Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ada Pemicunya, Pemkot Blitar Evaluasi soal Bantuan Kain Seragam untuk siswa SD dan SMP

M. Luki Azhari • Senin, 9 Oktober 2023 | 19:55 WIB

 

AGAR SESUAI RENCANA: Pemkot Blitar untuk pengadaan selanjutnya, tidak ingin telat ketika dibagikan ke siswa.
AGAR SESUAI RENCANA: Pemkot Blitar untuk pengadaan selanjutnya, tidak ingin telat ketika dibagikan ke siswa.

 

BLITAR - Pengadaan bantuan kain seragam untuk siswa SD dan SMP di Kota Blitar rampung beberapa bulan lalu.

Meski terlambat lebih dari sebulan, kain dan bantuan ongkos jahit itu telah diterima masing-masing siswa di Kota Blitar.

Hal ini akan menjadi evaluasi Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar untuk pengadaan selanjutnya, agar peristiwa serupa tidak terulang.     

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar Jais Alwi Mashuri mengungkapkan, sejatinya dinas telah mengawali pengadaan kain sesuai alur dan tepat waktu, yakni sejak awal tahun kemarin.

Namun, kendala muncul pada proses administasi pihak penyedia. "Ternyata ada kendala di administrasi penyedianya yang membuat pencairan ongkos jahit terhambat. Karena administrasi dari penyedia belum sempurna," ungkapnya.

Adapun sasaran penerima bantuan kain seragam yakni siswa kelas I dan IV SD sebanyak 2.458 siswa. Kemudian untuk jenjang SMP, penerimanya yakni siswa kelas VII sekitar 1.700 anak warga Kota Blitar.

Target distribusi paket bantuan kain beserta ongkos jahit ini pada tahun ajaran baru 2023/2024 atau Juli lalu.

Menurut Jais, keterlambatan penyaluran tak lepas dari pihak penyedia yang terkendala dalam menyelesaikan alur administrasi.

Termasuk diduga belum memahami sistem administrasi online melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), hingga sejumlah persyaratan yang harus diunggah.

"Dinas sudah berusaha sesuai target dan sudah kami siapkan. Kalau untuk tahun depan mungkin akan kami beri penjelasan seputar itu agar bisa lebih tepat waktu," tegasnya.

Kendala dari pihak penyedia rupanya memicu persoalan lain. Penyaluran bantuan ongkos jahit seragam untuk siswa juga ikut molor.

"Mekanismenya memang ada proses pengadaan. Setelah itu, barang dikirim sudah sesuai, dan harus sudah lunas dulu membayarnya. Baru kami bisa mengajukan ongkos jahit," tuturnya.

Dia menilai pengadaan bantuan tahun depan tetap dalam wujud kain. Pertimbangannya, siswa bisa menyesuaikan dengan ukuran tubuh masing-masing.

Selain itu, kajian dan spesifikasi kain tahun ini bisa dipakai kembali untuk mempersingkat waktu. "Sehingga nanti pengadaan bisa dilakukan tepat pada temponya, diupayakan sesuai target," ungkapnya.

Siswa jenjang SD dan SMP menerima tiga pasang kain bakal seragam. Terdiri dari seragam nasional, identitas, dan pramuka.

Dispendik menggelontor lebih dari Rp 775 juta, sedangkan bantuan ongkos jahit menelan anggaran Rp 737,4 juta.

"Masing-masing siswa TK menerima Rp 90 ribu per potong kain, Rp 100 ribu untuk siswa SD, dan Rp 110 ribu untuk siswa SMP," tandasnya.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#pemkot blitar #pengadaan seragam #blitar