TRENGGALEK - Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Malang (Polkesma) Prodi D-3 Keperawatan Trenggalek (Prodiga) konsisten dalam mewujudkan visi dan misinya, yaitu memberikan asuhan keperawatan stroke. Buktinya, setelah sukses melaksanakan pendampingan kader kesehatan untuk deteksi dini stroke di Desa Ngrendeng, Kecamatan Gondang, pada tahun lalu, kemarin kembali dilaksanakan Gebyar Kang Petrok (Karangsoko Peduli Stroke), di aula Balai Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek.
Gebyar Kang Petrok merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan focus group discussion (FGD), sosialisasi terkait deteksi dini stroke, dan sebagainya yang telah dilakukan sejak Juni lalu. Dalam melakukan kegiatan Prodiga tersebut mengajak peran serta kader kesehatan hingga tokoh masyarakat (tokmas) untuk berpartisipasi. Mereka dipilih karena merupakan ujung tombak permasalahan kesehatan di desa.
Melalui Gebyar Kang Petrok sekitar 100 peserta yang terlibat, mulai dari 68 kader kesehatan, juga beberapa tokmas yang diajari cara melakukan deteksi dini pada penyakit stroke. Mulai dari tanda-tanda gejala awal, cara mengatasinya, hingga pemeriksaan. Selain melakukan pelatihan, Prodiga juga memberikan bantuan enam set alat kesehatan (alkes) yang nantinya digunakan di seluruh posyandu di Desa Karangsoko untuk deteksi dini stroke. ”Kegiatan kami ini sebagai perwujudan tridarma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Tujuannya agar ke depan tidak ada kasus penyakit stroke, khususnya yang ada di sini (Desa Karangsoko, Red),” ungkap Kaprodi D-3 Keperawatan Trenggalek, Ns Rahayu Niningasih SKep MKes melalui penanggung jawab laboratorium Mimik Christiani SST MKes.
Dia melanjutkan, kegiatan tersebut diharapkan agar para kader memiliki keterampilan untuk melakukan deteksi dini, utamanya bagi dirinya sendiri, keluarga, hingga masyarakat sekitar. Sebab dalam pelatihan tersebut juga menghadirkan narasumber dari Poltekkes Kemenkes Malang, seperti promosi kesehatan dan gizi. Dengan begitu, selain tahu cara deteksi dini, masyarakat Desa Karangsoko juga mengetahui tentang pencegahan penyakit, khususnya penyakit tidak menular (PTM) yang secara keseluruhannya melalui pola hidup dan pola makan. “Ini bentuk kepedulian kami (Prodiga, Red) dan sini (Desa Karangsoko, Red) merupakan wilayah binaan berkelanjutan (wilbin). Karena itu pada tahun depan atau 2024 pasti ada tindak lanjut," jelasnya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala Puskesmas Trenggalek, dr Murti Rukiyandari. Dia menambahkan, Desa Karangsoko merupakan salah satu desa yang akan mewakili Trenggalek dalam lomba desa siaga. Selain itu, mayoritas warga memiliki kemampuan kuat untuk hidup sehat. Dengan begitu sangat tepat jika Poltekkes Kemenkes Malang Prodi D-3 Keperawatan Trenggalek. “Semoga saja dengan ini selain bisa melakukan pencegahan hingga deteksi dini, para peserta nantinya juga bisa memberikan pendampingan perawatan jika ada warga yang terserang stroke,” imbuhnya.
Sementara itu, Kades Karangsoko, Slamet sangat berterima kasih atas kepedulian dari Prodiga karena telah menetapkan desanya sebagai wilayah binaan berkelanjutan. Sebab, adanya kegiatan tersebut bisa menambah kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan untuk mencegah terjadinya PTM. “Semoga setelah kegiatan ini masyarakat desa jadi lebih sehat. Karena itu kami ucapkan banyak terima kasih kepada prodi D-3 Keperawatan Trenggalek Poltekkes Kemenkes Malang atas kepeduliannya, dan semoga semakin terus berkembang,” tuturnya. (jaz/c1)
Editor : Zaki Jazai