BOYOLANGU, Radar Tulungagung - Pemerintah dituntut sigap menyiapkan data untuk sasaran vaksinasi. Khususnya bagi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) di Kabupaten Tulungagung. Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora) Kabupaten Tulungagung Hariyo Dewanto Wicaksono mengatakan, telah melakukan pendataan dan pengusulan untuk vaksinasi bagi PTK. “Sudah kami data dan serahkan ke satgas kabupaten. Kami tinggal mengikuti instruksi lebih lanjut saja,” jelasnya.
Pria yang akrab disapa Yoyok ini melanjutkan, pihaknya telah melakukan pendataan melalui data pokok pendidikan (dapodik). Ini untuk seluruh PTK di semua jenjang. Dari PAUD, TK, SD, hingga SMP, baik yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) maupun non-ASN atau guru tidak tetap (GTT). “Semua saya usulkan, nanti mana yang akan divaksinasi duluan atau seperti apa biar satgas maupun dari tim kesehatan yang menentukan,” terangnya.
Disinggung mengenai jumlah usulan, pria yang juga menjabat sebagai sekretaris Dispendikpora Kabupaten Tulungagung ini mengaku belum mengetahui pasti angkanya. Sebab, dari informasi yang dia terima, proses verifikasi data masih terus berlangsung sampai kini. “Yang pasti lebih dari tiga ribu guru. Karena ini meliputi semua jenjang. Jadi kita tunggu nanti akan seperti apa,” urainya.
Yoyok pun berharap, nantinya jika program vaksinasi bagi PTK telah berjalan, semua guru untuk dapat mendukung dan berpartisipasi. Sebab, vaksinasi ini juga diharapkan menjadi upaya pencegahan penularan Covid-19 di lingkup sekolah. Selain itu, jika program vaksinasi ini dapat berjalan sukses, tentu akan berimbas pada keberlangsungan pembelajaran. Salah satunya dapat dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. “Seperti yang telah disampaikan Pak Menteri jika sudah dapat dikendalikan Juli depan ditargetkan bisa PTM. Semoga teman-teman guru turut mendukung program ini,” imbuhnya.
Dikonfirmasi di tempat berbeda, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung Didik Eka Sunarya Putra mengatakan, sampai kini data yang telah masuk tercatat sekitar 6.496 PTK. Ini terdiri dari seluruh guru di semua jenjang dan juga dosen. “Data yang masuk dikami sampai saat ini sekitar 6 ribu lebih. Bisa jadi masih bertambah karena proses pendataan dan verifikasi masih berlangsung,” jelasnya.
Pria yang juga didapuk sebagai Ketua Tim Vaksinasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung ini mengatakan, dari enam ribu yang telah tercatat ini, baru tenaga pendidik yang berada pada lembaga formal. Seperti PAUD, TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, MA, dan perguruan tinggi. Untuk guru-guru yang berada pada lembaga nonformal seperti tempat pendidikan Alquran (TPG) belum terdata. “Nantinya mereka juga akan menjadi sasaran karena termasuk kelompok yang berisiko,” imbuhnya.
Disinggung mengenai jadwal pelaksanaan vaksinasi, Didik pun mengaku belum mengetahui secara pasti. Sebab, kini proses vaksinasi masih berfokus pada pejabat pemerintahan, keamanan (TNI/Polri), pekerja media atau wartawan, serta pedagang pasar. Kemungkinan tenaga pendidik akan bersamaan dengan petugas transportasi publik dan perhotelan serta pariwisata. “Nanti kami masih fokus dengan sasaran yang sudah berjalan dulu. Sembari juga menanti stok vaksinnya mencukupi atau seperti apa,” tandasnya. (*)
Editor : Choirurrozaq