Tukar Volta 401 ke ALVA One, Pemilik Ungkap Kelebihan dan Masalah Baterai

Muhamad Ahsanul Wildan • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 20:34 WIB
ALVA One ditukar dengan Volta 401. Simak pengalaman soal baterai, jarak tempuh, konsumsi daya, dan modifikasinya. (Ilustrasi Gemini AI)
ALVA One ditukar dengan Volta 401. Simak pengalaman soal baterai, jarak tempuh, konsumsi daya, dan modifikasinya. (Ilustrasi Gemini AI)

JAKARTA - ALVA One menjadi motor listrik yang menarik perhatian setelah seorang pengguna membagikan pengalamannya menukar Volta 401 dengan ALVA One versi 2022.

Keputusan tersebut dilakukan karena desain ALVA One dinilai lebih sesuai selera, meski dari sisi jarak tempuh dan efisiensi baterai justru terdapat sejumlah kekurangan yang harus diperhatikan.

Dalam video yang diunggah ke YouTube, pemilik kendaraan mengatakan dirinya telah menggunakan Volta selama sekitar empat tahun. Namun, ia akhirnya memilih menukar Volta 401 miliknya dengan ALVA One yang disebut baru diperoleh sekitar lima hari sebelum video dibuat.

Baca Juga: Alva One XP Naik Harga, Tapi Jarak Tempuh hingga 140 Km dan Fitur Makin Lengkap

Alasan Tukar Volta 401 dengan ALVA One

Salah satu alasan utama pemilik memilih ALVA One adalah desain. Ia menilai tampilan motor listrik tersebut lebih menyerupai motor konvensional, terutama pada bagian depan dan setang yang terlihat lebih terbuka.

Namun, keputusan tersebut juga membuatnya harus menerima penurunan kemampuan jarak tempuh. Volta 401 yang sebelumnya digunakan disebut mampu mencapai sekitar 200 kilometer, sedangkan ALVA One yang kini dimiliki hanya memiliki kemampuan sekitar 100 kilometer berdasarkan konfigurasi yang digunakan.

Pemilik juga menyoroti kondisi baterai bawaan ALVA One. Motor yang digunakan merupakan keluaran 2022 sehingga usia baterainya sudah sekitar tiga tahun. Menurut pengalamannya, baterai tersebut telah mengalami penurunan performa dan hanya mampu digunakan sekitar 30-40 kilometer, bahkan dapat lebih pendek jika motor dikendarai secara boros.

Baterai bawaan tersebut menggunakan teknologi lithium-ion, bukan LFP. Pemilik kemudian mengombinasikannya dengan baterai LFP milik Volta untuk mendapatkan kapasitas penggunaan yang lebih sesuai kebutuhannya.

Performa Motor dan Konsumsi Baterai

ALVA One dalam video tersebut menggunakan motor BLDC yang disebut memiliki daya 4 kW. Meski demikian, pemilik merasa konsumsi energinya lebih boros dibandingkan motor Volta yang sebelumnya telah dimodifikasi.

Ia memberikan perbandingan berdasarkan penggunaan arus 20 ampere. Pada konfigurasi Volta yang telah dimodifikasi, 20 ampere disebut dapat digunakan untuk menempuh sekitar 60 kilometer. Sementara itu, ALVA One hanya mampu mencapai sekitar 40 kilometer dengan penggunaan arus yang sama.

Bagian lain yang mendapat perhatian adalah sistem suspensi single arm pada roda belakang. Menurut pemilik, sistem tersebut memiliki keuntungan ketika proses penggantian ban karena lebih mudah dilepas. Namun, ia juga menyebut ada potensi roda menjadi tidak lurus apabila digunakan dalam waktu lama.

Modifikasi Baterai Jadi Perhatian Utama

Hal paling banyak dibahas dalam video adalah cara pemilik menggabungkan baterai LFP dengan baterai lithium-ion. Ia memasang kedua baterai secara terpisah dan menggunakan MCB untuk mengatur sistem kelistrikan.

Pemilik menjelaskan bahwa sistem ALVA One pada dasarnya tidak mencampur dua baterai secara bersamaan. Sistem akan menggunakan salah satu baterai dan kemudian berpindah ketika baterai tersebut habis.

Ia menilai pola penggunaan tersebut dapat memberikan beban besar terhadap baterai. Karena itu, ia mencoba mengatur penggunaan baterai agar arus yang diambil tidak terlalu tinggi.

Pemilik juga mengatakan baterai Volta yang digunakannya dibatasi pada arus sekitar 60 ampere, meskipun kapasitasnya disebut mencapai 90 ampere. Menurut pengalamannya, pembatasan tersebut dilakukan untuk menjaga umur baterai.

ALVA One Bisa Berjalan dengan Baterai Non-Original

Dalam video itu juga ditunjukkan bahwa ALVA One tetap dapat berjalan menggunakan baterai non-original. Namun, terdapat pembatasan arus hingga sekitar 20 ampere.

Sementara itu, ketika menggunakan baterai original, sistem motor dapat mengambil arus hingga sekitar 90 ampere. Pemilik menyebut bagian sistem CAN bus menjadi salah satu hal yang perlu diakali agar penggunaan baterai alternatif dapat bekerja lebih optimal.

Selain persoalan baterai, ALVA One juga memiliki charger original berkapasitas 15 ampere. Hal tersebut menjadi salah satu perbedaan dengan Volta 401 miliknya yang sebelumnya sudah menggunakan built-in charger 20 ampere.

Pada akhirnya, pemilik mengakui pertukaran tersebut membuatnya harus kembali melakukan berbagai eksperimen pada sistem kelistrikan. Ia kemudian meminta penonton memberikan pendapat mengenai keputusan menukar Volta 401 dengan ALVA One versi original.

Catatan: Informasi mengenai jarak tempuh, konsumsi arus, kondisi baterai, dan modifikasi dalam berita ini merupakan pengalaman serta pengukuran yang disampaikan pemilik kendaraan dalam video, bukan pengujian independen.

Baca Juga: Alva One XP Naik Harga, Tapi Jarak Tempuh hingga 140 Km dan Fitur Makin Lengkap

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
Sumber : Yusuf Munfadlil
baterai LFP Volta 401 Alva One baterai lithium-ion motor listrik