JAKARTA - Honda Super One resmi diterima konsumen di Indonesia dengan harga mencapai Rp438 juta untuk varian warna tertentu.
Mobil listrik mungil ini menarik perhatian bukan hanya karena desainnya yang unik, tetapi juga karena unitnya sangat terbatas, fitur simulasi perpindahan gigi, mode Boost, serta karakter berkendara yang diklaim berbeda dari mobil listrik sekelasnya.
Unit Honda Super One tersebut diterima oleh kreator otomotif Fitra Eri setelah dikirim dari Honda Bandung Center. Dalam video di kanal Fitri Car Collecting Day, Fitra memperlihatkan proses serah terima sekaligus mencoba langsung mobil listrik tersebut untuk pertama kalinya.
Baca Juga: 16 Tim Bahlil Mini Soccer Zona 11 Defile Pakai Sarung, Bupati Situbondo Beri Dukungan
Harga Honda Super One Tembus Rp438 Juta
Fitra mengakui harga Honda Super One tergolong tinggi jika dibandingkan dengan spesifikasi mobil listrik lain di kisaran harga yang sama. Harga dasar mobil ini disebut sekitar Rp438 juta, sementara warna tertentu seperti grey dan ungu mendapatkan tambahan biaya Rp10 juta. Warna hitam menjadi pilihan dengan harga paling dasar.
Harga tersebut berkaitan dengan asal mobil yang didatangkan langsung dari Jepang. Dalam video, Fitra menyebut harga mobil di Jepang berada di kisaran Rp370 juta-Rp380 juta sebelum memperhitungkan biaya pengiriman dan pajak.
Meski demikian, Fitra tetap memilih warna grey karena dinilai lebih kalem dibandingkan warna ungu maupun hitam. Mobil tersebut juga bukan sekadar kendaraan listrik biasa. Honda Super One membawa pendekatan yang menonjolkan pengalaman berkendara sebagai salah satu daya tarik utamanya.
Hanya 100 Unit untuk 2026
Salah satu faktor yang membuat Honda Super One semakin menarik adalah jumlah unitnya yang terbatas. Untuk 2026, kuota mobil ini disebut hanya 100 unit. Bahkan, seluruh unit tersebut diklaim sudah habis sehingga sebagian calon konsumen harus menunggu hingga 2027.
Kondisi tersebut membuat mobil listrik mungil Honda ini memiliki daya tarik tersendiri. Fitra menyebut secara perbandingan harga dan spesifikasi, sejumlah mobil listrik asal China menawarkan value for money yang lebih tinggi.
Honda Super One memang bukan mobil dengan jarak tempuh paling jauh atau tenaga terbesar. Mobil ini memiliki tenaga sekitar 64 HP dalam kondisi normal dan dapat meningkat menjadi sekitar 94-95 HP melalui mode Boost.
Namun, pendekatan Honda berbeda. Mobil ini dirancang dengan inspirasi dari Honda City Turbo dan mengutamakan karakter pengendalian.
Performa Jadi Senjata Utama
Setelah mengendarai sekitar 14 kilometer di kawasan PIK 2, Fitra menilai karakter Honda Super One sesuai dengan klaim Honda. Suspensinya dianggap mampu menggabungkan kenyamanan dan handling yang presisi.
Ketika diajak bermanuver, mobil terasa sigap dan mudah diprediksi. Ukurannya yang kompak juga membuatnya lincah ketika digunakan di perkotaan.
Mode Boost menjadi salah satu fitur yang menarik. Selain meningkatkan tenaga, mode ini menghadirkan suara buatan dan simulasi perpindahan gigi sehingga pengalaman berkendaranya dibuat menyerupai mobil bermesin pembakaran.
Fitra juga mencoba mode City yang memiliki fitur one-pedal driving. Sistem regenerative braking memungkinkan mobil melambat hingga berhenti ketika pengemudi melepas pedal akselerator.
Meski begitu, Honda Super One memiliki sejumlah keterbatasan. Fitur bantuan berkendara belum selengkap beberapa pesaingnya. Adaptive cruise control belum mendukung traffic jam assist, sementara blind spot monitoring, parkir otomatis, dan kamera 360 derajat juga belum tersedia.
Bagi Fitra, kekurangan tersebut tetap bisa diterima karena daya tarik utama Honda Super One berada pada sensasi berkendaranya. Mobil listrik ini akhirnya dibawa untuk mendapatkan perlindungan PPF sebelum digunakan lebih jauh.
Baca Juga: 16 Tim Bahlil Mini Soccer Zona 11 Defile Pakai Sarung, Bupati Situbondo Beri Dukungan
Editor : Muhamad Ahsanul WildanSumber : Fitra eri