Tema ketiga yakni Kebekerjaan kali pertama dilaksanakan SMKN 1 Pagerwojo pada Selasa (30/5). Tujuan implementasi P5 pada tema ini adalah membekali para peserta didik dengan wawasan dunia kerja, kompetensi kerja, budaya kerja dan industri, serta etika kerja.
Kegiatan implementasi P5 tema Kebekerjaan meliputi pembuatan akun 1 juta loker (One Student One Million Job Vacancy); seminar kebekerjaan; safety riding; servis murah; workshop teknik wawancara kerja; serta cara membuat surat lamaran kerja normatif yang menarik.
Kegiatan ini diikuti seluruh peserta didik kelas X dan XI yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka Fase E dan F. Beberapa mitra industri yang terlibat dalam kegiatan ini adalah PT Yamaha Indonesia, PT Bisnis Digital Marketing, PT PNM, Exa Institute Kediri, dan BCA Tulungagung.
Adapun PT Yamaha Indonesia yang telah lama menjadi mitra SMKN 1 Pagerwojo dalam kerja sama kelas industri, PKL, rekrutmen dan bantuan alat, dalam kesempatan kali ini memberikan layanan check up gratis, servis murah, dan safety riding.
PT Bisnis Digital Marketing memberikan materi seminar Kebekerjaan dan membuka akun 1 juta loker (One Student One Million Job). Kemudian, PT PNM, Exa Institute, dan BCA Tulungagung memberikan materi seputar dunia kerja, budaya kerja, dan teknik wawancara kerja.
Kepala SMKN 1 Pagerwojo, Trisno Wibowo berharap dalam implementasi P5 kali ini kerja sama antara sekolah dan industri terus bersinergi. ”Dalam implementasi P5 tema Kebekerjaan ini kita menggandeng industri-industri yang menjadi mitra kita. Jadi, harapannya nanti ada sinergi dan link and match (penggalian kompetensi) nyata antara sekolah dan industri,” paparnya.
Lanjut dia, dimensi Profil Pelajar Pancasila yang ditekankan adalah untuk memberikan nilai-nilai ketakwaan, keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berahlak mulia, serta mandiri dan bernalar kritis.
”Dengan Implementasi P5 tema Kebekerjaan, peserta didik yang terlibat akan menjadi individu lebih efektif, peduli terhadap sesama, siap menghadapi tantangan, berjiwa pemimpin dan bertanggung jawab saat mereka berada di luar sekolah. Dengan kata lain, kompetensi kejuruan yang didapat dari proses pembelajaran di SMKN 1 Pagerwojo akan menempa peserta didik untuk self-responsibility dan responsibility to others,” ujarnya.
Kegiatan Implementasi P5 ini butuh peran serta dan keaktifan dari seluruh pemangku kepentingan di SMKN 1 Pagerwojo. Tidak hanya kepala sekolah, guru, karyawan, dan siswa, tetapi juga dukungan dari orang tua, industry, dan masyarakat sekitar. "Besar harapan kami dari kegiatan ini adalah tertanamnya nilai-nilai dimensi Profil Pelajar Pancasila ke dalam diri peserta didik, sebagai tujuan akhir dari implementasi kurikulum merdeka sehingga anak-anak bisa menjadi pribadi yang kompetitif, berbudaya, beradab, dan berperikemanusiaan," pungkasnya. (meg/c1/din/rka) Editor : Aburizal Sulthon Hakim