BYD M6 Classic Rp298 Juta Diuji, Seberapa Irit Tanpa Dicas?

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 18:20 WIB
BYD M6 Classic Rp298 juta diuji dalam mode listrik dan hybrid. Simak hasil konsumsi BBM, jarak EV, fitur, kenyamanan, hingga performanya (Pinterest).
BYD M6 Classic Rp298 juta diuji dalam mode listrik dan hybrid. Simak hasil konsumsi BBM, jarak EV, fitur, kenyamanan, hingga performanya (Pinterest).

RADARTULUNGAGUNG,JAWAPOS.COM- BYD M6 Classic menjadi salah satu mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang menarik perhatian karena ditawarkan dengan harga Rp298 juta. Mobil ini tidak hanya bisa berjalan menggunakan motor listrik, tetapi juga tetap dapat digunakan ketika baterainya habis tanpa harus mencari stasiun pengisian daya.

BYD M6 Classic yang diuji dalam video tersebut merupakan unit pinjaman dari BYD HK Klaten. Varian ini sebelumnya disebut dibanderol Rp298 juta untuk tipe standar, sedangkan versi Dynamic berada di angka Rp318 juta. Perbedaan harga Rp20 juta tersebut membawa sejumlah tambahan fitur, terutama kamera 360 derajat.

Mobil ini menarik karena berada di kisaran harga yang berdekatan dengan Toyota Veloz Hybrid ketika pertama kali diperkenalkan. Namun, BYD M6 Classic memiliki sistem PHEV yang memungkinkan baterai diisi ulang menggunakan sumber listrik.

Baca Juga: Usai Diklat Jurnalistik, Siswa SMAKARA Tulungagung Ikuti Lomba Jurnalistik dan Fotografi

Bisa Tempuh 40 Km dengan Tenaga Listrik

BYD M6 Classic menggunakan baterai sekitar 7 kWh. Berdasarkan pengujian, mobil mampu menempuh sekitar 40 kilometer hanya menggunakan tenaga listrik sebelum beralih ke mode hybrid.

Dalam penggunaan harian, kemampuan tersebut dinilai cukup untuk kebutuhan perjalanan jarak dekat. Pengemudi dalam video mencontohkan aktivitas antar-jemput anak sekolah dan perjalanan ke pusat kebugaran yang jika digabung masih berada dalam jangkauan listrik mobil.

Hasil pengujian menunjukkan BYD M6 Classic mampu menempuh 40 kilometer dalam mode EV. Bahkan, ketika sistem masih menyisakan sekitar 25 persen baterai, mobil mencatat jarak tempuh sekitar 42 kilometer sebelum menggunakan mesin bensin sebagai sumber tenaga utama.

Kondisi tersebut membuat mobil bisa digunakan layaknya kendaraan listrik untuk perjalanan sehari-hari, selama pemilik rutin mengisi daya di rumah. Charger portable yang tersedia memiliki daya sekitar 10 ampere. Pada tegangan 240 volt, konsumsi dayanya berada di kisaran 2.400 watt.

Namun, varian Classic belum mendapatkan fitur fast charging. Karena itu, pengisian baterai lebih cocok dilakukan di rumah.

Baca Juga: 19.886 Siswa SD di Tulungagung Bakal Dapat Bapem Rp 91 Ribu, Ini Isi Paketnya

Tetap Irit Saat Baterai Habis

Salah satu pengujian menarik dilakukan setelah baterai tidak lagi digunakan untuk menggerakkan mobil. BYD M6 Classic kemudian dipakai dalam mode hybrid dengan perjalanan mencapai lebih dari 100 kilometer.

Hasil pengujian mencatat jarak 133 kilometer dengan konsumsi bahan bakar 6,8 liter. Jika dihitung berdasarkan angka tersebut, konsumsi bahan bakarnya sekitar 19,55 kilometer per liter.

Sebelumnya, ketika digunakan dalam perjalanan yang melibatkan jalan tol, konsumsi tercatat sekitar 16,6 kilometer per liter. Setelah digunakan kembali di rute yang lebih banyak melewati jalan perkotaan, hasil keseluruhan justru menjadi sekitar 19,5 kilometer per liter.

Hasil tersebut menunjukkan BYD M6 Classic tetap dapat digunakan ketika baterai listriknya habis. Mobil kemudian bekerja menggunakan sistem hybrid sehingga pemilik tidak harus selalu mengisi daya sebelum melakukan perjalanan jauh.

Sementara itu, klaim konsumsi hingga 65 kilometer per liter yang terdapat pada unit perlu dilihat berdasarkan kondisi pengujian. Angka tersebut disebut berasal dari pengujian dengan baterai dan tangki bahan bakar dalam kondisi penuh. Karena PHEV bisa menggunakan listrik dan bensin secara bergantian, konsumsi bahan bakarnya sangat bergantung pada kondisi baterai, rute, serta pola penggunaan.

Baca Juga: 5 Derbi Warnai Hari Pertama Bahlil Mini Soccer Zona 9, Tim Siapkan Strategi dan Peta Kekuatan Lawan

Fitur Lebih Sederhana, tetapi Teknologi Tetap Lengkap

Dari sisi tampilan, BYD M6 Classic memiliki beberapa perbedaan dibandingkan varian Cross. Mobil menggunakan pelek 16 inci dengan ban berukuran 225/60 R16. Versi ini juga tidak memiliki sejumlah detail eksterior seperti overfender pada varian yang lebih tinggi.

Varian Dynamic mendapatkan kamera 360 derajat, sedangkan tipe standar hanya dibekali kamera mundur. Di dalam kabin, material yang digunakan lebih sederhana dengan dominasi plastik keras.

Meski begitu, kualitas perakitan dinilai cukup solid. Bagian dashboard dan head unit tidak terasa mudah bergetar ketika disentuh. Sistem hiburan juga sudah mendukung Android Auto dan Apple CarPlay secara nirkabel.

BYD M6 Classic memiliki mode berkendara Normal, Eco, dan Sport. Mobil juga dibekali cruise control, meski belum menggunakan sistem adaptif. Untuk keselamatan, varian Dynamic yang diuji memiliki enam airbag.

Dari sisi kenyamanan, pengujian menemukan suspensi terasa cukup keras, terutama ketika melewati permukaan jalan yang tidak rata. Peredaman kabin juga dinilai masih berada pada tingkat yang cukup untuk mobil di kisaran harga Rp300 jutaan, meski suara dari bagian kolong dan samping masih terdengar.

Untuk performa, BYD M6 Classic mampu mencatat akselerasi 0-100 kilometer per jam sekitar 9,8 detik dalam satu kali pengujian. Karakter tenaganya terasa seperti mobil listrik ketika menggunakan motor listrik, sedangkan saat mesin bensin bekerja pada putaran tinggi, suara mesin lebih terdengar.

Dengan harga Rp298 juta, BYD M6 Classic menawarkan kombinasi penggunaan listrik untuk perjalanan harian dan mesin hybrid untuk perjalanan jauh. Sementara itu, varian Cross menawarkan baterai lebih besar dengan jarak EV hingga sekitar 100 kilometer serta dukungan fast charging.

Baca Juga: 5 Mobil Listrik Murah 2026, Harga Mulai Rp150 Jutaan, Ada yang Pakai Panel Surya

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : Pinterest
BYD M6 BYD M6 Classic mobil PHEV mobil hybrid mobil listrik