Toyota Agya Generasi Pertama Bekas, Harga Stabil dan Irit tapi Punya Kekurangan

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 20:32 WIB
Toyota Agya generasi pertama masih menarik sebagai mobil bekas karena irit, mudah dirawat, kabin lega, dan harga stabil (Pinterest).
Toyota Agya generasi pertama masih menarik sebagai mobil bekas karena irit, mudah dirawat, kabin lega, dan harga stabil (Pinterest).

RADARTULUNGAGUNG,JAWAPOS.COM - Toyota Agya generasi pertama masih menjadi salah satu pilihan menarik bagi konsumen yang mencari mobil pertama maupun kendaraan operasional harian. Meski usianya sudah lebih dari satu dekade, mobil LCGC ini dinilai memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari konsumsi BBM irit, perawatan mudah, kabin cukup lega, hingga harga bekas yang relatif stabil.

Toyota Agya pertama kali diperkenalkan PT Toyota Astra Motor pada 2013 sebagai bagian dari program Low Cost Green Car (LCGC). Pada awal kemunculannya, Agya menggunakan mesin 1.000 cc tiga silinder dan tersedia dalam beberapa varian, termasuk E, G, dan TRD Sportivo.

Perjalanan Agya berlanjut pada 2017 ketika Toyota memberikan penyegaran. Salah satu perubahan penting adalah penggunaan mesin 1.200 cc empat silinder Dual VVT-i yang diklaim lebih halus dan bertenaga. Kemudian pada 2020, Agya kembali mendapatkan pembaruan fitur.

Baca Juga: Toyota Calya G 2018 Bekas Rp117 Juta, Benarkah Masih Layak Jadi Mobil Keluarga?

Harga Bekas Toyota Agya Masih Stabil

Salah satu daya tarik Toyota Agya generasi pertama adalah harga bekasnya yang dinilai tidak jatuh terlalu dalam. Unit produksi awal 2013-2016 disebut masih berada di kisaran puluhan juta hingga sekitar Rp95 jutaan.

Sementara model facelift 2017 ke atas disebut masih berada di rentang sekitar Rp100 juta hingga Rp115 jutaan.

Stabilnya harga tersebut dikaitkan dengan kepercayaan pasar terhadap daya tahan mesin, kemudahan perawatan, serta popularitas merek Toyota. Kondisi ini membuat Agya menarik bagi konsumen yang mempertimbangkan nilai jual kembali ketika nantinya ingin mengganti mobil.

Ada Mesin 1.000 cc dan 1.200 cc

Toyota Agya generasi pertama memiliki dua pilihan mesin. Mesin 1.000 cc tiga silinder lebih ditujukan bagi konsumen yang mengutamakan efisiensi. Konsumsi bahan bakarnya disebut dapat mencapai 15-20 km per liter.

Namun, mesin tiga silinder memiliki karakter getaran yang lebih terasa ketika mobil dalam kondisi diam.

Pilihan lainnya adalah mesin 1.200 cc empat silinder Dual VVT-i yang hadir pada model facelift. Mesin ini disebut menghasilkan tenaga sekitar 88 HP dan menawarkan karakter yang lebih halus.

Mesin 1.200 cc juga dinilai lebih sesuai untuk perjalanan luar kota atau medan yang menanjak. Konsekuensinya, konsumsi bahan bakar tidak seirit mesin 1.000 cc, meski masih dianggap wajar untuk penggunaan harian.

Baca Juga: Toyota Calya G 2020 Bekas Mulus Dijual Rp105 Juta, Pajak Hidup Rp113 Juta

Kabin Cukup Lega, tetapi Bagasi Terbatas

Dari sisi dimensi, Toyota Agya memiliki bodi yang ringkas sehingga mudah digunakan di perkotaan. Ukuran tersebut membuatnya mudah bermanuver, mencari tempat parkir, maupun berputar di jalan sempit.

Bagian kabin juga dinilai cukup fungsional. Ruang kaki penumpang belakang relatif lega sehingga mobil masih mampu membawa lima orang dewasa untuk perjalanan dalam kota.

Namun, ruang bagasinya tergolong kecil. Pelipatan jok belakang yang masih menggunakan sistem satu bagian penuh juga membuat fleksibilitas membawa penumpang sekaligus barang berukuran panjang menjadi terbatas.

Kekurangan Toyota Agya Generasi Pertama

Sebagai mobil LCGC, Agya memiliki beberapa kompromi. Salah satunya adalah peredaman kabin yang kurang kedap. Suara ban dan mesin masih cukup terdengar ketika kecepatan meningkat.

Material interior juga didominasi plastik keras. Pada kondisi tertentu, material tersebut dapat menimbulkan suara gesekan ketika mobil sering melewati jalan rusak.

Kenyamanan juga menjadi catatan ketika mobil dipacu pada kecepatan tinggi. Bobotnya yang ringan membuat Agya terasa sedikit goyang atau melayang ketika melaju di jalan tol.

Meski begitu, karakter tersebut dinilai masih sesuai dengan konsep Agya sebagai mobil perkotaan yang dirancang untuk penggunaan pada kecepatan rendah hingga menengah.

Secara keseluruhan, Toyota Agya generasi pertama tetap menarik bagi pembeli yang mengutamakan efisiensi, kemudahan perawatan, kelincahan di perkotaan, serta harga jual kembali yang relatif stabil. Kekurangan pada peredaman, material interior, dan fitur kemewahan menjadi kompromi yang perlu diterima sesuai kelas dan karakter mobil tersebut.

Baca Juga: Toyota Agya 2014 Punya 5 Kekurangan dan 6 Kelebihan, Masih Layak Dibeli?

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : Pinterest
Toyota Agya bekas harga Toyota Agya mobil LCGC Toyota Agya generasi pertama Toyota Agya 2013