Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Lima SD di Tulungagung harus Jadi Musafir ANBK, Penyebabnya di Luar Perkiraan

Matlaul Ngainul Aziz • Rabu, 27 September 2023 | 17:30 WIB
PILIH PINJAM: ANBK SD di Tulungagung selalu dibayangi permasalahan sama setiap tahun, yaitu minimnya kepemilikan peralatan berbasis teknologi informasi.
PILIH PINJAM: ANBK SD di Tulungagung selalu dibayangi permasalahan sama setiap tahun, yaitu minimnya kepemilikan peralatan berbasis teknologi informasi.

TULUNGAGUNG - Lima sekolah dasar (SD) di Tulungagung harus menjadi musafir dan menumpang ke sekolah lain untuk melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) 2023. Adapun kelima sekolah tersebut tergolong sekolah baru yang belum memiliki sarana teknologi penunjang ANBK.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung, Syaifudin Juhri mengatakan, setidaknya ada lima SD yang menumpang ke sekolah lain untuk menyelenggarakan ANBK tahun ini.

Sebab, lima lembaga tersebut belum memiliki sarpras teknologi penunjang ANBK yang memadai. Kemudian, jumlah lembaga SD sendiri ada sekitar 620 lembaga, baik negeri maupun swasta. “Hanya lima sekolah yang belum siap masalah IT,” ungkapnya kemarin (25/9).

Lantas pada pelaksanaan ANBK di sekolah tingkat SD ini, menurutnya, ada yang menumpang hingga meminjam sarana teknologi penunjang ANBK. Adapun hal tersebut dilakukan oleh sekolah-sekolah yang masih tergolong baru.

“Ada yang sudah punya, ada yang menumpang ke sekolah lain, ada yang meminjam. Kebanyakan sekolah-sekolah yang baru itu sekolah swasta semua,” ucapnya.

Lanjut dia, pada pelaksanaan ANBK tingkat SD ini, banyak sekolah yang memilih untuk meminjam sarana teknologi penunjang seperti laptop. Barang itu akan dibawa ke sekolah untuk mengikuti asesmen tersebut.

Artinya, berdasarkan data, banyak sekolah yang melakukan ANBK secara mandiri. “Kebanyakan memang pinjam dan dibawa ke sekolah. Kalau pinjam seperti itu biasanya online. Iya, masuk kategori mandiri,” paparnya.

Adapun pihaknya memberikan kebebasan kepada sekolah tingkat SD untuk memilih ingin menyelenggarakan ANBK secara online maupun offline. Kedua pelaksanaan tersebut memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Kini, proses ANBK pada tingkat SD tengah memasuki tahap pendataan untuk melakukan ANBK online maupun offline.

“Motivasinya harus online atau harus offline itu tidak ada. Yang penting terlaksana lancar,” ungkapnya.

Diketahui, ANBK ini bertujuan untuk menjabarkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama dari satuan pendidikan, seperti pengembangan kompetensi dan karakter siswa.

Tak hanya itu, pelaksanaan ANBK ini juga dapat memberikan gambaran secara efektif mengenai karakteristik esensial dari sebuah satuan pendidikan untuk mencapai tujuan utama.

Diharapkan, melalui ANBK ini dapat mendorong satuan pendidikan dan disik untuk memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran. (ziz/c1/rka)

Editor : Dharaka R. Perdana
#sd #tulungagung #ANBK