Yadea E8S Pro Dipakai 2 Tahun, Begini Kondisi Baterai dan Biayanya

Syarifatul Insaniyah • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 13:20 WIB
Yadea E8S Pro dipakai 2 tahun. Simak pengalaman baterai, jarak tempuh, biaya listrik, servis, dan masalahnya.(PINTEREST)
Yadea E8S Pro dipakai 2 tahun. Simak pengalaman baterai, jarak tempuh, biaya listrik, servis, dan masalahnya.(PINTEREST)

TULUNGAGUNG - Yadea E8S Pro menjadi motor listrik yang diuji langsung setelah digunakan selama dua tahun untuk aktivitas kantor. Pengguna menyoroti performa baterai SLA, penggantian ke baterai LFP, jarak tempuh, biaya listrik, perawatan, sejumlah masalah kaki-kaki, hingga kenyamanan. Dari pengalaman tersebut, Yadea E8S Pro masih dinilai nyaman untuk perjalanan harian, tetapi pengguna menyarankan calon pembeli motor listrik baru memilih model dengan baterai lithium.

Pengguna memilih Yadea E8S Pro setelah sempat mencoba beberapa motor listrik. Salah satu pertimbangannya adalah jaringan bengkel yang saat itu terhubung dengan Indomobil. Faktor lain yang membuatnya tertarik adalah bagasi luas.

Bagasi tersebut disebut mampu menampung helm, charger, jas hujan, kabel extension, sandal, hingga laptop 13 inci dalam kondisi tertentu. Saat membeli, harga motor disebut Rp23,9 juta. Setelah subsidi Rp7 juta dan tambahan promo dealer sekitar Rp1 juta, harga yang dibayar pengguna menjadi sekitar Rp15,9 juta.

Saat itu, pengguna mengaku belum memahami karakter baterai SLA maupun lithium. Pertimbangan pembelian lebih banyak didasarkan pada jarak tempuh, harga, dan merek.

Baca Juga: Geger! Harga Motor Listrik Yadea Tiba-tiba Turun Drastis, E8S Pro Kini Cuma Rp9,5 Juta, Osta Tembus 150 Km Sekali Cas

Selama memakai baterai standar SLA, performa Yadea E8S Pro disebut menurun ketika kapasitas baterai berada di bawah 50 persen. Setelah 15 bulan pemakaian, baterai diketahui mengalami pembengkakan dan pada bulan ke-16 diganti baru melalui layanan garansi.

Pengguna kemudian memutuskan melakukan upgrade baterai ke LFP pada sekitar bulan ke-22. Baterai baru disebut memiliki kapasitas 72 volt 45 Ah. Dalam mode satu, pengguna menempuh perjalanan sekitar 38 kilometer dari rumah ke kantor dengan sisa baterai sekitar 68 persen.

Dalam mode dua, dengan kecepatan maksimal sekitar 62-63 kilometer per jam, sisa baterai setelah jarak yang sama disebut sekitar 59-60 persen. Pengguna memperkirakan jarak tempuh bisa lebih dari 100 kilometer dalam mode satu, terutama bagi pengendara dengan bobot lebih ringan.

Dengan charger standar 6 ampere, pengisian disebut membutuhkan sekitar lima menit untuk setiap satu persen baterai. Jika baterai tersisa 60 persen, pengguna memperkirakan perlu sekitar 200 menit untuk mengisi hingga penuh.

Untuk pemakaian kantor, biaya listrik disebut sekitar Rp50 ribu per bulan karena sebagian pengisian juga dilakukan di kantor. Sementara itu, servis enam bulan pertama di Yadea Pasar Minggu disebut gratis. Servis pada 12 bulan berikutnya di Indomobil Sukamaju dikenakan sekitar Rp27 ribu.

Baca Juga: Yadea Osta Punya Jarak Tempuh 150 Km, Harga Mulai Rp19,9 Juta

Baterai yang mengalami pembengkakan kemudian diganti gratis karena masih dalam masa garansi. Pengguna juga mengganti kampas rem dua kali, spion, ban depan-belakang, serta melakukan sejumlah modifikasi.

Salah satu masalah yang dirasakan sejak awal adalah bunyi pada komstir dan shockbreaker ketika melewati jalan rusak. Komponen tersebut sempat diklaim dan diganti, meski pengguna masih merasa bagian kaki-kaki perlu ditingkatkan.

Masalah lain terjadi pada dinamo yang penyok setelah diduga terkena lubang ketika ban dalam kondisi kempis. Perbaikan di Yadea Depok disebut hanya membutuhkan proses diketok dan biaya sekitar Rp20 ribu.

Pengguna juga mengganti klakson dengan tipe yang lebih keras. Secara umum, tidak ada kerusakan yang dianggap sangat krusial selain persoalan baterai SLA.

Pengguna menyebut Yadea E8S Pro nyaman untuk perjalanan harian karena minim getaran dan suara. Namun, posisi duduk dinilai kurang nyaman untuk perjalanan jauh. Motor juga disebut kurang ideal ketika digunakan berboncengan karena posisi bagian depan dan footstep pembonceng.

Baca Juga: Motor Listrik Yadea Terbaru 2026 Siap Rilis: Jarak 150 Km, Fitur AI IGO, Harga Diprediksi Rp30 Jutaan!

Motor ini kemudian dinilai lebih sesuai untuk penggunaan pribadi, terutama perjalanan kantor. Pengguna yang menempuh sekitar 38 kilometer sekali perjalanan masih merasa kendaraan tersebut mampu memenuhi kebutuhan rutinnya.

Setelah dua tahun, pengguna menyimpulkan motor tersebut masih dapat memenuhi kebutuhan perjalanan kantor, khususnya bagi orang yang bisa mengisi daya di rumah maupun tempat kerja. Namun, untuk pembelian baru, ia menyarankan mempertimbangkan motor listrik dengan baterai lithium.

Pengalaman lain yang dirasakan adalah ketika listrik padam. Pengguna pernah mengalami baterai tersisa 39 persen pada malam hari, tetapi rencana pengisian terganggu karena listrik mati. Meski demikian, kejadian tersebut disebut baru dialami sekali selama dua tahun pemakaian.

Kesimpulannya, pengalaman dua tahun membuat pengguna tetap mempertahankan Yadea E8S Pro sebagai kendaraan yang menemani aktivitas dan perjalanan. Namun, berdasarkan pengalamannya, calon pembeli baru disarankan memperhatikan jenis baterai sebelum menentukan pilihan motor listrik.

Editor : Syarifatul Insaniyah
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
motor listrik harian baterai LFP Yadea E8S Pro baterai SLA motor listrik