TRENGGALEK – Gedung active learning classroom diresmikan, kemarin (2/5). Peresmian gedung ini dilakukan oleh Plt Sekretaris Daerah Kusprigianto, ditandai dengan pemotongan pita di hadapan jajaran petinggi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan guru-guru SMPN 1 Trenggalek.
Peresmian gedung ini termasuk dalam salah satu rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Tema yang diusung dalam peringatan hardiknas tahun ini adalah “Meningkatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”. Artinya, pendidikan dan kebudayaan tidak bisa dipisahkan dalam peradaban manusia.
Untuk itu, pada tahun ini pula Kabupaten Trenggalek menginisiasi masuknya sejumlah kebudayaan menjadi bagian dari kurikulum pendidikan. Semisal dengan mengharuskan penggunaan bahasa Jawa pada hari tertentu untuk seluruh satuan pendidikan mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama (SMP).
Selain itu, karawitan dan wayang juga akan dimasukkan dalam kegiatan sekolah.
Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Sunyoto mengatakan, secara umum, potret pendidikan di Kota Keripik Tempe ini sudah lumayan baik.
Jika dilihat dari pemerataan akses pendidikan, cakupan atau kesempatan masyarakat menikmati pendidikan sudah sangat tinggi. Di sisi lain, terkait dengan mutu pendidikan juga terus diupayakan untuk memenuhi delapan standar pendidikan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah.
“Bahkan, kita masuk dalam enam kabupaten/kota yang menjadi pilot project peningkatan mutu pendidikan,” katanya.
Dia mengungkapkan, Trenggalek menjadi satu satunya daerah yang berani dan menginisiasi untuk penjaminan mutu pendidikan bagi tenaga pendidiknya. Artinya, jika selama ini kegiatan tersebut hanya mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), Trenggalek dengan APBD yang terbatas berani mengalokasikan sebagian anggarannya untuk kepentingan tersebut.
Menurut dia, salah satu tantangan dalam dunia pendidikan dewasa ini adalah kualitas pendidik. Sebagian besar tenaga pendidik di Kota Keripik Tempe perlu mendapatkan perhatian lebih, terutama dalam bidang teknologi.
“Dengan penjaminan mutu itu, kami bermaksud terus meningkatkan kualitas tenaga pendidik yang ada,” katanya.
Adapun terkait masuknya sejumlah kebudayaan dan kesenian ke dalam lingkungan pendidikan, pria ramah ini menilai, kebudayaan dan kesenian merupakan salah satu sarana untuk pembinaan karakter.
Dalam pelaksanaan nanti, sekolah bisa mengejawantahkan program ini sesuai dengan kondisi sekolah. Karena diakuinya, sementara ini tidak semua sekolah memiliki sarana untuk kesenian itu.
“Yang TK atau SD mungkin bisa pengenalan, sedang yang SMP masuk ekstrakurikuler. Nanti bisa juga bersinergi dengan budayawan lokal jika memang dibutuhkan untuk tenaga pendidik,” ungkapnya.
Dalam momentum Hardiknas ini, disdikpora juga ingin memberdayakan sekaligus mengasah kemampuan putra-putra terbaik dalam kesenian.
Yakni dengan memberikan kesempatan untuk mentas bagi para dalang bocah yang beberapa waktu telah membawa nama baik daerah.
Selain itu, pagelaran wayang dihelat hingga pagi ini juga melibatkan budayawan atau dalang lokal. (hai/ed/tri)
Editor : Anggi Septian Andika Putra