SANANWETAN, Radar Blitar- Selama proses pembelajaran jarak jauh atau daring, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melalui Dinas Pendidikan tidak hanya memberikan perhatian khusus para peserta didik. Guru ataupun tenaga pengajar juga mendapat sorotan. Buktinya, disediakan workshop pembelajaran daring. Tujuannya, menambah pengetahuan serta ketrampilan bagi para tenaga pengajar di Kota Blitar.
Setelah workshop pembelajaran daring diikuti para guru SMP, kini giliran kepala sekolah dan guru SD. Mereka diajak menggunakan metode pembelajaran daring yang lebih efisien. Salah satunya menggunakan aplikasi berbasis android.
Dalam workshop pembelajaran daring yang diikuti tenaga pengajar tingkat SD, menghadirkan dua orang guru pengajar dari SDN Sentul 02 sebagai narasumber. Yakni Erma Wati, menyampaikan materi penggunaan aplikasi yang efisien dalam pembelajaran daring. Narasumber lain, yakni Septian Eriyatmoko. Dia menyampaikan materi penggunaan video pembelajaran berbasis android.
Erma Wati mengatakan, workshop pembelajaran daring tersebut bertujuan membantu para guru menyampaikan materi secara efisien. Menurut dia, para guru tetap dituntut untuk menyampaikan materi dengan jelas meskipun pembelajaran dilakukan secara daring. Oleh karena itu, para guru juga harus dibekali pengetahuan untuk membuat penyampaian materi yang tidak membosankan bagi para siswa.
"Tujuannya sama, yaitu membantu para guru untuk menyampaikan materi belajar kepada siswa secara mudah dan efisien. Karena kita tahu siswa akan bosan kalau guru hanya menyuruh membaca dan mengerjakan buku LKS," terangnya.
Erma melanjutkan, telah mengenalkan salah satu aplikasi yang cukup efisien. Itu dapat digunakan para guru untuk proses pembelajaran daring. Aplikasi (kaizala) tersebut hampir sama dengan whatsapp yang sering digunakan sehari-hari. Pengenalan sekaligus penggunaan salah satu aplikasi berbasis chat, dengan berbagai fitur itu dinilai lebih lengkap. Yakni untuk mendukung kegiatan belajar mengajar bagi guru dan siswa selama proses pembelajaran daring.
"Jadi dalam aplikasi itu lebih lengkap fiturnya dan lebih mudah digunakan. Termasuk untuk absen, mengumpulkan tugas, membuat pengumuman dan sebagainya. Oleh karena itu kami mencoba menyarankan satu aplikasi yang lebih efisien untuk para guru," terangnya.
Hal senada diungkapkan Septian Eriyatmoko. Menurut dia, selama proses pembelajaran daring para guru diharuskan memiliki pengetahuan serta kemampuan baru tentang teknologi. Termasuk teknologi yang dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh.
"Ada banyak teknologi yang mendukung pembelajaran online, namun para guru lebih kami ajak atau arahkan untuk menggunakan teknologi ataupun aplikasi yang paling efisien," tuturnya saat dikonfirmasi kemarin.
Menurut Erik, sapaan Septian Eriyatmoko, video pembelajaran juga diperlukan untuk mendukung proses pembelajaran daring. Karena itulahpara guru SD juga diarahkan untuk membuat video pembelajaran berbasis android, atau dengan menggunakan ponsel. Membuat dan mengedit video pembelajaran menggunakan HP dinilai lebih efisien dibandingkan memakai laptop ataupun komputer.
"Kami kenalkan satu aplikasi berbasis android yang bisa digunakan untuk membuat video pembelajaran. Jadi guru bisa membuat sekaligus mengedit video belajar mereka lewat HP,” ujarnya.
“Tidak usah lagi buka laptop dan menggubakan aplikasi yang berat. Cukup satu aplikasi video, bisa diupload ke youtube dan linknya itu bisa langsung diberikan ke siswa," imbuhnya.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar Priyo Suhartono mengatakan, workshop pembelajaran daring bagi guru SD merupakan rangkaian kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan Kota Blitar. Menurut dia, adanya workshop tersebut dapat meningkatkan kualitas serta ketrampilan para guru maupun tenaga pengajar. Selain itu, juga sebagai bentuk perhatian bagi guru dalam menempuh proses pembelajaran jarak jauh.
"Adanya workshop atau webinar ini akan menjadi kegiatan yang membantu para guru di sekolah, untuk menambah kemampuan dan ketrampilan mereka,” katanya.
“Khususnya untuk menunjang proses pembelajaran jauh menggunakan media - media yang lebih efektif," pungkasnya.
Editor : Didin Cahya Firmansyah