Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kenakalan Remaja Marak, Dewan Pendidikan Kota Blitar Minta Peran Guru BK Sekolah Dioptimalkan

Mila Inka Dewi • Senin, 23 Oktober 2023 | 17:30 WIB
DIAWASI: Sejumlah siswa SMP negeri Kota Blitar saat di Monumen Potlot beberapa waktu lalu.
DIAWASI: Sejumlah siswa SMP negeri Kota Blitar saat di Monumen Potlot beberapa waktu lalu.

BLITAR - Kasus perundungan hingga kenakalan remaja milenial kini mendapat sorotan dari dewan pendidikan. Peran orang tua (ortu) maupun sekolah sangat diperlukan untuk mencegah adanya perilaku negatif anak.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Blitar Dwi Sukartowo mengatakan, mayoritas orang tua saat ini terkesan tak acuh dengan perkembangan anak. Hal itu yang memicu anak memiliki perilaku kurang terpuji. Kurangnya perhatian dari keluarga menjadi salah satu penyebabnya.

"Padahal, anak lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah daripada di sekolah," katanya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Minggu (23/10/2023).

Tak hanya itu, sekolah harus lebih mengoptimalkan peran guru bimbingan konseling (BK) di sekolah. Pasalnya, ketika ada masalah, tak jarang anak cenderung tertutup dan tidak berani cerita ke teman, orang tua, maupun guru.

"Namanya stakeholder harus kolaborasi dengan semua unsur-unsur terkait," imbuhnya.

Selain itu, lanjut Dwi, baik guru kelas maupun wali kelas harus lebih peka terhadap anak didiknya. Apalagi di usia remaja yang gampang terpengaruh dengan kondisi lingkungan masyarakat maupun pertemanan.

Antisipasi perundungan harus dilakukan melalui pengawasan lebih dini. Ketika anak ada masalah, ortu jangan langsung menyalahkan satu sama lain. Semua pihak harus duduk bersama untuk mencari solusi terbaik. Mulai dari siswa yang bersangkutan, pihak sekolah, hingga orang tua.

"Jangan langsung menuduh atau saling menyalahkan. Cari dulu akar permasalahan dan penyelesaiannya," ujar pria berkacamata ini.

Jika terdapat indikasi perundungan harus segera diantisipasi agar tidak menjadi lebih parah. Sebab, jika sudah parah, lama-kelamaan anak akan dendam. Hal itulah yang nanti bisa memicu perkelahian, bahkan hingga mengakibatkan adanya korban jiwa.

"Yang terpenting, optimalkan pengawasan dini, baik di sekolah maupun di rumah," tandasnya. (ink/c1/sub)

Editor : M. Subchan Abdullah
#dewan pendidikan kota blitar #sekolah blitar #perundungan #guru bk #bully anak #pelajar blitar #pelajar kota blitar