Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sekolah Kirim Link Video MPLS

Choirurrozaq • Selasa, 13 Juli 2021 | 18:43 WIB

SANANWETAN, Radar Blitar- Seluruh siswa baru pada jenjang SD dan SMP di Kota Blitar mulai mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), tahun ajaran 2020/2021, kemarin (12/7). Tahun ini, kegiatan tersebut kembali dilaksanakan secara daring atau online. Sebab, adanya penerapan PPKM darurat hingga 20 Juli mendatang.


Beragam cara dilakukan agar siswa baru bisa mengikuti kegiatan tersebut. Salah satunya dengan cara mengirimkan video MPLS. Ini juga untuk memfasilitasi siswa baru yang terkendala sinyal maupun ponsel saat streaming.


Seperti terlihat di SDN Sananwetan 3 Kota Blitar. MPLS  dilakukan secara daring selama tiga hari. Termasuk, pengenalan para guru dan visi misi sekolah kepada siswa baru pada hari pertama. Pada hari kedua, perkenalan lingkungan sekolah dan perkenalan siswa beserta wali murid. Hari ketiga, perkenalan kegiatan di sekolah hingga ekstrakurikuler.


Kepala SDN Sananwetan 3, Bakti Nugraharini mengatakan, semua tahapan MPLS dilakukan secara daring. Itu sesuai dengan instruksi Pemkot Blitar yang tengah menerapkan kebijakan PPKM darurat.


"Sebenarnya untuk MPLS sudah disiapkan skenario secara luring, tapi karena ada pembatasan jadi semua dialihkan ke daring. Jadi semua tahapan MPLS akan dilakukan secara daring selama tiga hari," ujarnya.


Bakti mengatakan, ada sekitar 56 siswa baru yang dipastikan mengikuti kegiatan MPLS secara daring. Dua metode digunakan pada kegiatan untuk siswa baru tersebut. Yakni melalui Zoom Meeting secara langsung, serta ada beberapa video yang diunggah di akun YouTube sekolah. Sehingga, bagi siswa yang tidak bisa mengikuti streaming secara langsung, dapat melihat video kegiatan MPLS pada waktu yang berbeda.


"Untuk hari ini (kemarin, Red) ada tiga anak yang tidak bisa ikut streaming karena terkendala masalah ponsel. Tapi ketiganya sudah absen dan sudah kami bagikan link video MPLS, jadi bisa dilihat nanti," jelasnya.


Sementara pada jenjang SMP, kegiatan MPLS secara daring dilakukan secara singkat. Tujuannya, menghemat pengeluaran kuota internet siswa. Seperti diterapkan di SMPN 1 Kota Blitar. Wakil Kepala SMPN 1 Kota Blitar Bagian Kesiswaan Akhiyadi menerangkan, pihaknya memilih untuk mempersingkat pelaksanaan MPLS. Sebab, tak ingin para siswa baru kehabisan kuota, lantaran harus streaming kegiatan dengan waktu yang lama.


"Semua dilakukan secara daring lewat aplikasi Zoom Meeting untuk siswa baru. Kegiatannya tidak lama, yang penting tujuan pengenalannya tersampaikan ke siswa. Kasihan kalau harus mengeluarkan banyak kuota internet," terangnya.


Akhiyadi melanjutkan, MPLS digelar selama tiga hari. Mulai pukul 07.30 hingga pukul 10.30. Sementara, untuk materi yang diberikan berbeda setiap harinya. Mulai pengenalan visi misi sekolah, guru, kegiatan sekolah, hingga diberikan visualisasi video lingkungan sekolah.


"Sesuai data kami, jumlah siswa baru sebanyak 279 anak. Alhamdulillah semua aktif dan antusias untuk join kegiatan MPLS di hari pertama," katanya.


Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar, Didit Rahman Hidayat menyatakan, pihaknya telah meninjau langsung ke beberapa SD dan SMP. Hasilnya, secara keseluruhan MPLS di tingkat SD dan SMP berjalan lancar dan semua sekolah telah melaksanakan kegiatan MPLS secara daring.


"Semua sudah melaksanakan MPLS secara daring. Sarananya macam-macam, ada yang lewat Zoom Meeting dan ada juga yang membagikan melalui link video YouTube," jelasnya.


Menurut dia, kendala dalam pelaksanaan MPLS masih sama seperti tahun sebelumnya. Yakni sinyal dan ponsel. Pasalnya, masih ada beberapa siswa yang tidak bisa mengikuti streaming MPLS karena keterbatasan ponsel. Sehingga, siswa baru akan melihat video MPLS setelah orang tuanya pulang bekerja dan sebaginya.


"Seperti di SDN Gedog. Ada beberapa siswa tidak bisa ikut Zoom Meeting langsung karena ponselnya masih menunggu orang tua sepulang kerja," katanya.


Didit melanjutkan, pihaknya telah memastikan tidak ada sekolah yang mengundang perwakilan siswa baru dalam kegiatan MPLS. Sebab, sekolah telah menerima imbauan untuk menggelar MPLS secara daring tanpa melibatkan siswa baru untuk datang ke sekolah atau secara luring. (*)

Editor : Choirurrozaq