TULUNGAGUNG- Honda Icon E menjadi motor listrik termurah Honda saat ini dengan harga sekitar Rp28 jutaan. Motor listrik ini menawarkan desain ringkas, baterai yang bisa dilepas, bagasi 26 liter, karakter berkendara yang lincah, serta pilihan warna mencolok. Dalam pengujian di Jakarta, Honda Icon E juga mampu mencatat jarak tempuh hingga 57 kilometer, lebih jauh dari klaim 53 kilometer.
Secara tampilan, Honda Icon E memiliki desain yang mirip dengan Honda IM1 e:. Keduanya sama-sama mengusung bodi ringkas, ramping, dan sederhana. Namun, terdapat perbedaan penting pada posisi baterai.
Jika Honda IM1 e: menempatkan baterai di area bagasi, Honda Icon E menaruh baterai di bagian dek. Penempatan tersebut membuat dek terasa sedikit lebih tinggi. Di sisi lain, ruang bagasi menjadi lebih lega karena tidak digunakan untuk baterai.
Pada bagian kaki-kaki, Honda Icon E menggunakan ban depan berukuran 12 inci dan ban belakang 10 inci. Motor listriknya memakai sistem hub drive yang ditempatkan pada roda belakang. Seluruh sistem pencahayaan juga sudah menggunakan LED.
Salah satu kepraktisan Honda Icon E terletak pada sistem pengisian baterainya. Pengguna memiliki dua pilihan, yakni melakukan pengisian langsung pada motor atau melepas baterai untuk dibawa ke tempat lain.
Baca Juga: Honda Icon E Dibanderol Rp28,72 Juta di Lampung, Tembus 53 Km
Baterai dapat dilepas dari bagian dek sehingga pengguna tidak harus selalu menyediakan akses kabel panjang menuju motor. Baterai tersebut juga dapat dibawa ke dalam rumah atau ruangan lain untuk dilakukan pengisian.
Konsep ini membuat Honda Icon E lebih fleksibel untuk pengguna yang memiliki keterbatasan akses stop kontak di area parkir.
Dari pengalaman penggunaan selama beberapa hari, karakter Honda Icon E disebut lebih cocok untuk mobilitas perkotaan. Rasa berkendaranya disebut mendekati Honda IM1 e:, terutama karena tenaga dan kapasitas baterainya dinilai serupa.
Suspensi terasa agak keras ketika motor digunakan sendirian. Namun, karakter tersebut justru membuat motor terasa lebih lincah. Saat digunakan berboncengan, suspensinya terasa lebih empuk.
Posisi berkendara juga disebut tidak jauh berbeda dengan Honda IM1 e:. Pengujian dilakukan oleh pengendara dengan tinggi 165 sentimeter dan dicoba pula oleh pengendara dengan tinggi lebih dari 175 sentimeter.
Ada pula karakter pengereman yang cukup menarik. Rem belakang Honda Icon E menggunakan tromol, sedangkan bagian depan memakai cakram. Dalam pengujian, rem belakang justru terasa lebih pakem dibandingkan rem depan.
Pengujian di Jakarta dilakukan dengan kondisi baterai penuh menggunakan mode berkendara campuran. Mode Standard lebih banyak digunakan, sedangkan mode lainnya dipakai ketika menghadapi kondisi lalu lintas macet.
Hasilnya, Honda Icon E mampu mencapai jarak sekitar 57 kilometer. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan klaim jarak tempuh 53 kilometer yang disebutkan dalam pengujian.
Untuk kebutuhan perkotaan, jarak tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan penting, terutama bagi pengguna yang aktivitas hariannya tidak membutuhkan perjalanan terlalu jauh.
Kepraktisan lain terdapat pada ruang penyimpanan. Honda Icon E memiliki kompartemen depan yang dapat digunakan untuk menyimpan botol dan barang kecil. Tersedia pula USB port untuk kebutuhan pengisian perangkat.
Bagian yang paling menonjol adalah bagasi berkapasitas 26 liter. Ruang tersebut masih dapat menampung helm half face, jas hujan, jaket, bahkan baterai tambahan jika pengguna memilikinya.
Dari sisi tampilan, Honda Icon E juga menawarkan warna-warna yang disebut mencolok dan sesuai dengan karakter namanya. Pilihannya mencakup Mint, Red, White, Matte Black, serta Orange.
Dengan harga sekitar Rp28 jutaan, Honda Icon E menjadi opsi motor listrik paling terjangkau dari Honda. Namun, harga tersebut tetap perlu dibandingkan dengan kebutuhan pengguna, terutama terkait jarak tempuh, ukuran bodi, dan karakter mobilitas harian.
Editor : Syarifatul InsaniyahSumber : Diolah dari berbagai sumber