Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pertanyaan Convergent dan Divergent, Apa itu?

Gita Tamimatus Sa'adah • Minggu, 3 Maret 2024 | 19:05 WIB
ilustrasi forum diskusi yang saling melempar pertanyaan dan jawaban
ilustrasi forum diskusi yang saling melempar pertanyaan dan jawaban

NASIONAL - Malu bertanya sesat di jalan. Kalimat legendaris tersebut acap kali diucapkan oleh para pengajar. Takut untuk bertanya membuat seseorang tersesat atau kehilangan arah.

Usut punya usut sejatinya seorang penanya tidak selalu tidak tahu jawabannya. Bisa jadi si penanya itu bermaksud memvalidasi. Ingin membuat orang lain tahu kalau dia tahu sesuatu.

Ada juga yang bertanya untuk mengetahui perbandingan pendapat orang lain dengan pendapatnya sendiri. Golongan terakhir, bertanya karena memang tidak tahu jawaban dari pertanyaannya.

Seorang motivator terkemuka, Karl Albrecht, penulis buku Brain Power: Learn to Improve Thinking Skills mengelompokkan pertanyaan menjadi dua jenis yang berbeda yaitu pertanyaan convergent dan divergent.

Pertanyaan convergent adalah pertanyaan yang memunculkan solusi tunggal atau jawaban yang diterima secara umum.Sementara pertanyaan divergent adalah pertanyaan yang dapat menghasilkan berbagai macam jawaban atau hasil yang berbeda.

Karl Albrecht membagi pertanyaan convergent menjadi empat macam yakni:

1. Pertanyaan konkret

Pertanyaan konkret membutuhkan jawaban yang lugas dan tepat sasaran. Dalam artian tidak mengandung makna ganda. Jawaban dalam pertanyaan ini sesuai dengan apa yang terjadi.

2. Pertanyaan pasangan

Pertanyaan pasangan hanya memiliki dua opsi jawaban. Jawaban tersebut sudah dilontarkan bersama si pertanyaan. Contohnya, si penanya bertanya, "Kamu suka film itu?". Maka jawaban yang dinantikan hanyalah iya suka atau tidak suka.

3. Pertanyaan pengarahan

Pertanyaan pengarahan pada dasarnya bermaksud memberi tahu langkah yang tepat namun pengucapannya tidak secara gamblang. Biasanya penanya hanya ingin mengetahui sudut pandang seseorang yang ditanyainya.

4. Pertanyaan berisi

Pertanyaan berisi mengandung jawaban yang diinginkan atau diasumsikan oleh penanya. Biasanya digunakan untuk mempengaruhi atau memandu jawaban dari orang yang ditanya.


Lantas untuk pertanyaan divergent, Karl Albrecht membaginya ke dalam empat macam juga yakni:

1. Pertanyaan terbuka

Pertanyaan terbuka memancing si pemberi jawaban untuk lebih kreatif dalam memberi jawaban. Tidak hanya sekadar jawaban iya atau tidak. Tetapi si penanya berharap si pemberi jawaban itu menanggapinya dengan memberi informasi lebih menyeluruh.

2. Pertanyaan abstrak

Pertanyaan abstrak mengadopsi berbagai jawaban yang tidak mudah diraba. Seringkali meliputi pertanyaan yang kompleks maka dibutuhkan pemikiran mendalam. Namun jawaban dari pertanyaan tersebut bukan suatu yang konkret.

3. Pertanyaan spekulasi

Pertanyaan spekulasi melingkupi berbagai prediksi atau kemungkinan untuk menorehkan jawaban dari pertanyaan yang diajukan. Pertanyaan ini sering hadir dalam forum diskusi mengenai perencanaan.

4. Pertanyaan refleksi

Pertanyaan refleksi membantu seseorang untuk menggali pemahaman yang lebih dalam tentang diri mereka sendiri. Kerap digunakan oleh para pembelajar yang ingin mengetahui seberapa jauh otaknya memahami sesuatu yang baru saja dikaji.

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#pertanyaan Convergent #pertanyaan Divergent