KOTA, Radar Tulungagung – Angin segar mulai berembus pada dunia pendidikan. Setelah pemerintah memasukkan pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) ke dalam target sasaran vaksinasi tahap kedua, kini pembelajaran tatap muka (PTM) ditargetkan dapat kembali dilakukan pada Juli mendatang atau ketika tahun ajaran baru 2021/2022 dimulai.
Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dispendikpora) Kabupaten Tulungagung, Hariyo Dewanto Wicaksono mengatakan, salah satu tujuan program vaksinasi bagi PTK adalah agar sekolah kembali dapat menyelenggarakan PTM. Sebab pembelajaran paling ideal tetaplah di sekolah. Dimana anak dapat belajar berinteraksi dengan sesamanya. “Kami mengikuti target dari Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) saja.
Mereka menargetkan Juli, ya kami juga menginstruksikan hal yang sama,” jelasnya.
Untuk itu, pria yang akrab disapa Yoyok ini mengimbau seluruh PTK agar dapat mengikuti program vaksinasi ini. Mulai dari jenjang Paud, TK, SD, hingga SMP. Baik yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) maupun non ASN. Sehingga dengan demikian, penularan Covid-19 pada lembaga sekelah dapat diminimalisir. “Saya imbau semuanya untuk mengikuti vaksin dulu sebelum membuka sekolah mereka, ya karena ini upaya untuk meminimalisir penularan Covid-19,” terangnya.
Sementara itu dari data yang berhasil dihimpun koran ini, sampai saat ini Tim Vaksinasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung mencatat, sebanyak 6.496 PTK masuk daftar sasaran vaksinasi. Ini terdiri dari seluruh guru di semua jenjang dan juga dosen di seluruh perguruan tinggi di Tulungagung. Namun demikian, dari jumlah yang terlah tercatat ini baru tenaga pendidik yang berada pada lembaga formal. Seperti Paud, TK, SD, MI, SMP, MTS, SMA, SMK, MA, dan perguruan tinggi. Untuk guru-guru yang berada pada lembaga non formal seperti tempat pendidikan alquran (TPQ) belum terdata.
Sementara jika mengacu pada jumlah PTK yang ada di daftar pokok pendidikan (Dapodik), tercatat sekitar 17 ribu orang. Ini terdiri dari sekitar tujuh ribu berstatus ASN, dan 10 ribu non ASN.
Tak hanya mengimbau untuk mengikuti program vaksinasi, pria yang juga menjabat sebagai sekretaris Dispendikpora Kabupaten Tulungagung ini mengimbau agar setiap lembaga sekolah untuk menyiapkan fasilitas sarana dan prasarana (sarpras) untuk mendukung protokol kesehatan (prokes). Seperti penyediaan wastafel untuk cuci tangan, kamar mandi yang bersih, pengaturan jam belajar hingga tempat duduk siswa ketika di sekolah.
Ia memaparkan, untuk simulasi dapat mencontoh jenjang SMA/ SMK yang dulu sempat menggelar PTM dengan kapasitas 50 persen siswa dari total daya tampung sekolah. “Saya minta sekolah untuk mulai menyiapkan kembali prokes di sekolah. Kita bisa mengambil contoh di SMA/ SMK kemarin yang sempat dibuka, jika dirasa baik dan sesuai bisa dijadikan contoh,” urainya.
Dikonfirmasi di tempat berbeda, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Tulungagung-Trenggalek, Solikin mengatakan, tetap mengikuti apapun keputusan pemerintah maupun satgas penanganan Covid-19 setempat. Termasuk memulai PTM pada Juli mendatang. “Ya kami ikut saja instruksinya bagaimana karena semua juga demi keselamatan siswa sendiri,” jelasnya.
Senada dengan jenjang TK, SD, SMP, untuk jenjang SMA/ SMK, Solikin pun mengimbau agar sekolah-sekolah kembali menyiapkan fasilitas prokes untuk menyongsong PTM pada juli mendatang. Bagi sekolah yang pernah melakukan PTM sebelumnya diminta untuk melakukan pengecekan kembali apakah sarpras masih berfungsi dengan baik atau tidak. “Ya kami imbau untuk dicek kembali, karena lama tidak digunakan bisa jadi rusak,” imbuhnya.
Disinggung mengenai program vaksinasi bagi PTK, ia pun mengaku mendukung sepenuhnya program pemerintah untuk menangani pandemi Covid-19. Termasuk mewajibkan vaksinasi bagi PTK.
Sementara itu, Wakil Juru Bicara (jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro mengatakan, pembukaan kembali PTM di sekolah diwajibkan tetap mengedepankan prokes. Sebab seperti hasil penelitian para ahli herd immunity atau kekebalan kelompok tidak dapat terbentuk jika tidak didukung dengan prokes. “Jadi program vaksinasi bagi guru ini tetap harus didukung dengan penerapan prokes di sekolah juga,” terangnya.
Galih melanjutkan, sampai saat ini pihaknya dan Tim Vaksinasi Kabupaten sedang menyusun jadwal dan melakukan verfikasi data secara berkala terkait sasaran vaksin. Sebab sampai saat ini sasaran vaksin masih berfokus pada pedagang, pejabat pemerintah, dan awak media. Sementara untuk PTK direncanakan setelah termin pertama ini usai. Ini sembari menunggu kedatangan vaksin berikutnya. “Kami targetkan Juni semua PTK sudah tervaksin, karena mengacu pada target dari pemerintah nasional Juli sudah dimulai PTM. Ya kami coba untuk mengikuti instruksi tersebut,” tandasnya. (*)
Editor : Choirurrozaq