RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Jalinan kerja sama antara Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoiriyah di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, yang dimulai sejak 2021 terus berlanjut hingga sekarang.
Pada 2023 ini sejumlah mahasiswa dari beberapa departemen di ITS kembali melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) Kuliah Kerja Nyata (KKN) sejak 9 Juli sampai 22 Juli 2023. Mereka berasal dari berapa departemen di antaranya Teknik Material dan Metalurgi, Teknik Biomedik, Perencanaan Wilayah dan Kota, Statistika Bisnis, Teknik Geomatika, serta Teknik Infrastruktur Sipil. Mahasiswa-mahasiswa tersebut juga tidak terbatas berasal dari Tulungagung, Trenggalek, dan Kediri seperti pada KKN tahun-tahun sebelumnya, tetapi juga berasal dari Padang, Jakarta, Surabaya, Nganjuk, Jombang, dan Sidoarjo.
Wildan Ihsanu Zein, mahasiwa Teknik Geomatika selaku ketua KKN mengatakan, kegiatan Abmas ini sudah direncanakan sejak November 2022. Hal ini dilakukan seiring dengan persetujuan Perhutani terhadap permohonan pengelolaan Bukit Podo di Desa Wates oleh Ponpes Al Khoiriyah. Bukit yang berlokasi di seberang ponpes tersebut direncanakan untuk menjadi objek wisata religi sebagai salah satu upaya pengembangan desa wisata.
Sebagai langkah awal, pada bulan Ramadan 2023, Ponpes Al Khoiriyah telah mulai membuka lahan dan membangun fasilitas wisata yang diberi nama Glamping Podo Rukun (GPR) setahap demi setahap. Oleh karena itu, Tim Abmas ITS juga tergerak untuk memberikan sumbangsih dengan mengambil bagian dalam pengembangan awal melalui proyek pembangunan lampu hias yang bertuliskan “Podo Rukun” di puncak bukit sebagai landmark kawasan. Bersama pembangunan lampu itu, dibangun juga sel surya sebagai salah satu sumber energi penopang lampu di malam hari.
Dengan begitu, kegiatan Abmas berbasis produk ini diharapkan akan berdampak positif dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya pemberdayaan ekonomi. “Ketika kawasan wisata telah terbentuk, maka masyarakat sekitar berpeluang untuk membuka usaha baru sebagai pendukung pengembangan wisata, seperti bisnis kuliner, bisnis suvenir, bisnis wahana wisata, dan lain sebagainya,” kata Wildan.
Sementara itu, Diah Susanti ST MT PhD dari Departemen Teknik Material dan Metalurgi selaku dosen pendamping lapangan KKN menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN 2023 ini mengadaptasi desain tugas akhir Departemen Teknik Arsitektur yang disusun oleh mahasiswa asal Tulungagung alumnus KKN 2021. Penyusunan tugas akhir tersebut dibimbing Dr Murni Rahmawati, Dekan Fakultas Teknik Sipil, Lingkungan, dan Kebumian (FTSLK), yang juga merupakan anggota tim Abmas. Desain tersebut meliputi pengembangan kawasan wisata bukit dan air (sungai), karena kedua hal tersebut menyatu dengan Ponpes Al Khoiriyah. Mengacu pada blueprint yang telah disusun, selain GPR, ke depan juga direncanakan untuk mengembangkan wisata tepi sungai dan pembuatan dermaga-dermaga apung untuk aktivitas kuliner dan berfoto. “Semoga apa yang sudah dikerjakan mahasiswa selama ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” tutur Bu Diah, begitu disapa.
Kemudian, tanggapan posisif juga disampaikan oleh salah satu pengasuh Ponpes Al Khoiriyah, Aris Satullailin Nikmah. “Alhamdulillah, berkat adanya KKN ITS Surabaya ke Ponpes Al Khoiriyah, maka beberapa program kami dapat terbantu. Khususnya pengembangan desa wisata di 2023 ini. Semoga ITS Surabaya serta Ponpes Al Khoiriyah semakin sukses dan selalu menyambung silaturahmi untuk berjuang demi kemaslahatan umat,” pungkas Bu Aris, begitu disapa. (yos/c1/rka)
Editor : Nanda Nila Alvinda