapat menapak dengan baik.
Baca Juga: Yadea Osta Punya Jarak Tempuh 150 Km, Harga Mulai Rp19,9 Juta
Desainnya mengingatkan pada motor laki-laki seperti CB atau Tiger, meski dimensinya disebut lebih kecil. Namun, penggunaan dalam kondisi macet selama dua hari membuat bagian pinggul dan tangan terasa lebih pegal.
Hal tersebut disebabkan posisi berkendara Yadea Kinis yang cenderung membuat pengendara lebih membungkuk. Berbeda dari motor bensin, pengendara tidak perlu mengoperasikan kopling maupun persneling karena motor listrik ini cukup ditarik untuk melaju.
Performa Yadea Kinis
Dari sisi teknis, Yadea Kinis menggunakan sistem mid drive dengan motor berdaya 5,5 kW dan peak power 11 kW. Tenaga tersebut disalurkan ke roda belakang menggunakan rantai.
Baca Juga: 2 Tahun Pakai Yadea G8S Pro, Pengguna Bongkar Kelebihan dan Masalah Baterainya
Yadea mengklaim kecepatan maksimalnya berada di angka 100 km per jam. Namun, saat digunakan Randi, speedometer sempat menunjukkan angka 110 hingga 111 km per jam. Ia menegaskan pengujian tersebut bukan uji ilmiah dan kondisi jalan ketika itu agak menurun.
Motor ini menggunakan dua baterai 72 volt 32 Ah dari Farasis. Baterai tersebut memiliki maksimum charging voltage 85 ampere dan kemampuan charging current hingga 20 ampere.
Dengan charger 12 ampere, pengisian baterai diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima sampai enam jam hingga penuh. Sementara klaim jarak tempuh Yadea mencapai 129 kilometer.
Baca Juga: Indomobil Yadea Cutie Pro Dibanderol Rp18 Juta, Jarak Tempuh 135 Km
Dalam penggunaan menuju kantor sejauh sekitar 38 kilometer, baterai berkurang sekitar 36 persen. Rute tersebut ditempuh dengan beberapa kali menarik gas penuh, melewati kemacetan, dan sempat menggunakan mode Eco.
Saat perjalanan pulang dengan gaya berkendara lebih santai, indikator baterai masih menunjukkan 71 persen ketika tiba di rumah. Menurut Randi, hasil tersebut cukup hemat untuk penggunaan yang tidak terus-menerus mengejar performa.
Yadea Kinis juga memiliki tiga mode berkendara, yakni Eco, Street, dan Sport. Selain itu tersedia cruise control dan tombol mundur yang menjadi salah satu fitur praktis motor listrik.
Baca Juga: 2 Tahun Pakai Yadea G8S Pro, Pengguna Bongkar Kelebihan dan Masalah Baterainya
Harga dan Status Penjualan
Dari sisi kelengkapan, Yadea Kinis memiliki suspensi depan upside down, pelek 17 inci, ban depan 110/70 dan belakang 130/70. Rem depan menggunakan cakram 300 mm, sedangkan cakram belakang berukuran sekitar 220 mm.
Salah satu catatan Randi berada pada sistem pengereman karena motor ini disebut belum dilengkapi HBS. Ia juga menilai tampilan speedometer terlihat sederhana untuk motor yang dibanderol puluhan juta rupiah.
Yadea Kinis memiliki bagasi berkapasitas 16 liter. Ruang tersebut cukup untuk membawa charger, kabel ekstensi, jas hujan, sandal, topi, dan sejumlah perlengkapan lain.
Baca Juga: Bukan Cuma Hemat, Ini Pengalaman 2 Tahun Pakai Yadea G8S Pro hingga Ganti Baterai
Harga unit yang digunakan Randi disebut sekitar Rp44 juta. Sementara harga normalnya berada di kisaran Rp50 jutaan.
Namun, persoalan utama bagi calon konsumen bukan lagi soal harga. Yadea Kinis yang dijual pada PRJ 2026 hanya berjumlah tiga unit dan seluruhnya telah terjual.
Karena itu, Randi menyebut motor tersebut saat ini sudah tidak dapat dibeli, kecuali Yadea kembali memasukkannya untuk pasar Indonesia.
Baca Juga: Bukan Cuma Hemat, Ini Pengalaman 2 Tahun Pakai Yadea G8S Pro hingga Ganti Baterai
Dalam pengujian akselerasi, Yadea Kinis juga menunjukkan performa yang cukup kuat. Randi yang memiliki bobot lebih berat bahkan mengaku masih kalah saat beradu akselerasi dengan motor lain yang digunakan videografernya.
Pengalaman selama dua hari tersebut akhirnya membuat Yadea Kinis lebih banyak dinilai sebagai motor listrik unik yang sudah langka di pasaran, bukan lagi rekomendasi pembelian. Sebab, unit yang tersedia dalam sumber ulasan tersebut sudah lebih dulu habis terjual.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : randy waluya nugraha