JAKARTA - Alva One menjadi pilihan baru seorang pengguna motor listrik setelah menukar Volta 401 yang telah digunakan selama sekitar empat tahun.
Meski mengakui desain Alva One lebih menarik dan sesuai selera, keputusan tersebut ternyata membuatnya harus berkompromi dengan jarak tempuh, konsumsi baterai, hingga sistem pembacaan baterai.
Baca Juga: Alva One XP Resmi Meluncur, Motor Listrik Ini Punya Speedometer TFT dan Mode Sport
Alva One Punya Desain yang Lebih Disukai
Dalam video yang diunggah di YouTube, pengguna tersebut memperlihatkan unit Alva One keluaran 2022 yang baru dimilikinya selama lima hari. Motor tersebut sebelumnya ditukar dengan Volta 401 miliknya yang telah dimodifikasi.
Menurutnya, alasan utama memilih Alva One adalah desain. Bentuk motor dinilai lebih menyerupai motor bensin konvensional, terutama pada bagian depan dan stang yang terbuka.
Namun, dari sisi jarak tempuh, Alva One justru mengalami penurunan dibandingkan Volta 401. Ia menyebut Volta 401 miliknya sebelumnya mampu menempuh hingga sekitar 200 kilometer, sedangkan Alva One yang digunakan saat ini berada di kisaran 100 kilometer.
Perbedaan tersebut menjadi salah satu konsekuensi yang harus diterima setelah pertukaran dua motor listrik tersebut.
Konsumsi Daya Jadi Perhatian
Pengguna tersebut juga membandingkan konsumsi daya Alva One dengan motor sebelumnya yang telah dimodifikasi. Alva One menggunakan motor BLDC 4 kW.
Berdasarkan pengujiannya, dengan arus 20 ampere, Alva One disebut hanya mampu menempuh sekitar 40 kilometer. Sementara motor sebelumnya dapat mencapai sekitar 60 kilometer dengan penggunaan arus yang sama.
Artinya, berdasarkan pengalaman pengguna tersebut, konsumsi energi Alva One terasa lebih boros.
Sistem kaki-kaki juga menjadi bagian yang mendapat perhatian. Alva One menggunakan model single arm di bagian belakang. Menurutnya, desain tersebut memberikan keuntungan ketika penggantian ban karena proses pelepasan roda menjadi lebih mudah.
Namun, ia juga menyoroti potensi perubahan posisi atau kemiringan komponen apabila digunakan dalam jangka panjang.
Baterai Menjadi Bagian yang Paling Banyak Diutak-atik
Bagian paling menarik dari modifikasi Alva One tersebut berada pada sistem baterainya. Pengguna menggabungkan baterai lithium-ion dengan baterai LFP dan memisahkannya menggunakan MCB.
Ia menjelaskan bahwa sistem Alva One pada dasarnya tidak mencampur dua baterai secara bersamaan. Sistem akan menggunakan salah satu baterai terlebih dahulu sebelum berpindah ke baterai lainnya.
Menurutnya, pola tersebut dapat membuat baterai menerima beban tinggi. Karena itu, ia melakukan pengaturan sendiri agar penggunaan kedua baterai dapat berjalan sesuai kebutuhannya.
Baterai bawaan pada unit yang dimilikinya juga disebut sudah mengalami penurunan performa. Dalam kondisi tersebut, baterai hanya mampu memberikan jarak sekitar puluhan kilometer sebelum kembali membutuhkan pengisian.
Alva One Bisa Menggunakan Baterai Custom
Pengguna tersebut juga menunjukkan bahwa Alva One tetap dapat berjalan menggunakan baterai non-orisinal. Namun, berdasarkan pengalamannya, sistem akan membatasi arus hingga sekitar 20 ampere.
Sementara ketika menggunakan baterai original, arus yang terbaca dapat mencapai hingga 90 ampere. Kondisi inilah yang menurutnya membuat penggunaan baterai custom membutuhkan penyesuaian tambahan pada sistem motor.
Ia juga masih mencari cara untuk mengakali sistem CAN bus agar baterai custom dapat bekerja secara maksimal.
Selain baterai, charger bawaan Alva One yang digunakan disebut memiliki kapasitas 15 ampere. Hal tersebut berbeda dengan Volta 401 miliknya yang sebelumnya telah menggunakan built-in charger 20 ampere.
Pada akhirnya, pertukaran tersebut menjadi pengalaman baru bagi pengguna motor listrik tersebut. Ia mendapatkan desain yang lebih disukai, tetapi harus menerima jarak tempuh dan karakter konsumsi daya yang berbeda.
Ia pun meminta penonton memberikan pendapat mengenai keputusan menukar Volta 401 yang telah dimodifikasi dengan Alva One versi standar tersebut.
Baca Juga: Alva One XP Resmi Meluncur, Motor Listrik Ini Punya Speedometer TFT dan Mode Sport
Editor : Muhamad Ahsanul WildanSumber : Yusuf Munfadlil