Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Bersemayam di Boyolangu Tulungagung, Begini Kisah Asmara Gayatri

Mizanatul Muttaqin • Minggu, 3 Maret 2024 | 23:50 WIB

Patung Gayatri yang menjadi latar belakang terbangunnya Kerajaan Majapahit
Patung Gayatri yang menjadi latar belakang terbangunnya Kerajaan Majapahit
 

Bersemayam di Desa Boyolangu Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung, Gayatri dikenal sebagai seorang perempuan yang cerdik dan merupakan anak dari seorang Raja dari Kerajaan Singasari dan seorang istri dari Raden Wijaya (Raja Pertama Kerajaan Majapahit).

Pada cerita sejarah dari kitab Negarakertagama, masa Kerajaan Majapahit Gayatri yang sebagai permaisuri Raden Wijaya.

Sangat sedikit orang yang tahu bahwa perannya sangat penting dalam sejarah berdirinya Kerajaan Majapahit dan awal mula melejitnya karir Gajah Mada sebagai perdana mentri utama kerajaan.

Kisah dan ceritanya sebagai seseorang yang berjasa pada masa Kerajaan Majapahit serta sebagai seorang permaisuri dari Raja Wijaya. Gayatri menikah didasari dari sebuah alasan dan maksud politik yang sama dengan Raden Wijaya.

Kisah asmara Gayatri, seorang rajapatni dengan memiliki nama asli Dyah Dewi Gayatri Kumara Rajasa dengan Raden Wijaya yang menjadi penguasa pertama Kerajaan Majapahit ini membuahkan sebuah hasil dan menjadi awal munculnya Kerajaan Nusantara Majapahit.

Kisa asmara keduanya berawal dari Kerajaan Singosari yang diserang oleh sekutu Jayakatwang dari kerajaan kediri. Pada saat penyerangan Gayatri yang sedang belajar dan berguru di ruang belajarnya.

Tidak diketahui oleh para bala tentara Kerajaan Kediri dan pada akhirnya gayatri selamat dengan sebuah penyamarannya sebagai masyarakat keraton rendahan. Pada akhirnya pun Gayatri menjadi tawanan di Kediri.

Ketika gayatri menjadi tawanan kediri, ternyata kediri telah terjadi peperangan dengan raden Wijaya. Masa penyerangan tersebutlah awal pertemuan Raden Wijaya dengan Putri Gayatri yang menyamar sebagai rakyat keraton rendahan.

Kisah asmara keduanya pun terjalin di dalam kerajaan musuh. Awal pertemuan dan perkenalan akhirnya mereka bergabung menjadi partner yang bekerja sama untuk membangun kembali kerajaan dengan Visi Kertanegara.

Penyusunan sebuah strategi yang matang dari Putri Gayatri yang berada di bagsal wanita keraton Kerajaan Kediri. Akhirnya dapat meyakinkan Raden Wijaya untuk mengajaknya kerjasama dengan menyertakan tentara Mongol cina sebagai bantuan pasukan mereka.

Setelah kalahnya kerajaan kediri dan terbangunnya kerajaan baru yang menjadi penerus dari pemerintahan singasari, bernama Kerajaan Majapahit. Raden Wijaya menikah dengan Gayatri beserta keempat saudara perempuan Gayatri.

Setelah menikah akhirnya mereka dikaruniai putri-putri cantik dari keturunan Gayatri. Salah satu anaknya yang bernama Tribuana Tunggadewi Dyah Wijaya yang menjadi Raja ketiga dari Kerajaan Majapahit.

Raden Wijaya akhirnya menjadi Raja pertama. Putri Gayatri sebagai permaisuri utama diberi gelar seorang Rajapatni dan Gajah Mada sebagai perdana mentri utama kerajaan.

Sayangnya Puti Gayatri di seliran oleh Raden Wijaya dengan Dara Petak seorang perempuan dari melayu dan akhirnya melahirkan keturunan seorang putra bernama Jayanegara. 

Selang beberapa tahun setelah Raden Wijaya memerintah sebagai raja kerajaan Majapahit, beliau meninggal dan digantikan oleh Jayanegara dan telah mengalami ketidakstabilan politik dan pemerintahan kerajaan.*** 

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#majapahit #sejarah tulungagung #sejarah #Candi Gayatri #gajah mada #boyolangu #kerajaan majapahit #Kerajaan Kediri