TULUNGAGUNG – Permasalahan tindakan bullying atau perundungan yang akhir-akhir ini terjadi menjadi mimpi buruk bagi orang tua. Tindakan bullying perlu peran serta guru dan orang tua untuk turut memberantasan tindakan tercela tersebut.
Yang mana di Tulungagung sendiri terdapat program sekolah ramah anak sebagai upaya menghilangkan tindakan bullying di lingkungan sekolah.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengatakan, bullying atau perundungan merupakan permasalahan yang serius. Dengan begitu pihaknya meminta apabila terdapat kasus-kasus perundungan dapat dilakukan secara komprehensif dan transparan.
"Bullying itu permasalahan yang serius. Jadi dalam proses penanganannya harus secara serius dan transparan,” jelasnya.
Dengan begitu pihaknya mengaku perlu adanya inovasi dalam penanganan perundungan baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Menurutnya penting adanya suatu format dalam memberikan perlindungan bagi anak.
“Yang paling penting itu komunikasi anak dengan orang tua. Jadi jangan dipendam sendiri. Kadang-kadang anak tidak mau cerita kepada orang tuanya kalau dia dibully di sekolah, itu penting sekali,” ucapnya.
Melandasi hal tersebut, tindakan-tindakan bullying di lingkungan sekolah ini kerap terjadi di tempat-tempat yang tersembunyi tanpa sepengetahuan guru. Artinya guru harus lebih jeli dalam mengawasi siswa.
“Jadi guru harus lebih jeli untuk mengawasi anak dan orang tua harus membangun komunikasi dengan anak. Bullying adalah PR kita bersama,” tutupnya.
Baca Juga: Lembaga Pendidikan di Tulungagung Kekurangan Tenaga Pengajar, Hal Ini Mungkin Bisa Jadi Solusi
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung, Syaifudin Juhri mengatakan, pihaknya tidak mendukung adanya tindakan-tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
Sejalan dengan hal tersebut, terdapat beberapa pelatihan dan edukasi kepada guru dalam menyikapi tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
“Agar melayani siswa harus ikhlas dan dengan cara yang humanis,” jelasnya.
Sesuai dengan konsep merdeka belajar, guru harus memberikan edukasi dan contoh yang baik bagi para siswa.
Adapun ketika terjadi tindakan tersebut, pihaknya akan langsung memberikan tindakan pembinaan.
Baca Juga: Tingkatkan Karakter Pancasila, Dewan Pendidikan Kota Blitar Gelar Olimpiade Bagi Pelajar SD-SMP
“Guru itu harus menganggap siswa sebagai anaknya sendiri sehingga pada saat melakukan kesalahan harus segera diedukasi dengan cara yang humanis penuh kasih sayang,” ucapnya.
Tak hanya itu, menurutnya untuk mencegah tindakan perundungan juga perlu peran dari orang tua.
Dalam hal ini orang tua dapat memberikan contoh baik dalam membangun komunikasi dan penyelesaian permasalahan terutama dalam hal perundungan tersebut.
“Jadi tidak hanya guru, orang tua juga perannya penting. Bagaimana cara membangun komunikasi dengan baik kepada anak dan penyelesaian permasalahan dengan baik juga,” paparnya.
Di Kabupaten Tulungagung sendiri terdapat program sekolah ramah anak. Yang mana program tersebut dapat meminimalisir tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
“Di samping kurikulum merdeka itu menggiring untuk menghilangkan bullying, pelecehan seksual dan intoleran. Juga ada program sekolah ramah anak, ini cikal bakal dari Kabupaten Ramah Anak yang disandang Tulungagung. Semua sekolah sudah menerapkan program itu,” tutupnya.
Editor : Dharaka R. Perdana