JAKARTA - Honda QVE mendapat sentuhan modifikasi dari Onre Motoshop dengan konsep yang menonjolkan bodi lebih rendah dan proporsi lebih panjang. Motor listrik Honda tersebut dirombak pada sejumlah bagian, mulai dari kaki-kaki, suspensi, bodi, warna hingga kokpit.
Beni Saputra dari Onre Motoshop mengungkapkan, Honda QVE yang digunakan dalam proyek tersebut sudah digarap sekitar satu tahun lalu. Namun, hasil modifikasinya baru dibagikan melalui video YouTube.
Menurut Beni, memodifikasi motor listrik mempunyai tantangan berbeda dibanding motor konvensional. Tidak adanya knalpot dan intake membuat pilihan modifikasi pada sektor performa menjadi lebih terbatas.
Karena itu, Beni sejak awal memilih menentukan konsep sebelum melakukan perubahan. Ia melihat desain Honda QVE yang cenderung bulat dan gemuk akan terlihat lebih menarik apabila dibuat lebih rendah dengan bagian belakang yang dipanjangkan.
Perubahan kemudian dimulai dari sektor belakang. Roda belakang Honda QVE dimundurkan sekitar 5 sentimeter menggunakan extender yang dibuat pada bagian dalam. Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan kesan bodi yang lebih panjang.
Baca Juga: Nguri-uri Budaya Jawa di Tengah Generasi Muda yang Mulai Melupakan Tradisi
Suspensi belakang juga tidak lagi menggunakan komponen standar. Onre Motoshop memasang suspensi RPM yang sebelumnya dibuat melalui proses prototyping untuk motor tersebut.
Pelek belakang masih menggunakan bawaan Honda QVE. Namun, ban diganti menggunakan produk ADX yang memiliki bentuk lebih bulat dan sedikit lebih lebar.
Beni sebenarnya memiliki keinginan menggunakan pelek belakang berukuran 4 inci dengan ban yang lebih besar. Akan tetapi, rencana tersebut urung dilakukan karena perubahan itu akan membutuhkan reposisi suspensi dan mounting motor.
Pertimbangan lain adalah keseimbangan geometri. Menurut Beni, penggunaan setup tersebut berpotensi membuat bobot dan posisi motor terlalu offset ke kiri. Karena Honda QVE masih digunakan untuk mobilisasi sehari-hari, perubahan itu akhirnya ditunda.
Ubahan visual juga menjadi bagian penting dalam proyek ini. Honda QVE standar yang menggunakan warna putih matte dicat ulang menjadi warna putih metalik yang disebut Champion White Honda.
Proses pengecatan dilakukan oleh NS Custom. Beni menilai hasil pengecatan tersebut membuat bodi terlihat lebih bersih dan glossy tanpa kesan lapisan yang terlalu tebal.
Warna putih kemudian dipadukan dengan pelek bernuansa gold atau champagne. Kombinasi tersebut dipilih untuk memberikan tampilan yang lebih terang sekaligus membuat bagian roda terlihat lebih menonjol.
Bagian depan juga ikut diturunkan. Suspensi depan dibuat lebih pendek untuk menyesuaikan proporsi dengan bagian belakang. Dudukan spatbor kemudian direposisi agar lebih dekat dengan roda.
Sektor pengereman mendapat sejumlah perubahan. Cakram depan menggunakan PSM dengan sentuhan warna biru pada bagian tengah. Kaliper diganti menggunakan X Rider by RPM dengan model radial, sementara selang rem menggunakan model karbon.
Beralih ke kokpit, Beni memilih menggunakan Honda QVE dengan panel instrumen yang ukurannya lebih kecil. Menurutnya, panel yang terlalu besar justru membuat tampilan bagian depan kurang sesuai dengan konsep yang dibangun.
Dudukan setang kemudian dibuat custom dengan posisi yang sudah disesuaikan agar tetap nyaman digunakan. Setang menggunakan Rizoma berwarna aluminium atau silver.
Sejumlah kontrol juga menggunakan komponen dari motor lain. Dudukan kontrol dibuat ulang agar tampil lebih rapi. Beberapa housing bahkan dibuat menggunakan material hasil 3D printing.
Master rem depan menggunakan tabung rem Lighttech berwarna biru yang dipadukan dengan dudukan Alpha Performance. Warna biru tersebut mengikuti detail pada cakram dan logo di bagian belakang.
Meski banyak komponen diubah, fungsi utama motor tetap berjalan normal. Honda QVE modifikasi tersebut bahkan sempat digunakan untuk mobilisasi dalam kegiatan riding bersama Veda dan Mario Aji dari kawasan Senayan menuju Sarinah.
Beni menyebut proyek tersebut sudah mencapai sekitar 90 persen dari konsep yang diinginkannya. Ia masih tertarik mengembangkan sektor controller, baterai, dan motor karena menilai bagian bodi serta sasis Honda QVE memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh.
Bagi Beni, modifikasi bukan sekadar mengganti komponen. Konsep menjadi dasar agar setiap perubahan memiliki arah dan hasil akhirnya tetap nyaman digunakan. Honda QVE tersebut pun menjadi contoh bagaimana motor listrik bisa dikembangkan dengan karakter personal tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai kendaraan mobilitas.
Editor : Maylanni Diana Fitri