KOTA BLITAR - Ribuan peserta didik baru pada jenjang SMA/SMK di Blitar Raya segera mengikuti pembelajaran tahun ajaran baru 2023/2024. Sebelum itu, mereka harus menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) yang akan dimulai pekan depan. Dinas pendidikan (dindik) pun mewanti-wanti sekolah agar MPLS tak diwarnai dengan aksi perpeloncoan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Blitar Solikin menjelaskan, MPLS merupakan langkah awal pengenalan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru. Tujuannya agar siswa bisa beradaptasi dengan suasana belajar yang baru. Untuk itu, butuh pendampingan masif dari pihak sekolah dan orang tua. ”Kami sudah sosialisasikan ke masing-masing sekolah untuk persiapan MPLS. Termasuk soal panduan sebagai acuan teknis penyelenggaraan MPLS,” ujarnya kemarin (13/7).
Sebelumnya, pengenalan lingkungan sekolah dikenal dengan istilah masa orientasi siswa (MOS). Merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 18 tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru, istilah MOS diganti dengan MPLS. Itu disebabkan karena kegiatan MOS tak jarang diisi dengan aksi perpeloncoan.
Fenomena yang beberapa tahun lalu sempat terjadi di sejumlah sekolah di Indonesia itu, lanjut dia, justru membuat peserta didik baru trauma hingga menurunnya konsentrasi belajar. Cabdindik pun meminta setiap guru bisa mengimplementasikan aturan MPLS, terutama mengantisipasi aksi bullying. “Sekarang sudah tidak zamannya begitu. MPLS itu penekanannya mengenalkan kegiatan sekolah agar siswa betah dan nyaman belajar,” tuturnya.
Menilik jadwal seusai PPDB, kegiatan MPLS akan berlangsung selama tiga hari. Dimulai pada 17,18, dan 20 Juli mendatang. Meski begitu, terdapat sejumlah sekolah yang sejak kemarin sudah melangsungkan pra-MPLS. Tujuannya agar siswa bisa memahami ketentuan kegiatan pekan depan.
Bilamana terdapat indikasi bullying selama pelaksanaan pengenalan sekolah, Solikin meminta siswa atau orang tua melaporkan ke pihak sekolah atau cabdindik. “Jangan segan lapor ke kami. Tentunya akan kami imbau dan tegur kalau memang ada,” jelasnya.
Terpisah, wali murid SMK Negeri 1 Blitar, Sunarti mengaku senang dengan upaya pemerintah menekan fenomena perpeloncoan. Meski sudah sangat jarang terjadi, pemangku kebijakan tetap harus mengawasi sehingga MPLS berjalan maksimal. “Sejauh ini aman saja. Sudah beberapa hari ikut pra-MPLS. Orang tua juga perlu ingatkan anak sendiri supaya tidak boleh usil,” ungkapnya. (luk/c1/sub)
Editor : Doni Setiawan