Honda Icon E Diuji di Jalan Rusak, Begini Rasa Berkendaranya

Syarifatul Insaniyah • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 17:36 WIB
Honda Icon E diuji di jalan rusak dan tikungan. Simak rasa berkendara, tenaga, pengereman, dan kelincahannya.(PINTEREST)
Honda Icon E diuji di jalan rusak dan tikungan. Simak rasa berkendara, tenaga, pengereman, dan kelincahannya.(PINTEREST)

TULUNGAGUNG - Honda Icon E menunjukkan karakter berbeda saat digunakan di perkotaan. Motor listrik ini diuji untuk manuver, melewati jalan bergelombang, menikung, hingga berakselerasi. Hasilnya, Honda Icon E dinilai menawarkan pengendalian yang natural, bukaan gas yang mudah diatur, serta pengereman yang terasa seperti skutik bermesin bensin.

Dalam pengujian, posisi berkendara Honda Icon E disebut mirip dengan Honda EM1 e:. Dengan tinggi pengendara 164 cm, posisi kaki masih terasa pas dan tidak membuat paha terlalu terangkat. Posisi setang juga dinilai cukup lebar, tetapi tetap memudahkan pengendara bermanuver.

Kelincahan menjadi salah satu karakter yang terasa ketika Honda Icon E digunakan untuk berpindah arah. Motor ini dapat digeser ke kiri dan kanan dengan mudah, seolah tidak memberikan beban berlebih kepada pengendara.

Saat digunakan melewati tikungan tajam, pengendalian Honda Icon E juga disebut masih akurat. Salah satu hal yang mendapat perhatian adalah respons bukaan gas.

Menurut pengujian tersebut, bukaan gas Honda Icon E lebih mudah diatur dibandingkan Honda EM1 e:. Pengendara dapat mengurutkan tenaga secara perlahan sehingga respons motor tidak terasa terlalu menghentak ketika tuas gas dibuka.

Baca Juga: Honda Icon E Resmi Diperkenalkan, Punya Baterai Fleksibel dan Bagasi 26 Liter

Karakter tersebut dianggap penting untuk penggunaan di tengah lalu lintas kota yang membutuhkan kontrol kecepatan secara presisi.

Honda Icon E juga diuji melewati permukaan jalan yang tidak rata. Hasilnya, bantingan suspensi terasa cukup keras. Namun, jok yang empuk dinilai membantu meredam sebagian rasa tidak nyaman yang muncul ketika motor melewati jalan bergelombang.

Meski memiliki wheelbase yang relatif kecil, Honda Icon E tetap disebut cukup stabil ketika digunakan dalam kecepatan tinggi. Namun, penguji tidak menyarankan motor ini digunakan untuk cornering pada kecepatan sekitar 60 kilometer per jam karena bodinya terasa cukup goyah.

Dari sisi tenaga, Honda Icon E menghasilkan output sebesar 2,4 PS dengan torsi hingga 85 Nm. Angka tersebut dinilai cukup untuk kebutuhan penggunaan dalam kota. Meski demikian, tenaga mulai terasa berkurang ketika kecepatan sudah berada di atas 40 kilometer per jam.

Karakter tersebut membuat Honda Icon E lebih cocok digunakan untuk mobilitas perkotaan dibandingkan mengejar performa pada kecepatan tinggi.

Salah satu aspek yang paling disorot dalam pengujian adalah rasa berkendara Honda Icon E. Bukaan gas yang dapat diatur secara bertahap membuat motor terasa lebih mudah dikendalikan.

Baca Juga: Honda Icon E Diklaim Lebih Worth It dari EM1 e, Ini Alasannya

Pengereman juga disebut memiliki respons yang natural. Kombinasi antara respons gas dan rem tersebut membuat pengendara lebih mudah melakukan manuver kecil, termasuk ketika harus bermanuver di tengah kemacetan.

Penguji menilai karakter seperti ini menjadi salah satu pembeda Honda Icon E dengan sejumlah motor listrik lain yang menurutnya memiliki respons gas terlalu mendadak atau karakter pengereman yang kurang natural.

Dengan harga sekitar Rp28 jutaan, Honda Icon E juga disebut sudah termasuk baterai dan charger dalam paket pembelian. Motor ini juga tidak menggunakan rangka eSAF, sehingga dalam pengujian melewati jalan bergelombang tetap menunjukkan kestabilan.

Secara keseluruhan, pengujian menunjukkan Honda Icon E lebih diarahkan untuk kebutuhan mobilitas harian di perkotaan. Kelincahan, kontrol gas, pengereman, serta karakter berkendara yang familiar menjadi aspek utama yang ditawarkan motor listrik tersebut.

Editor : Syarifatul Insaniyah
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
motor listrik Honda Honda Icon E Honda EM1 e: Motor listrik perkotaan motor listrik indonesia