Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Bukan Calistung, Ternyata Bupati Trenggalek Miliki Metode Lain untuk Tes Masuk SD Negeri

Zaki Jazai • Rabu, 21 Juni 2023 | 05:09 WIB
PUNYA STRATEGI: Permainan angklung merupakan salah satu kegiatan ekstrakulikuler di sekolah yang bisa dilakukan untuk menggaet para siswa baru.
PUNYA STRATEGI: Permainan angklung merupakan salah satu kegiatan ekstrakulikuler di sekolah yang bisa dilakukan untuk menggaet para siswa baru.

TRENGGALEK- Panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang sekolah dasar (SD) jangan berharap lagi melakukan seleksi nyeleneh untuk menentukan calon siswa baru. Pasalnya, kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek mengisyaratkan tidak akan menggunakan tes baca tulis hitung (calistung) dalam proses tersebut

Hal tersebut berdasarkan instruksi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim. Dalam instruksi tersebut, pendidikan transisi dari PAUD ke SD lebih diutamakan pengenalan nilai agama dan budi pekerti, keterampilan sosial, serta bahasa untuk berinteraksi. Tidak ketinggalan dalam proses tersebut juga kematangan emosi untuk berkegiatan di lingkungan belajar. “Itu merupakan instruksi menteri, jadi harus dilaksanakan. Sehingga pada proses ini guru di kelas harus bisa menemukan metodologi untuk mendekati anak agar menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan,” ungkap Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin.

Dia melanjutkan, dari situ akan ada strategi khusus untuk menggaet peserta didik baru di jenjang SD. Tujuannya agar SD negeri di Trenggalek tidak kekurangan siswa. Strategi tersebut juga sejalan dengan instruksi Mendikbud Ristek, terutama untuk mengedepankan nilai agama dan keterampilan sosial. “Jadi nanti kegiatannya lebih banyak interpersonal antara guru dan murid. Itu bagus untuk daya kembang anak daripada ditekan dengan tanggung jawab yang ada di luar batas usianya,” katanya.

Nah, dengan strategis tersebut, nantinya SD negeri di Trenggalek bisa melengkapi satuan pendidikan dengan pendidikan rohani. Contohnya, bagi yang beragama Islam di SD negeri tersebut bisa bekerja sama dengan madrasah diniyah (madin), taman pendidikan Alquran (TPA/ TPQ), pondok pesantren (ponpes), juga lembaga pendidikan lainnya. Dengan begitu, setelah lulus nanti mereka langsung dapat sertifikat sesuai lembaga pendidikan tersebut.

Pemkab berpesan kepada para kepala sekolah untuk bekerja seoptimal mungkin dan menjalankan jabatan yang diberikan secara amanah. “Semoga saja dengan ini ke depan bisa melahirkan anak-anak yang baik dan berkualitas,” jelasnya. (jaz/c1/wen)

Editor : Zaki Jazai
#disdikpora trenggalek #trenggalek