Menyontek saat Ujian Tanda-Tanda Siswa Pesimis? Yuk Kenali 5 Gejala Ini...
Gita Tamimatus Sa'adah• Sabtu, 23 Desember 2023 | 18:04 WIB
Ilustrasi sejumlah siswa sedang mengerjakan soal ujian dengan tertib.
PENDIDIKAN - Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pesimis adalah orang yang bersikap atau berpandangan tidak mempunyai harapan baik (khawatir kalah, rugi, celaka, dan sebagainya), orang yang mudah putus harapan.
Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang dikeluarkan Depdikbud menyontek adalah mencontoh, meniru, mengutip tulisan pekerjaan orang lain sebagaimana aslinya.
Peters (dalam Chotim, M. & Sunawan, 2006) juga menyatakan bahwa menyontek merupakan perilaku moral yang menunjukkan ketidakjujuran siswa dalam mengerjakan ujian.
Menyontek ketika ujian berlangsung bukanlah suatu pilihan. Hal tercela tersebut harus dihindari.
Ada siswa yang sukarela menyontek dan ada pula siswa yang terpaksa menyontek. Kedua hal tersebut tetap salah. Biasanya siswa menyontek akibat dari beberapa kondisi berikut.
1. Tidak percaya diri
Siswa enggan mengutarakan pemikirannya ketika ujian merupakan suatu sikap yang timbul akibat dari siswa tersebut tidak mempercayai dirinya sendiri. Sikap ini bisa terjadi akibat pendapatnya yang jarang didengar oleh orang lain sehingga dirinya sendiri pun tidak percaya terhadap diri sendiri.
2. Belum menguasai materi
Kurangnya penguasaan materi pembelajaran akan menghambat mengerjakan soal saat ujian. Mereka mungkin merasa frustasi dan mencari cara lain untuk mendapatkan nilai yang baik.
3. Mendapat tekanan dari orangtua untuk mendapatkan prestasi tertentu
Karena lingkungan persaingan yang ketat dan takut akan kegagalan maka siswa memilih mengambil jalan pintas.
4. Kurangnya pengajaran etika
Penguatan pengajaran etika sangat diperlukan agar siswa tidak mengambil alih jalan yang salah. Jika tidak mengetahui etika yang baik maka siswa tidak akan peduli dengan baik buruknya langkah yang ia tempuh.
5. Kurang mendapatkan motivasi
Kurangnya minat atau motivasi terhadap materi pelajaran dapat mendorong siswa mencari cara cepat untuk menyelesaikan tugas tanpa memahami materi tersebut.***