JAKARTA - Uwinfly M110G menjadi salah satu motor listrik yang menarik perhatian di kelas harga Rp16 juta hingga Rp17 jutaan.
Mengusung motor 3.000 watt, baterai 73,6 volt 30 Ah, fast charging sekitar tiga jam, dan kecepatan maksimal 80 km/jam, motor listrik ini menawarkan sejumlah fitur menarik. Namun, ada persoalan serius yang disorot pengguna, yakni faktur kendaraan yang disebut belum tersedia sehingga proses STNK dan pelat nomor terkendala.
Baca Juga: 8 HP Oppo 5G RAM 8/256 GB Termurah, Harga Mulai Rp3 Jutaan
Desain Futuristik dan Fitur Cukup Lengkap
Uwinfly M110G merupakan bagian dari seri M milik Uwinfly dan menjadi penerus M100. Model ini diluncurkan pada Desember 2025 dengan sejumlah pembaruan, salah satunya kemampuan fast charging.
Dari sisi tampilan, M110G mengusung desain futuristik dengan bentuk bagian depan menyerupai shark head. Lampu-lampunya sudah menggunakan LED, sementara suspensi depan memakai model teleskopik. Motor ini menggunakan pelek ring 12 dengan ban berukuran 110/70.
Posisi berkendara dinilai cukup nyaman. Deck depan tergolong luas dan masih dapat digunakan untuk membawa barang seperti galon. Joknya juga disebut cukup empuk untuk penggunaan harian.
Namun, posisi footstep penumpang belakang dinilai kurang lebar sehingga kurang nyaman ketika digunakan berboncengan dalam waktu lama.
Fast Charging Tiga Jam dan Baterai Bisa Dilepas
Salah satu daya tarik Uwinfly M110G terletak pada sistem pengisian dayanya. Motor ini dibekali charger 10 ampere untuk baterai berkapasitas 73,6 volt 30 Ah.
Dengan konfigurasi tersebut, pengisian baterai dari kondisi kosong hingga penuh diklaim membutuhkan waktu sekitar tiga jam. Baterainya juga dapat dilepas dan diisi secara terpisah maupun melalui port charging pada motor.
Kapasitas baterai yang relatif kecil membuat proses pengisian menjadi lebih cepat. Namun, klaim jarak tempuh hingga 100 kilometer tetap bergantung pada mode berkendara, kondisi jalan, bobot pengendara, dan penggunaan motor.
Motor ini menyediakan tiga mode berkendara. Dalam pengujian video, mode Eco mencatat kecepatan sekitar 61 km/jam, mode Normal mencapai 68 km/jam, sedangkan mode Sport mentok sekitar 80 km/jam.
Suspensi Nyaman, tetapi Komstir Dinilai Berat
Saat digunakan di jalan, suspensi menjadi salah satu bagian yang mendapat penilaian positif. Redaksi video menyebut suspensi Uwinfly M110G terasa empuk dan nyaman untuk penggunaan harian.
Sebaliknya, komstir terasa cukup berat ketika digunakan untuk melakukan manuver kecil. Kondisi tersebut disebut masih dapat diperbaiki melalui penyetelan.
Fitur lain yang tersedia antara lain keyless, koneksi aplikasi Uwinfly, USB, USB Type-C, kompartemen penyimpanan, serta sistem pengaturan suspensi belakang.
Persoalan Faktur Jadi Sorotan
Di balik berbagai fitur tersebut, persoalan terbesar justru berkaitan dengan legalitas kendaraan. Dalam video disebutkan sejumlah pengguna Uwinfly M110G telah memiliki unit sejak Januari 2026, tetapi faktur kendaraan belum diterima.
Kondisi tersebut membuat proses penerbitan STNK dan pelat nomor menjadi terkendala. Akibatnya, pengguna disebut belum leluasa mengoperasikan motor di jalan raya.
Masalah ini menjadi sorotan karena motor listrik tersebut memiliki performa layaknya kendaraan bermotor dan dirancang untuk penggunaan harian. Pengguna pun berharap pihak Uwinfly segera memberikan kejelasan mengenai faktur dan proses administrasi kendaraan.
Dengan harga sekitar Rp16 juta hingga Rp17 jutaan, Uwinfly M110G menawarkan performa, fast charging, baterai milik sendiri, serta kenyamanan suspensi. Namun, persoalan faktur menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan calon pembeli sebelum memutuskan membeli unit tersebut.
Baca Juga: 8 HP Oppo 5G RAM 8/256 GB Termurah, Harga Mulai Rp3 Jutaan
Editor : Muhamad Ahsanul WildanSumber : Daksa Widito