RADARTULUNGAGUNG,JAWAPO.COM- Toyota Rush dikenal sebagai SUV yang memiliki sejumlah kekurangan, mulai dari handling yang limbung, suspensi keras, performa mesin biasa saja, hingga transmisi otomatis yang terasa lambat. Namun, berbagai kelemahan tersebut ternyata tidak membuat Toyota Rush kehilangan peminat. Harga bekasnya pun relatif bertahan karena mobil ini memiliki karakter yang sulit ditemukan pada SUV modern.
Bukan Sekadar MPV yang Dibikin Tinggi
Salah satu alasan Toyota Rush tetap diminati adalah konstruksinya yang berbeda dari banyak LSUV modern. Mobil ini menggunakan penggerak roda belakang atau rear wheel drive (RWD) dan sejak awal dirancang sebagai SUV.
Karakter tersebut membuat Toyota Rush lebih cocok digunakan di jalan rusak, tanjakan, maupun wilayah yang memiliki risiko banjir. Berbeda dengan mobil berbasis MPV yang sekadar mendapat tambahan ground clearance dan aksesori bergaya SUV.
Posisi mesin Toyota Rush juga menjadi bagian dari karakter tersebut. Mesin ditempatkan relatif tinggi dan saluran udara atau intake berada di bagian atas. Rancang bangun ini disebut berkaitan dengan kebutuhan menghadapi kondisi jalan di Indonesia, termasuk genangan air dan banjir.
Komponen ECU juga ditempatkan di lokasi yang lebih terlindungi. Posisinya tidak mudah terlihat seperti pada sejumlah mobil lain karena berada di balik bagian dashboard. Tujuannya untuk mengurangi risiko kerusakan ketika kendaraan melewati genangan atau banjir.
Baca Juga: Toyota Calya vs Avanza, Hemat Rp64 Juta tapi Benarkah Bisa Jadi Pengganti?
Ground Clearance Tinggi dan RWD
Toyota Rush juga memiliki ground clearance tinggi dengan ban berprofil tebal. Salah satu varian yang dibahas menggunakan pelek R17 dengan ban 215/60, sehingga karakter ban ikut membantu meredam guncangan.
Sistem RWD menjadi keunggulan lain. Saat melewati jalan menanjak atau permukaan yang rusak, penggerak roda belakang dinilai lebih dapat diandalkan dibandingkan mobil FWD untuk kebutuhan tertentu.
Namun, konfigurasi tersebut juga membawa konsekuensi. Toyota Rush hanya memiliki penggerak dua roda. Padahal, jika tersedia varian 4WD, kemampuan mobil di medan berat akan semakin kuat dan sejumlah kekurangan seperti handling serta suspensi keras bisa lebih mudah ditoleransi.
Performa Bukan Keunggulan Utama
Toyota Rush menggunakan mesin 1.500 cc dengan tenaga kurang dari 110 HP. Dipadukan dengan penggerak RWD, bodi SUV, serta ban berdiameter besar, performanya terasa biasa saja.
Saat digunakan dengan kecepatan rendah, mobil masih terasa cukup responsif. Namun ketika pedal gas diinjak lebih dalam, akselerasinya mulai terasa berat. Kondisi semakin terasa ketika mobil membawa penumpang penuh.
Transmisi otomatis juga menjadi salah satu titik yang dikritik. Karakternya dinilai masih menyerupai transmisi otomatis generasi lama, sehingga terasa lambat dibandingkan mobil modern yang sudah menggunakan CVT.
Konsumsi bahan bakarnya pun tidak bisa disebut sangat irit. Perkembangan mobil FWD dengan CVT membuat Toyota Rush RWD terasa lebih boros jika dibandingkan kendaraan generasi terbaru.
Baca Juga: Toyota Agya Generasi Pertama Bekas, Harga Stabil dan Irit tapi Punya Kekurangan
Interior Sederhana, Fitur Keselamatan Cukup
Masuk ke kabin, nuansa sederhana masih terasa. Material plastik keras mendominasi interior, meski terdapat beberapa bagian yang menggunakan material empuk dan kombinasi kain atau kulit sintetis.
Posisi duduk pengemudi cukup tinggi sehingga memberikan pandangan luas. Hal tersebut bisa menjadi nilai tambah bagi pengemudi yang merasa lebih percaya diri ketika mengendarai mobil dengan posisi duduk tinggi.
Fitur hiburan sudah cukup memadai dengan head unit, Bluetooth, kamera mundur, serta pada model yang lebih baru tersedia Android Auto dan Apple CarPlay.
Untuk keselamatan, Toyota Rush memiliki electronic stability control dan hingga enam airbag. Hasil pengujian keselamatannya juga disebut masih tergolong cukup baik, meskipun belum dibekali fitur bantuan pengemudi modern seperti ADAS.
Tetap Menarik untuk Wilayah Tertentu
Pada akhirnya, Toyota Rush bukan mobil yang menawarkan pengalaman berkendara paling nyaman atau performa paling kencang. Namun, keunggulannya terletak pada konstruksi yang sederhana, RWD, ground clearance tinggi, serta kemampuan menghadapi kondisi jalan yang kurang bersahabat.
Karakter tersebut membuat Toyota Rush tetap relevan bagi pengguna yang tinggal di daerah pegunungan, jalan rusak, atau wilayah yang rawan banjir. Bagi konsumen yang hanya membutuhkan kendaraan untuk berpindah dari titik A ke B dengan perawatan relatif sederhana, kekurangan mobil ini justru bisa menjadi kompromi yang dapat diterima.
Baca Juga: Toyota Agya 2013 Cuma 848 Km, Kondisinya Bikin Mobil 10 Tahun Serasa Baru
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : Pinterest