JAKARTA - Sepeda listrik kembali diuji untuk mengetahui kemampuan jarak tempuh dan performanya di berbagai kondisi jalan. Dalam pengujian kali ini, unit yang digunakan mampu menempuh
sekitar 44 kilometer tanpa memakai baterai cadangan, sementara indikator baterai masih menyisakan dua strip.
Pengujian tersebut dilakukan setelah sebelumnya sepeda listrik mengalami mogok ketika digunakan tanpa terlebih dahulu mengisi baterai hingga penuh. Kali ini, baterai utama dicas penuh sebelum perjalanan dimulai. Baterai cadangan juga dibawa sebagai antisipasi apabila terjadi kendala di tengah perjalanan.
Baca Juga: 7 Samsung Galaxy A Series 2026 yang Menarik, Ada A57 5G hingga A07 5G
Diuji di Berbagai Kondisi Jalan
Perjalanan dilakukan melewati sejumlah karakter jalan, mulai dari jalan kampung yang rusak, jalan beraspal, hingga medan dengan tanjakan. Pengendara menyebut sepeda listrik tersebut masih terasa nyaman ketika melaju di jalan yang relatif halus.
Namun, karakter berkendaranya berbeda dibandingkan sepeda motor bensin seperti Honda Scoopy atau Honda Beat. Setang sepeda listrik terasa lebih ringan sehingga pengendara harus menyesuaikan kecepatan, terutama ketika melewati jalan yang rusak.
Saat menghadapi tanjakan dengan kemiringan sekitar 10 hingga 11 derajat, sepeda listrik masih mampu melaju. Pengendara menggunakan kecepatan tertinggi dan menarik gas penuh untuk mendapatkan tenaga maksimal.
Dalam pengujian tersebut, sepeda listrik masih mampu melewati tanjakan meski kecepatannya perlu disesuaikan dengan kondisi jalan.
Jarak Tempuh Mencapai 44 Kilometer
Setelah perjalanan mencapai sekitar 20 kilometer, indikator baterai baru berkurang satu strip. Ketika jarak tempuh mencapai 23 kilometer, baterai masih menyisakan tiga strip.
Perjalanan kemudian dilanjutkan hingga total sekitar 32 kilometer. Pada titik tersebut, indikator baterai menunjukkan dua strip. Pengujian tetap diteruskan karena jarak menuju rumah masih sekitar 11 kilometer.
Menariknya, ketika perjalanan mendekati 43 kilometer, performa sepeda listrik masih terasa normal. Pengendara bahkan kembali menguji akselerasi dari posisi berhenti dan mendapatkan top speed sekitar 42 km/jam.
Total perjalanan akhirnya mencapai sekitar 44 kilometer dengan indikator baterai masih menyisakan dua strip. Berdasarkan hasil tersebut, pengendara memperkirakan jarak tempuh sepeda listrik tersebut dapat mencapai lebih dari 45 kilometer dalam kondisi penggunaan tertentu.
Baterai Cadangan Tidak Terpakai
Salah satu hal menarik dalam pengujian adalah baterai cadangan yang telah disiapkan ternyata tidak digunakan. Baterai tersebut hanya dipasang sebagai antisipasi apabila baterai utama kembali mengalami masalah.
Pengendara juga memperagakan cara memasang baterai cadangan tanpa melakukan pembongkaran besar pada bagian sepeda. Pemasangannya dilakukan dengan memanfaatkan ruang yang tersedia dan memberikan ganjalan agar baterai tidak mudah bergerak.
Pada akhir pengujian, baterai cadangan berhasil digunakan untuk memastikan sistem tetap dapat bekerja. Namun, untuk perjalanan kali ini, baterai utama sudah cukup membawa sepeda listrik menempuh sekitar 44 kilometer.
Pengisian Baterai Jadi Catatan Penting
Pengalaman sebelumnya menjadi pelajaran bahwa baterai baru sebaiknya tidak langsung digunakan tanpa pengisian penuh. Setelah pengujian kali ini, pengendara menegaskan pentingnya mengisi baterai hingga penuh sebelum penggunaan pertama.
Baterai yang digunakan merupakan jenis lithium-ion. Pengendara juga menjelaskan bahwa pola pengisian baterai lithium-ion berbeda dengan baterai SLA yang biasa digunakan pada sejumlah sepeda listrik.
Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa kondisi baterai, medan perjalanan, gaya berkendara, serta proses pengisian dapat memengaruhi performa dan jarak tempuh sepeda listrik.
Baca Juga: 7 Samsung Galaxy A Series 2026 yang Menarik, Ada A57 5G hingga A07 5G
Editor : Muhamad Ahsanul WildanSumber : Family Hent