KOTA BLITAR - Ratusan peserta didik baru yang lolos penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kota Blitar harus gigit jari. Mereka dipastikan tak dapat bantuan seragam gratis lantaran berstatus sebagai warga luar kota.
Sesuai ketentuan, seragam gratis tersebut memang diperuntukkan bagi siswa warga Kota Blitar. Siswa warga luar kota otomatis tidak mendapatkan. Mereka pun mau tidak mau harus membeli seragam sendiri untuk menyesuaikan.
Salah satu wali murid, Sunarti, warga Desa Pojok, Kecamatan Garum, mengaku tidak masalah jika anaknya tidak memperoleh seragam gratis. Dia menyadari bahwa status anaknya memang bukan warga Kota Blitar. “Ya tidak apa-apa. Yang penting belajarnya sungguh-sungguh,” katanya kepada koran ini kemarin (3/7).
Hal berbeda diungkapkan wali murid lain, Hartanti, warga Kecamatan Sanankulon. Dia berharap pemerintah bisa memberikan bantuan seragam sekolah bagi siswa warga luar kota agar tak memicu kecemburuan sosial. “Kalau diratakan programnya pasti lebih bagus,” usulnya.
Merespons komentar masyarakat tersebut, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dispendik Kota Blitar Jais Alwi Mashuri menjelaskan, program tersebut memang tidak bisa meng-cover semua siswa dari berbagai domisili. Sebab, program seragam sekolah gratis tersebut memang diperuntukkan khusus warga kota.
Jaiz menyebutkan, total siswa SD yang diterima tahun ini sebanyak 1.441 anak. Dari jumlah tersebut, 192 di antaranya berstatus warga luar kota. Otomatis, mereka tidak masuk daftar penerima kain seragam gratis. “Untuk sementara mereka belum dapat,” ujarnya kemarin.
Adapun data dari Dispendik Kota Blitar, jenjang SD yang menerima bantuan kain seragam gratis adalah siswa kelas I dan IV. Totalnya 2.458 anak. Kemudian, jenjang SMP sekitar 1.700 anak.
Dispendik tak bisa berbuat banyak terhadap siswa luar kota untuk realisasi program bantuan seragam sekolah tersebut. Sebab, hal itu sudah diatur dalam peraturan. Aturan itu sudah berlaku sejak program tersebut diluncurkan. “Otomatis warga luar kota harus membeli sendiri terkait seragam sekolah,” tuturnya.
Sesuai rencana, seragam gratis itu mulai dibagikan Juli ini melalui masing-masing sekolah. Para siswa ditargetkan menerima saat masa libur sekolah sehingga bisa langsung dijahit. Harapannya, siswa bisa mengenakan seragam baru tersebut saat memasuki tahun ajaran baru semester pertama. (luk/c1/sub)
Editor : Doni Setiawan