TULUNGAGUNG – Pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) tahun 2023 pada jenjang SD di Tulungagung bakal tetap dibayangi permasalahan sama setiap tahun. Yakni, minimnya ketersediaan teknologi penunjang ANBK seperti laptop dan komputer. Sayangnya, sampai detik ini belum ditemukan solusi pemecahan masalah terbaik.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung, Syaifudin Juhri mengatakan, pelaksanaan ANBK tingkat SD di Tulungagung masih menjumpai permasalahan yang sama di setiap tahunnya. Adapun permasalahan tersebut berkutat pada pengadaan teknologi penunjang ANBK, seperti laptop dan komputer. Mengingat, kedua barang tersebut memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi sehingga pihak sekolah sulit melakukan pengadaan. Diketahui, pada tahun lalu, permasalahan penunjang ANBK tersebut diselesaikan dengan cara meminjam, baik dari guru maupun tetangga yang memiliki laptop. “Pasti kalau seperti itu, Mas (permasalahan penunjang ANBK, Red), tahun ini juga sama,” jelasnya, Kamis (21/9).
Kemudian untuk mengatasi beragam masalah yang dimungkinkan muncul pada pelaksanaan ANBK, dia berupaya dengan mengundang operator tingkat kabupaten melalui Zoom meeting. Hal tersebut bertujuan untuk mematangkan persiapan dan meminimalisasi permasalahan pada pelaksanaan ANBK. “Untuk yang SD ini masih mengundang operator tingkat kabupaten melalui Zoom meeting,” ucapnya.
Diketahui, pelaksanaan ANBK di 2023 pada jenjang SD akan dilakukan pada Oktober. Asesmen ini tidak hanya diikuti peserta didik, tetapi juga diikuti guru dan kepala sekolah. Seperti yang diketahui, pelaksanaan ANBK berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan. Adapun ANBK ini dirancang untuk menghasilkan informasi akurat guna memperbaiki mutu dan kualitas dalam belajar serta mengajar. Hal ini berujung pada peningkatan hasil belajar siswa. “Yang SMP sudah. Kalau yang SMP jadwalnya mulai 20 sampai 22 September. Negeri dan swasta, semuanya online,” tutupnya.
Sekadar diketahui, pada pelaksanaan ANBK 2022 lalu setidaknya diikuti oleh 630 lembaga SD dengan masing-masing 30 siswa. Hari pertama pelaksanaan, Kecamatan Campurdarat mengalami pemadaman listrik sehingga berimbas pada pelaksanaan ANBK. Pada akhirnya permasalahan ini terselesaikan dengan penggunaan pengganti listrik atau genset.
Berbeda halnya pada ANBK tingkat SD di 2021. Pada tahun tersebut, permasalahan pelaksanaan ANBK terletak di sinyal atau jaringan internet yang kurang memadai.(ziz/c1/rka)
Editor : Dharaka R. Perdana