JAKARTA - Nissan X-Trail e-Power hadir dengan pendekatan berbeda di segmen medium SUV. Mobil ini tetap menggunakan mesin bensin, tetapi penggerak rodanya sepenuhnya mengandalkan motor listrik. Dalam ulasan Jis Natthaniel, karakter tersebut membuat All New Nissan X-Trail terasa seperti mobil listrik, sekaligus masih mempertahankan sedikit rasa mesin bensin.
Nissan X-Trail generasi terbaru ini merupakan generasi keempat dan menggunakan sistem hybrid khas Nissan bernama e-Power. Berbeda dari hybrid konvensional yang dapat menggerakkan mobil menggunakan mesin bensin maupun motor listrik, mesin bensin pada X-Trail hanya berfungsi mengisi daya baterai.
Sistem tersebut membuat mobil digerakkan motor listrik di bagian depan dan belakang. Motor depan menghasilkan tenaga 203 PS dengan torsi 330 Nm, sedangkan motor belakang memiliki tenaga 135 PS dan torsi 195 Nm. Kombinasi keduanya membuat X-Trail menggunakan sistem penggerak all wheel drive yang disebut e-4ORCE.
Baterainya menggunakan lithium-ion berkapasitas 1,8 kWh. Sementara mesin bensinnya berkapasitas 1.500 cc tiga silinder dan berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai.
Nyaman dan terasa seperti mobil listrik
Salah satu bagian yang paling ditekankan dalam ulasan adalah karakter berkendaranya. Ketika mesin bensin mati, sensasi yang dirasakan disebut sangat mirip dengan mobil listrik. Respons pedal gas dan penyaluran tenaga terasa halus.
Baca Juga: NagaNaga Dina dan Patining Dina dalam Hitungan Jawa, Begini Cara Menghitungnya
Ketika mesin bensin menyala, suara yang masuk ke kabin juga dinilai minim. Getaran masih terasa sedikit pada setir, tetapi tidak sampai mengganggu. Karakter tersebut dianggap sebagai upaya Nissan menggabungkan kenyamanan mobil listrik dengan sensasi mesin bensin.
X-Trail e-Power juga menyediakan beberapa mode berkendara, yakni Eco, Auto, Sport, Snow, dan Off-Road. Ada pula mode B pada shifter untuk regenerative braking yang lebih kuat serta e-Pedal.
Fitur e-Pedal meningkatkan pengereman regeneratif ketika pedal gas dilepas. Namun, fitur tersebut tidak membuat mobil berhenti sepenuhnya seperti sistem one-pedal driving pada sejumlah mobil listrik.
Dari sisi suspensi, X-Trail dinilai memiliki karakter empuk tetapi tidak berlebihan. Saat melewati gelombang besar, masih terdapat rasa kaku sehingga bodi tidak terlalu mengayun. Ground clearance yang cukup tinggi juga membuat mobil tetap nyaman ketika melewati jalan yang kurang baik.
Handling turut mendapat penilaian positif. Setir memberikan road feel dan mobil dapat mengikuti arah ketika bermanuver. Namun, body roll masih terasa ketika mobil dibelokkan secara ekstrem.
Kedap kabin menjadi keunggulan lainnya. Suara mesin ketika menyala memang masih terdengar, tetapi setelah mobil berjalan, suara tersebut dinilai sangat minim. Suara dari luar dan road noise juga cukup teredam.
Fitur lengkap dan konfigurasi 5+2
Nissan X-Trail e-Power yang masuk Indonesia hanya tersedia dalam satu trim dengan sistem all wheel drive. Mobil ini tetap menawarkan konfigurasi tujuh tempat duduk, tetapi baris ketiganya lebih tepat disebut 5+2.
Baca Juga: Rumus Kalender Aboge, Hafalkan Patokan 8 Tahun dan Cara Hitungnya
Baris ketiga memiliki ruang terbatas sehingga lebih cocok digunakan anak-anak atau dalam kondisi darurat. Sebaliknya, baris kedua menawarkan ruang kaki yang lega dan dapat digeser untuk menyesuaikan kebutuhan penumpang serta akses ke belakang.
Kapasitas bagasi mencapai 485 liter ketika baris ketiga dilipat. Kursi baris kedua dan ketiga juga dapat dilipat rata sehingga ruang untuk membawa barang menjadi jauh lebih besar.
Di dalam kabin, X-Trail dilengkapi tiga layar. Panel instrumen digital dan head unit masing-masing berukuran 12,3 inci, sedangkan head-up display berukuran 10,8 inci. Head unit mendukung Android Auto dan Apple CarPlay melalui kabel.
Fitur kenyamanan lainnya meliputi panoramic sunroof, wireless charger, climate control tiga zona, kursi elektrik 10 arah dengan lumbar support, serta sistem audio premium Bose.
Untuk keselamatan, mobil ini dibekali ADAS seperti adaptive cruise control, blind spot warning, dan rear cross traffic alert. Adaptive cruise control dalam pengujian disebut mampu melakukan penyesuaian kecepatan dan pengereman dengan halus.
Di Indonesia, Nissan X-Trail e-Power dipasarkan dengan konfigurasi tersebut dan dalam video disebut memiliki klaim konsumsi bahan bakar sekitar 15 km per liter. Reviewer menilai mobil ini cocok bagi konsumen yang mencari medium SUV 5+2 dengan fokus utama pada kenyamanan, fitur lengkap, serta karakter berkendara yang mendekati mobil listrik.
Editor : Maylanni Diana Fitri