JAKARTA - Honda Winner Air menjadi salah satu motor bebek sport yang menawarkan perubahan besar dibandingkan generasi sebelumnya. Motor ini membawa desain agresif, fitur modern, mesin 149,2 cc, hingga sistem pengereman ABS pada roda depan yang membuatnya disebut-sebut sebagai kandidat penerus Honda Supra GTR di Indonesia.
Honda Winner Air mengusung bahasa desain yang mengambil inspirasi dari jajaran motor supersport Honda CBR1000RR Fireblade. Bagian depan tampil lebih tajam dengan lampu ganda LED dan posisi daytime running light (DRL) yang memberikan kesan sporty sekaligus agresif.
Siluet bodinya juga dibuat lebih menukik. Garis-garis tajam pada fairing menciptakan proporsi yang menyerupai motor sport full fairing, tetapi tetap mempertahankan karakter sebagai motor bebek.
Perubahan tersebut membuat Winner Air memiliki tampilan yang berbeda dari motor bebek konvensional. Bodi yang berotot dan lekukan tajam menjadi salah satu daya tarik utama yang ditawarkan.
Fitur Lebih Modern
Honda juga membekali Winner Air dengan sejumlah fitur yang membuatnya meninggalkan kesan konvensional. Salah satunya adalah smart key system atau sistem kunci pintar.
Baca Juga: Agus Budi Juwono Ajak Karyawan PG Modjopanggoong Tulungagung Berbagi, 102 Anak Yatim Terima Santunan
Panel instrumen juga sudah menggunakan layar full digital. Pengendara dapat menikmati tampilan instrumen yang lebih modern dibandingkan panel model analog.
Untuk menunjang kebutuhan mobilitas, tersedia pula soket pengisian daya USB. Fitur tersebut memungkinkan pengendara mengisi perangkat elektronik selama perjalanan.
Sektor keselamatan turut mendapatkan perhatian. Honda Winner Air dibekali sistem anti-lock braking system (ABS) pada roda depan. Sistem tersebut dipadukan dengan piringan cakram bergaya wave disc.
Kombinasi fitur tersebut membuat Winner Air tidak hanya mengandalkan tampilan sporty. Motor ini juga menawarkan perlengkapan yang lebih lengkap untuk sebuah motor bebek.
Mesin 149,2 Cc dan Transmisi 6 Percepatan
Untuk urusan performa, Honda Winner Air menggunakan mesin 149,2 cc, empat tak, DOHC, empat katup, dengan sistem pendingin cairan.
Mesin tersebut mendapatkan sejumlah optimalisasi. Salah satunya melalui pengurangan gesekan internal menggunakan lapisan khusus. Honda juga menggunakan penyeimbang poros baru yang ditujukan untuk meredam getaran mesin.
Baca Juga: Naga Dina dan Patine Dina dalam Hitungan Jawa, Beginilah Cara Menghitungnya
Konfigurasi tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimal hingga 15,4 daya kuda pada 9.000 rpm. Sementara torsi puncaknya mencapai 13,5 Nm pada putaran 7.000 rpm.
Tenaga mesin disalurkan melalui transmisi manual enam percepatan. Sistem tersebut semakin lengkap dengan teknologi assist and slipper clutch.
Teknologi ini membuat tarikan tuas kopling menjadi lebih ringan. Selain itu, slipper clutch membantu mengurangi gejala roda belakang mengunci ketika pengendara melakukan perpindahan gigi turun secara agresif.
Dengan dukungan ban berprofil lebar dan suspensi yang disebut stabil, Winner Air diklaim memiliki pengendalian yang mantap. Motor ini tidak hanya diarahkan untuk penggunaan harian, tetapi juga disebut cocok untuk perjalanan touring jarak jauh.
Dari sisi pilihan, Honda Winner Air ditawarkan dalam beberapa varian. Mulai dari tipe standar, versi spesial, hingga varian tertinggi dengan livery sport three color.
Harga yang disebut berada di kisaran Rp28 juta hingga Rp31 juta. Dengan banderol tersebut, Winner Air ditempatkan sebagai motor bebek premium yang menawarkan kombinasi desain sporty, fitur modern, serta performa mesin 150 cc.
Kehadiran Winner Air kemudian memunculkan pertanyaan mengenai masa depan Honda Supra GTR di Indonesia. Dengan desain yang lebih agresif dan fitur yang lebih lengkap, motor ini dinilai memiliki modal untuk menjadi penerus nama besar Supra GTR.
Namun, informasi dalam transkrip belum menyebutkan kepastian bahwa Honda akan membawa Winner Air ke pasar Indonesia. Karena itu, peluang motor ini menjadi generasi terbaru Supra GTR masih sebatas harapan dan spekulasi hingga ada keputusan resmi dari Honda.
Editor : Maylanni Diana Fitri