TULUNGAGUNG - Kirab Budaya Mataraman bertema Kearifan Lokal menjadi cara keluarga besar SMAN 1 Kalidawir, mengenalkan budaya lokal kepada siswa-siswi dan masyarakat sekitar.
Kirab Budaya Mataraman yang merupakan wujud Gelar Karya P5 atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, berlangsung pada Selasa Wage (27/2) lalu, mulai pukul 13.00 hingga selesai.
Rute Kirab Budaya Mataraman berawal dari Sumber Blandong di Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban, dan berakhir di Spring Hill View di lapangan SMAN 1 Kalidawir, yang ada di Desa Ngubalan, Kecamatan Kalidawir.
Kirab Budaya Mataraman diawali dengan doa bersama di Sumber Blandong, yang kemudian ada pementasan seni jathilan ponoragan dan reog kendang oleh para mahasiswa se-Tulungagung yang aktif giat budaya.
Selanjutnya, dalam Kirab Budaya Mataraman ada peserta yang membawa panji, gunungan, hingga tumpeng yang berisikan berbagai hasil bumi.
Dalam pelaksanaan Kirab Budaya Mataraman, semua peserta yang terdiri dari siswa-siswi kelas X SMAN 1 Kalidawir, beserta para pelaku seni budaya dan sesepuh desa dari lingkungan sekitar mengenakan pakaian tradisional baju Mataraman lurik.
Total ada sekitar 200 orang yang terlibat dalam agenda tahunan Smakalita, julukan SMAN 1 Kalidawir, yang sudah memasuki tahun kedua.
"Kegiatan ini adalah Kirab Budaya Mataraman dalam rangka Gelar Karya P5 SMAN 1 Kalidawir, yang rutin kita laksanakan dan sudah masuk tahun kedua. Alhamdulillah lebih ramai," jelas Kepala SMAN 1 Kalidawir Nurhodin.
Selain merupakan Implementasi Kurikulum Merdeka, Kirab Budaya Mataraman juga menggandeng para pelaku seni budaya di lingkungan sekitar dan Rumah Cinta Indonesia (Ruci).
Kirab Budaya Mataraman ini juga dihadiri pengawas Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Tulungagung Darmanun.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra