KOTA, Radar Tulungagung – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP masih menyisakan sejumlah masalah. Salah satunya puluhan lembaga SMP negeri belum mampu penuhi pagu. Untuk itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora) Kabupaten Tulungagung berencana akan melakukan perpanjangan pendaftaran.
Berdasarkan data yang dihimpun dari web resmi PPDB Online Kabupaten Tulungagung, dari 48 SMP Negeri, hanya 18 sekolah yang mampu penuhi pagu. Sementara 30 lainnya masih belum dapat memenuhi pagu sesuai dengan rombel yang dibuka. Bahkan dari puluhan lembaga sekolah ini ada beberapa sekolah yang sepi peminat, bahkan tidak ada pendaftar. Seperti yang ada di SMPN 2 Tanggunggunung. Dari 96 pagu yang dibuka, tidak ada satupun calon siswa yang mendaftar disana. Selain SMPN 2 Tanggunggunung, sekolah yang juga sepi peminat adalah SMPN 2 Rejotangan. Dari 195 pagu yang dibuka, hanya terdapat 3 calon siswa yang mendaftar.
Kepala Dispendikpora Kabupaten Tulungagung, Hariyo Dewanto Wicaksono mengatakan, menyikapi hal ini pihaknya akan melakukan evaluasi kembali dan jika memungkinkan akan melakukan inovasi. Yakni dengan mengubah lembaga umum menjadi lembaga plus dengan basis muatan lokal pendidikan agama. Ini dikarenakan karakteristik di beberapa wilayah mengutamakan pendidikan agama bagi putra-putrinya. Tak heran jika banyak orang tua memilih mendaftarkan putra-putrinya di MTS maupun pondok pesantren (ponpes) setempat. “Nanti kami coba sisir dulu, adakah calon siswa yang belum tertampung di sana. Langkah selanjutnya kami akan merintis SMP plus dengan muatan lokal pendidikan agama,” ungkapnya.
Dia menguraikan, berkaca pada tahun sebelumnya, rata-rata sekolah yang belum memenuhi pagu merupakan sekolah pinggiran. Sementara itu, sekolah-sekolah yang sepi pendaftar biasanya baru mendapat siswa di masa perpanjangan pendaftaran dan hasil penyisiran dispendikpora. Untuk itu calon siswa yang tidak diterima di sekolah pilihan sebelumnya, akan diarahkan pada sekolah yang masih kekurangan pagu. (*)
Editor : Choirurrozaq